Apa yang akan Terjadi saat Gempa Megathrust Guncang Ring of Fire?

Ruth Meliana

Kamis, 31 Juli 2025 | 09:44 WIB
Apa yang akan Terjadi saat Gempa Megathrust Guncang Ring of Fire?
ilustrasi wilayah Ring of Fire (freepik/jcomp)

Suara.com - Gempa megathrust adalah jenis gempa bumi paling kuat di planet ini, sebuah monster geologis yang lahir di sepanjang Ring of Fire atau Cinci Api Pasifik. Gempa Rusia dahsyat berkekuatan 8.2 Magnitudo pada 30 Juli 2025 menjadi pengingat brutal akan kekuatan destruktif yang tersimpan di bawah lautan kita.

Menurut laporan awal dari United States Geological Survey (USGS), pusat gempa pada 30 Juli 2025 tersebut berada di Palung Kuril-Kamchatka, sebuah zona subduksi aktif tempat Lempeng Pasifik menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Getarannya yang hebat dirasakan hingga ke Tokyo, memicu peringatan tsunami di sepanjang pesisir Rusia, Jepang, hingga Indonesia.

Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan krusial bagi jutaan orang yang tinggal di Cincin Api Pasifik: apa yang akan terjadi saat gempa megathrust dengan skala sebesar ini benar-benar melepaskan energinya?

Jawabannya adalah serangkaian bencana berantai yang terjadi dalam hitungan menit hingga jam.

Pemicu Bencana: Detik-detik di Zona Subduksi

Sejumlah negara mengeluarkan peringatan tsunami pasca gempa magnitudo 8,7 di Kamchatka, Rusia, Rabu 30 Juli 2025 [Suara.com/BMKG]
Sejumlah negara mengeluarkan peringatan tsunami pasca gempa magnitudo 8,7 di Kamchatka, Rusia, Rabu 30 Juli 2025 [Suara.com/BMKG]

Untuk memahami dampak gempa megathrust, kita harus melihat apa yang terjadi di dasar laut.

Menurut studi yang dipublikasikan di berbagai jurnal ilmiah seperti Nature Geoscience, zona subduksi adalah tempat satu lempeng tektonik raksasa dipaksa menekuk dan menyelam di bawah lempeng lainnya.

Proses tersebut tidak berjalan mulus. Kedua lempeng "terkunci" oleh gesekan, menyebabkan energi regangan menumpuk selama puluhan, bahkan ratusan tahun, seperti per yang ditarik hingga batas maksimalnya.

baca juga

Ketika tegangan ini akhirnya melampaui kekuatan gesekan, "per" tersebut terlepas dalam hitungan detik. Lempeng yang berada di atasnya akan melenting kembali ke posisi semula secara tiba-tiba.

Pergeseran vertikal dasar laut inilah—bisa mencapai puluhan meter—yang secara instan mendorong volume air laut dalam jumlah kolosal ke atas, melahirkan gelombang tsunami yang mematikan.

Efek Berantai: Dari Guncangan Hebat hingga Inundasi Massal

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memberikan keterangan pers terkait gempa di perairan Mentawai, Jakarta, Kamis (3/2).
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memberikan keterangan pers terkait gempa di perairan Mentawai, Jakarta, Kamis (3/2).

Setelah energi dilepaskan, serangkaian peristiwa destruktif akan terjadi secara berurutan. Ini bukan hanya sekadar gempa biasa, melainkan sebuah bencana berantai.

Berikut bencana yang bisa terjadi akibat gempa megathrust

1. Guncangan dahsyat dan berkepanjangan

Berbeda dengan gempa biasa yang berlangsung beberapa detik, gempa megathrust bisa berlangsung selama 3 hingga 5 menit.

Guncangannya yang hebat dan berdurasi panjang ini memberikan lebih banyak waktu bagi bangunan untuk runtuh, jembatan untuk patah, dan infrastruktur vital seperti jaringan listrik dan komunikasi untuk hancur total.

2. Likuifaksi (tanah mencair)

Guncangan yang intens dan lama dapat menyebabkan tanah yang jenuh air kehilangan kekuatannya dan berperilaku seperti cairan.

Fenomena yang disebut likuifaksi ini menyebabkan fondasi bangunan amblas, tiang listrik miring, dan tanah retak-retak, menelan apa pun yang ada di atasnya.

3. Tsunami: Ancaman paling mematikan

Inilah dampak paling berbahaya dari gempa megathrust laut. Seperti yang dilaporkan oleh Pacific Tsunami Warning Center (PTWC), gelombang tsunami yang lahir dari gempa akan melesat melintasi lautan dengan kecepatan setara pesawat jet, atau lebih dari 800 km/jam.

Saat mencapai perairan dangkal, kecepatannya melambat namun ketinggiannya meroket, berubah menjadi dinding air raksasa yang siap menerjang daratan.

Kejadian seperti gempa Tohoku 2011 di Jepang menunjukkan bahwa gelombang tsunami bisa mencapai ketinggian puluhan meter, menyapu bersih seluruh kota pesisir, dan menyebabkan kerusakan hingga berkilo-kilometer ke daratan.

Inundasi massal tersebut tidak hanya menghancurkan properti tetapi juga menjadi penyebab utama korban jiwa.

4. Gempa susulan (aftershocks) yang tak berkesudahan

Setelah gempa utama, kerak bumi akan berusaha menyeimbangkan diri kembali. Hal ini bisa memicu serangkaian gempa susulan yang bisa berlangsung selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Beberapa gempa susulan ini bisa mencapai magnitudo yang cukup besar untuk menyebabkan kerusakan tambahan dan sangat menghambat upaya penyelamatan.

5. Tanah longsor dan dampak lainnya

Di daerah perbukitan atau pegunungan di dekat pantai, guncangan hebat dapat dengan mudah memicu tanah longsor skala besar.

Selain itu, pergeseran lempeng yang masif terkadang dapat memicu peningkatan aktivitas di gunung berapi terdekat, meskipun hubungan sebab-akibat langsungnya masih menjadi bahan penelitian.

Oleh sebab itu, warga dunia perlu siaga menghadapi ancaman ini. Caranya, siapkan sistem peringatan dini yang andal, edukasi evakuasi, dan konstruksi bangunan tahan gempa. Ini menjadi satu-satunya pertahanan kita melawan kekuatan alam yang tak tertandingi ini.

Pada intinya, peristiwa gempa megathrust di Ring of Fire bukanlah sebuah pertanyaan "jika", melainkan "kapan". Kasus gempa Rusia terbaru menjadi pengingat keras bahwa ancaman ini nyata dan dampaknya sangat luar biasa. Maka, siagalah selalu!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Oprah Winfrey Dikecam Halangi Warga Evakuasi Tsunami di Hawaii, Simak Kronologinya

Oprah Winfrey Dikecam Halangi Warga Evakuasi Tsunami di Hawaii, Simak Kronologinya

Entertainment | Kamis, 31 Juli 2025 | 08:00 WIB

TNI AL Turun Tangan, Warga Pesisir Gorontalo Diungsikan ke Markas Antisipasi Tsunami

TNI AL Turun Tangan, Warga Pesisir Gorontalo Diungsikan ke Markas Antisipasi Tsunami

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 18:19 WIB

Gempa Rusia Picu Peringatan Tsunami di Indonesia: Kenali Tanda-tandanya Agar Lebih Waspada!

Gempa Rusia Picu Peringatan Tsunami di Indonesia: Kenali Tanda-tandanya Agar Lebih Waspada!

Lifestyle | Rabu, 30 Juli 2025 | 17:20 WIB

Gelombang Maut dari Rusia, Bagaimana Tsunami Jepang Menjerat Paus Raksasa di Pantai?

Gelombang Maut dari Rusia, Bagaimana Tsunami Jepang Menjerat Paus Raksasa di Pantai?

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 18:07 WIB

Teror Tsunami Bikin Sekolah di Gorontalo Waswas, Siswa Terpaksa Pulangkan usai Dapat MBG

Teror Tsunami Bikin Sekolah di Gorontalo Waswas, Siswa Terpaksa Pulangkan usai Dapat MBG

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 16:01 WIB

Penyebab Indonesia Bisa Terkena Tsunami Setelah Gempa Rusia

Penyebab Indonesia Bisa Terkena Tsunami Setelah Gempa Rusia

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 15:50 WIB

Terkini

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:16 WIB

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 12:10 WIB

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:09 WIB

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:07 WIB

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:05 WIB

×