Cara Kerja Penjahat Siber Mengeksploitasi Tren Gen Z, Mulai Dari FOMO hingga Fast Fashion

Dythia Novianty

Sabtu, 14 Juni 2025 | 16:02 WIB
Cara Kerja Penjahat Siber Mengeksploitasi Tren Gen Z, Mulai Dari FOMO hingga Fast Fashion
Ilustrasi Gen Z. (Pixabay.com/Dimhou)

Suara.com - Kaspersky telah meluncurkan “Case 404”, sebuah game keamanan siber interaktif tempat pemain berperan sebagai detektif AI yang menyelidiki kejahatan digital.

Dirancang khusus untuk Gen Z, game ini membantu pemain mengenali bagaimana kebiasaan daring mereka sehari-hari.

Mulai dari berbelanja hingga berbagi berlebihan (oversharing) yang dapat menjadi titik masuk bagi ancaman siber.

Dengan peluncuran game barunya, Kaspersky menyoroti bagaimana penjahat siber mengubah kebiasaan daring Gen Z menjadi vektor serangan.

Perusahaan juga menawarkan kiat praktis untuk mengubah kewaspadaan menjadi ketahanan digital.

1. Berbagi berlebihan dan meningkatnya jejak digital

Bagi Gen Z, berbagi momen kehidupan secara daring adalah hal yang lumrah.

Platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Snapchat dipenuhi dengan swafoto yang diberi tag geografis, pembaruan harian, dan kisah pribadi.

Namun, berbagi secara terus-menerus ini menciptakan jejak digital yang luas yang dapat dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk pencurian identitas atau serangan rekayasa sosial.

baca juga

Berbagi berlebihan dapat secara tidak sengaja mengungkapkan detail sensitif, mulai dari alamat rumah di latar belakang foto hingga rutinitas yang membuat pengguna dapat diprediksi.

Bahkan, konten yang tampaknya tidak berbahaya, seperti foto pasangan atau hewan peliharaan mereka, dapat memberikan petunjuk untuk pertanyaan pemulihan kata sandi.

2. Perasaan Takut Untuk Tertinggal (Fear of Missing Out /FOMO)

Takut Ketinggalan (FOMO) mengacu pada kecemasan atau kegelisahan yang muncul karena takut tertinggal atau tidak menjadi bagian dari pembaruan jika mereka tidak mengikuti apa yang dilakukan orang lain di media sosial.

FOMO merupakan pendorong yang kuat bagi Gen Z, yang dipicu oleh pembaruan media sosial tentang peluncuran produk, konser, dan acara.

Melihat teman sebaya menghadiri acara, memiliki produk baru, atau mencapai tonggak sejarah dapat menimbulkan perasaan tidak mampu atau dikucilkan.

FOMO dapat mendorong pengguna untuk mengeklik tautan yang tidak terverifikasi yang menjanjikan akses awal atau penawaran eksklusif.

Ilustrasi FOMO [Pexels/cottonbro studio]
Ilustrasi FOMO [Pexels/cottonbro studio]

Penjahat siber memanfaatkan urgensi ini dengan membuat skema phishing clickbait, yang mengarahkan pengguna ke situs berbahaya yang mencuri kredensial login atau mendistribusikan malware.

3. Nostalgia mode Y2K dan budaya awal 2000-an

Bagi Gen Z, yang lahir sekitar atau setelah era ini, mode Y2K merupakan perpaduan antara nostalgia akan masa pra-digital yang lebih sederhana dan keinginan untuk menciptakan kembali gaya tersebut dengan sentuhan modern.

Platform seperti TikTok dan Instagram telah memperkuat kebangkitan Y2K, dengan para influencer yang menciptakan kembali tampilan vintage dan berbagi barang-barang bekas.

Tagar seperti #Y2Kfashion dan #Y2Kaesthetic telah ditonton miliaran kali.

Ketertarikan Gen Z terhadap budaya awal 2000-an, mulai dari estetika Y2K hingga permainan anak-anak, telah menghidupkan kembali minat terhadap judul-judul retro seperti The Sims 2, Barbie Fashion Designer, dan Bratz Rock Angelz.

Meskipun permainan-permainan ini membangkitkan nostalgia, pencarian unduhan tidak resmi sering kali mengarahkan pengguna ke situs-situs yang dipenuhi malware.

Penjahat siber menargetkan minat khusus ini dengan menanamkan perangkat lunak berbahaya ke dalam berkas-berkas permainan palsu.

4. Fast Fashion

Generasi Z menyukai pakaian yang ekspresif, ingin tampil menonjol daripada sekadar mengikuti tren, dan memiliki gaya yang selalu berubah.

Kebiasaan mereka dalam mengikuti tren didukung oleh peritel fast fashion yang menyediakan cara mudah untuk mengubahnya.

Bagi Gen Z, fast fashion lebih dari sekadar preferensi berbelanja — ini adalah gaya hidup.

Situs web belanja palsu, kode promo palsu, dan iklan phishing memanfaatkan popularitasnya, dengan membuat tiruan meyakinkan untuk memikat pengguna agar memasukkan detail sensitif mereka.

Semakin tinggi keterlibatan dalam belanja daring, semakin tinggi risiko menghadapi situs web palsu dan penipuan phishing yang membahayakan informasi pribadi dan keuangan.

5. iDisorder

Generasi Z menghadapi fenomena yang disebut iDisorder, yaitu kondisi di mana kemampuan otak untuk memproses informasi berubah karena terlalu sering terpapar teknologi.

Obsesi terhadap teknologi ini dapat mengakibatkan gangguan psikologis, fisik, dan sosial, termasuk depresi dan kecemasan.

Hal ini dibuktikan oleh penelitian publik: satu dari tiga orang berusia 18 hingga 24 tahun kini melaporkan gejala yang menunjukkan bahwa mereka telah mengalami masalah kesehatan mental tersebut.

Itulah sebabnya mereka beralih secara ekstensif ke perangkat digital seperti platform teleterapi dan pelacak kesehatan mental untuk meredakan stres.

Namun, platform ini menyimpan informasi pribadi yang sangat sensitif, termasuk kondisi emosional, catatan terapi, dan rutinitas pengguna.

Cara Melaporkan ke BRI Jika Menjadi Korban Phising (Freepik)
Ilustrasi Phising.  (Freepik)

Jika terjadi pelanggaran, data ini dapat dimanfaatkan untuk pemerasan atau phishing.

“Tren mungkin berubah dengan cepat, tetapi ancaman siber yang mendasarinya tetap konstan," kata Anna Larkina, pakar privasi di Kaspersky, dalam keterangan resminya, Sabtu (14/6/2025).

Menurutnya, baik itu memanfaatkan kecintaan Gen Z terhadap belanja daring, memanfaatkan urgensi yang diciptakan oleh FOMO, atau menargetkan meningkatnya penggunaan aplikasi kesehatan mental, penyerang dengan cepat mengubah perilaku populer menjadi peluang untuk melakukan phishing, penipuan, dan
pelanggaran data.

“Mulailah dengan mengambil kendali: verifikasi tautan dan situs web sebelum terlibat, gunakan kata sandi yang kuat dan unik, dan aktifkan autentikasi dua faktor untuk lapisan keamanan ekstra," ujar dia.

Anna Larkina mengungkapkan, berhati-hatilah dengan apa yang Anda bagikan secara daring — dan yang terpenting, ingatlah bahwa tetap terinformasi adalah pertahanan terbaik Anda.

"Keamanan siber bukan hanya tentang menanggapi ancaman; tetapi tentang memberdayakan diri Anda untuk menjelajahi dunia digital secara percaya diri dan aman,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

12 Gaya Hidup Hemat ala Zaman Dulu yang Kini Diterapkan Gen Z, Apa Saja?

12 Gaya Hidup Hemat ala Zaman Dulu yang Kini Diterapkan Gen Z, Apa Saja?

Lifestyle | Minggu, 25 Mei 2025 | 19:02 WIB

4 HP Jadul yang Bisa Dipilih Gen Z Usai Tinggalkan Smartphone

4 HP Jadul yang Bisa Dipilih Gen Z Usai Tinggalkan Smartphone

Tekno | Rabu, 21 Mei 2025 | 16:16 WIB

Makna Emoji Tersenyum bagi Gen Z: Ternyata Bukan Tanda Ramah, tapi ...

Makna Emoji Tersenyum bagi Gen Z: Ternyata Bukan Tanda Ramah, tapi ...

Lifestyle | Selasa, 20 Mei 2025 | 15:53 WIB

Serangan Siber Memanfaatkan Nama Merek Populer Segmen Keluarga Meningkat 38 Persen dalam Setahun

Serangan Siber Memanfaatkan Nama Merek Populer Segmen Keluarga Meningkat 38 Persen dalam Setahun

Tekno | Sabtu, 17 Mei 2025 | 17:16 WIB

Hunian Rasa Liburan: Tren Baru Gen Z dan Milenial yang Ingin Miliki Lebih dari Sekadar Rumah

Hunian Rasa Liburan: Tren Baru Gen Z dan Milenial yang Ingin Miliki Lebih dari Sekadar Rumah

Lifestyle | Senin, 12 Mei 2025 | 22:27 WIB

15 Quotes Ajaran Buddha yang Bisa Jadi Pegangan Hidup Gen Z

15 Quotes Ajaran Buddha yang Bisa Jadi Pegangan Hidup Gen Z

Lifestyle | Senin, 12 Mei 2025 | 12:52 WIB

Terkini

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

×