Mempersiapkan Generasi Muda agar Berdaya Menghadapi Masa Depan

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:49 WIB
Mempersiapkan Generasi Muda agar Berdaya Menghadapi Masa Depan
Future of Learning Summit (IFLS) 2025. (Dok: Refo)

Suara.com - PT Reformasi Generasi Indonesia (Refo) kembali menggelar Indonesia Future of Learning Summit (IFLS) 2025, dengan menghadirkan sembilan pembicara yang merupakan praktisi pendidikan, orang tua, psikolog anak dan remaja, dan praktisi kebijakan.

Para pembicara ini datang dari Singapura, Jakarta, hingga Banyuwangi. IFLS 2025 dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dari DKI Jakarta hingga Kalimantan Timur; dari Jawa Timur hingga Sulawesi Selatan. Acara ini diselenggarakan Sabtu (23/8/2025), di Episode Gading Serpong.

Berangkat dari visi pendirinya, Pepita Gunawan, untuk menghadirkan konten pendidikan yang berkualitas, kontekstual, dan mudah diakses, Refo kembali menggelar Indonesia Future of Learning Summit (IFLS) yang keempat setelah sukses di tahun 2019, 2023, dan 2024.

IFLS 2025 mengusung tema “AI-ducated: Unlocking The Future with AI Skills and Beyond,” yang mencerminkan era baru di mana menjadi terdidik berarti memahami kekuatan dan dampak AI, mampu beradaptasi dengan percaya diri, serta bijak dalam memanfaatkan AI untuk kebaikan umat manusia.

Acara ini dibuka dengan video yang mengungkap fakta tentang dampak negatif penggunaan AI yang berlebihan. Jika tidak terkendali dan dimanfaatkan dengan bijak, AI dapat memicu penurunan kognitif, gangguan suasana hati (mood disorder), hingga kelelahan mental. Sebuah kondisi yang dikenal sebagai subclinical attention disorder atau populer disebut brain rot.

“Seperti yang terlihat dalam video pembuka, kita semua memiliki kekhawatiran tentang implementasi AI, baik dalam pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari. Semakin banyak sekolah menggunakan AI, semakin kita sadar akan potensi dan risikonya. Tugas kita adalah membantu anak-anak ini untuk dapat menggunakan AI dengan benar dan bijak. Pertanyaan inilah yang saya renungkan beberapa bulan terakhir, dan akhirnya menjadi ide utama saat REFO mempersiapkan IFLS 2025,” terang Pepita Gunawan, pendiri dan Direktur Pelaksana REFO, dalam sesi pembukaan.

Pada edisi keempat Indonesia Future of Learning Summit inilah berbagai kekhawatiran terhadap penggunaan AI telah dibahas. Bagaimana kita menggunakan AI dengan bijak untuk meningkatkan critical thinking siswa? Bagaimana kita memastikan pembelajaran yang sesungguhnya terjadi, sementara mereka diizinkan menggunakan AI untuk mengerjakan proyek atau pekerjaan rumah? Bagaimana kita menemukan keseimbangan, terutama di rumah, saat kita berperan sebagai orang tua? Dan bagaimana rumah tetap menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk anak?

IFLS 2025 menghadirkan sesi yang beragam dan pembicara yang eklektik:
Where is School in the Key Skills vs AI Saga? Panel Diskusi dengan pembicara Claire Simms dari St. Joseph’s Institution International (SJI) Elementary School Singapore, Lee Ting Jian dari Jakarta Nanyang School, Yuliana dari IPEKA International Schools, dan Abdullah dari SMA Negeri 1 Glagah, Banyuwangi. Sesi ini mengungkap wawasan dari para pemimpin sekolah tersebut tentang pemanfaatan AI yang positif dan berpusat pada manusia, serta penyeimbangan penggunaannya dengan pengembangan keterampilan masa depan.

AI and Beyond: From Adaptive Learning to Human-Centered Skills. Sesi Keynote dibawakan oleh Claire Simms dari Google Reference School, yaitu St. Joseph’s Institution International Elementary School Singapore. Dalam sesinya Claire mengeksplorasi implementasi Google Gemini secara menyeluruh dalam pendidikan dasar, dengan menyoroti nilai-nilai yang lebih dalam serta tujuan jangka panjang di balik penggunaannya.

baca juga

Ter-AI-ducated: AI to Support Mastery of Key Skills. Dua sesi Demo Slam yang masing-masing dibawakan oleh Hanna Christina dan Mindy Slaughter dari Jakarta Intercultural School (JIS). Hanna mendemonstrasikan bagaimana ia memodifikasi AI Flint K12 menjadi “sejarawan Indonesia” dan membantunya mengajar mata pelajaran Sejarah berbasis inkuiri untuk anak-anak kelas lima. Sementara Mindy mendemonstrasikan bagaimana ia menggunakan AI dan Virtual Reality (VR) untuk mengajar anak-anak kelas empat menulis cerita fantasi.

Finding The Balance At Home. Talkshow ini menghadirkan Okki Sutanto, seorang pembicara dan penulis berlatar belakang psikologi; Gloria Siagian, seorang psikolog anak dan remaja; serta Pepita Gunawan sebagai Moderator. Ketiganya memiliki peran sebagai orang tua, dan mereka berbagi refleksi jujur tentang tantangan membesarkan anak di era digital dan AI, sekaligus memberikan strategi psikologis praktis untuk membentuk kebiasaan teknologi sehat di rumah. Sesi ini dibawakan dengan format bincang-bincang santai.

The Most Important Skills for The Future. Sesi berbasis data oleh Iwan Syahril dari Tech for All menekankan tiga keterampilan utama untuk menghadapi masa depan, yaitu berpikir tingkat tinggi, sosial emosional, dan teknologi. Ia juga menyoroti dampak perubahan dan teknologi pada pendidikan, serta pentingnya terus mengasah keterampilan masa kini dan menjadi pemimpin dengan kecerdasan emosional.

Meski sebagian besar peserta IFLS 2025 adalah pendidik, mereka tampak antusias dan tetap bersemangat untuk belajar dan mengeksplorasi hal-hal baru.

Agus Dwi Iswanto dari SDN 013 Balikpapan Selatan mengaku semua materi bagus dan pembicaranya mumpuni. Namun, yang paling berkesan baginya adalah sesi Ter-AI-ducated: AI to Support Mastery of Key Skills oleh Hanna Christina, yang menunjukkan bagaimana AI dapat membuat pelajaran Sejarah lebih menarik dan mendalam, bahkan dengan alat gratis.

Hal serupa disampaikan Irma Nurul Fatimah dari SMP Lazuardi Al-Falah Global Islamic School. Ia menilai metode Hanna efektif karena bisa digunakan di berbagai jenjang, termasuk untuk siswa yang lebih muda, tanpa terhambat materi yang bahasanya terlalu rumit.

Catherine Lim dari Sekolah Mahabodhi Vidya mengatakan, “Ini adalah kali kedua saya mengikuti IFLS, dan saya ingin mengucapkan selamat kepada REFO yang selalu sukses menyelenggarakan acara edukatif yang sangat informatif. Sesi dan para pembicara hari ini sangat baik dan penuh persiapan. Favorit saya adalah sesi dari Claire Simms, karena data yang ia gunakan memberi wawasan berharga bagi kami sebagai pemimpin sekolah tentang perubahan yang dibutuhkan dan bagaimana AI dapat membantu memajukan sekolah agar sejajar dengan standar global.”

Felixtian Teknowijoyo dari SKKK Surakarta menyatakan bahwa seluruh sesi IFLS 2025 menarik dan memberikan paradigma baru untuknya. “Tapi yang paling berkesan untuk saya adalah AI and Beyond: From Adaptive Learning to Human-Centered Skills. Ternyata pembelajaran berbasis AI bisa menjadi pembelajaran yang personal bagi siswa dan siswi saya.”

Sedangkan Zulfadli dari YPS Sorowako mengakui bahwa IFLS 2025 menawarkan wawasan yang berharga dan praktis bagi para pemangku kepentingan di bidang pendidikan. “Terutama terkait dengan integrasi AI yang bertanggung jawab dan efektif. Acara ini sangat informatif dan bermanfaat untuk memberikan masukan tentang kebijakan AI di sekolah.”

Para mitra pun mengaku puas dengan penyelenggaraan IFLS 2025. Salah satu perwakilan dari ViewSonic mengatakan bahwa interaksi peserta sangat aktif, bahkan sejak pagi sudah banyak yang bertanya. “Kami pun amazed dengan antusiasme para peserta. Pokoknya top deh!”

Julian Forster dari IMTLazarus menyatakan bahwa ia mendapatkan umpan balik yang positif. “Peserta menyukai bagaimana IMTLazarus menyederhanakan pekerjaan, sehingga mereka tidak perlu repot dengan tugas IT yang rumit. Saya pasti akan mendukung IFLS lagi tahun depan, karena AI terus berkembang dan IMTLazarus dapat membantu sekolah beradaptasi serta terus memajukan diri.”

REFO konsisten dengan misinya untuk membangun generasi masa depan, oleh karena itu REFO selalu menjadi bagian dari berbagai upaya dalam mempersiapkan generasi muda yang kompetitif dan mampu bersaing di kancah global. “Melalui IFLS 2025 ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi membangun masa depan pendidikan Indonesia. IFLS 2025 bukan event biasa, ini adalah sebuah pergerakan, ikhtiar kolektif untuk membangun bangsa,” kata Pepita Gunawan.

IFLS 2025 bukan sekadar konferensi, melainkan sebuah ruang untuk berbagi pengetahuan, berdialog terbuka, dan merumuskan visi bersama demi terciptanya sistem pendidikan Indonesia yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukungan Telkom  untuk Sekolah Berbagai Daerah: Pembelajaran Coding dan AI

Dukungan Telkom untuk Sekolah Berbagai Daerah: Pembelajaran Coding dan AI

Bisnis | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 12:38 WIB

Dorong Pendidikan Inklusif, Santri Tunanetra hingga Siswa Prasejahtera Terima Beasiswa

Dorong Pendidikan Inklusif, Santri Tunanetra hingga Siswa Prasejahtera Terima Beasiswa

Lifestyle | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 12:18 WIB

Baru Sebulan Jalan, Program Sekolah Rakyat Sudah 'Oleng': Kemensos Bentuk Gugus Tugas Darurat

Baru Sebulan Jalan, Program Sekolah Rakyat Sudah 'Oleng': Kemensos Bentuk Gugus Tugas Darurat

News | Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:35 WIB

Pemerintah Minta Tambahan Anggaran Rp 2,6 Triliun Buat Tukin di 2026, Angin Segar untuk Para Dosen?

Pemerintah Minta Tambahan Anggaran Rp 2,6 Triliun Buat Tukin di 2026, Angin Segar untuk Para Dosen?

News | Rabu, 27 Agustus 2025 | 16:29 WIB

Bukan Kerja Kantoran, Raffi Ahmad Ungkap Profesi yang Jadi Rebutan Gen Z

Bukan Kerja Kantoran, Raffi Ahmad Ungkap Profesi yang Jadi Rebutan Gen Z

Bisnis | Rabu, 27 Agustus 2025 | 14:15 WIB

Terobosan Dunia Pendidikan: Sekolah Rakyat Terapkan Pemetaan Bakat Berbasis AI

Terobosan Dunia Pendidikan: Sekolah Rakyat Terapkan Pemetaan Bakat Berbasis AI

Lifestyle | Senin, 25 Agustus 2025 | 20:29 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×