Berapa Harga Gas DME Pengganti LPG? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Rifan Aditya

Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:54 WIB
Berapa Harga Gas DME Pengganti LPG? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
ilustrasi harga gas DME pengganti LPG (gemini)

Suara.com - Berapa harga gas DME yang dikabarkan akan menjadi pengganti LPG? Pertanyaan ini langsung banyak muncul tatkala Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mewacanakan energi alternatif tersebut.

Dengan dalih mengurangi jumlah impor liquefied petroleum gas (LPG) di tahun 2026, Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral berencana menggunakan dimethyl ether (DME).

Saat ini, setidaknya sudah ada 18 proyek hilirisasi untuk konsep hingga pra studi kelayakan (pre feasibility study) oleh Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi.

“Dari pra FS itu dipelajari oleh konsultan untuk finalisasi di Danantara. Dari sekian banyak, 18 project itu salah satunya adalah DME,” ujar Bahlil di Anugerah Subroto, Jakarta (27/10/25).

Lantas, bagaimana dari sisi ekonomi? Apakah DME memiliki harga lebih terjangkau jika dibandingkan dengan gas LPG? Berikut ulasannya.

Berapa Harga DME?

Sebelum memasuki angka harga, penting untuk memahami bahwa DME adalah senyawa gas CH-O-CH yang dapat diproduksi dari berbagai bahan baku seperti batu bara, gas alam, atau biomassa.

Di Indonesia, skema yang tengah digarap adalah konversi batu bara menjadi DME sehingga infrastruktur LPG sebagian besar dapat dipakai kembali.

Gas DME mempunyai sifat fisik dan kimia mirip LPG, namun secara kalorifik hasil pembakarannya sedikit lebih rendah.

baca juga

Terkait harga gas DME, belum ada angka final yang diterbitkan untuk konsumen rumah tangga.

Namun beberapa data per tahun 2025 menyebutkan bahwa untuk skema subsidi, estimasi harga DME mencapai sekitar Rp 34.069 per tabung 3 kg (setara US$710 per ton).

Sementara itu, harga LPG subsidi untuk tabung 3 kg tercatat di kisaran Rp 22.727 per tabung (US$474 per ton) dalam kalkulasi yang sama.

Di sisi lain, pemerintah menyatakan bahwa harga DME ke depan diharapkan lebih murah hingga sekitar 10 persen dibandingkan harga LPG impor.

Data menunjukkan bahwa dalam beberapa perhitungan luar negeri, harga gas LPG non-subsidi sekitar US$850 per ton, sedangkan DME diperkirakan bisa sekitar US$650–700 per ton.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa meski targetnya DME lebih murah dibanding LPG, kenyataannya saat ini biaya produksinya masih lebih tinggi.

Maka, harga ritel gas DME apabila diluncurkan massal belum bisa dipastikan, namun aspirasi dari pemerintah adalah agar pengguna mendapatkan tarif yang kompetitif.

Kelebihan DME Dibandingkan LPG

Ada beberapa keunggulan DME yang menjadi alasan utama pemerintah mendorong transformasi energi ini.

  • Ketahanan energi nasional. Indonesia memiliki cadangan batu bara yang besar. Produksi DME berbasis batu bara dapat menekan impor LPG dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
  • Lebih ramah lingkungan. DME disebut menghasilkan emisi karbon dioksida lebih rendah dibanding LPG dan tidak mengandung sulfur. Uji terapan menunjukkan nyala api DME lebih biru, stabil, dan belum menghasilkan partikel padat (PM) atau NOx yang signifikan.
  • Infrastruktur adaptif. Karena karakter kimiawi mirip LPG, infrastruktur tabung, regulator, dan jaringan distribusi bisa dimodifikasi tanpa perlu dibangun ulang total. Hal ini mempercepat potensi transisi ke DME.

Dengan demikian, DME diharapkan bukan hanya sebagai bahan bakar alternatif, tetapi sebagai langkah strategis menuju energi yang lebih bersih dan mandiri.

Kekurangan DME Dibandingkan LPG

Meski menjanjikan, transisi ke DME juga menghadapi berbagai tantangan yang cukup serius, berikut adalah beberapa di antaranya.

  • Harga produksi masih tinggi. Salah satu alasan utama adalah biaya hilirisasi batu bara menjadi DME melalui proses gasifikasi, pemurnian, dan distribusi yang hingga kini masih lebih mahal dibandingkan harga LPG impor.
  • Kandungan energi lebih rendah. DME memiliki nilai kalor sekitar 7.749 kcal/kg, sedangkan LPG berada di kisaran 12.076 kcal/kg. Artinya, dalam aspek daya bakar, pengguna mungkin memerlukan lebih banyak DME untuk hasil serupa LPG.
  • Infrastruktur dan adaptasi kompor. Untuk substitusi penuh ke DME, kompor dan regulator pengguna mungkin perlu diganti atau diatur ulang. Ini menambah beban biaya awal dan membutuhkan edukasi publik.
  • Kelayakan ekonomi dan skala produksi. Beberapa kajian menyebut bahwa jika harga DME tidak bisa kompetitif terhadap LPG, maka beban biaya justru bisa semakin berat bagi masyarakat atau pemerintah.

Tantangan-tantangan ini menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan waktu peluncuran dan skema subsidi apabila DME benar digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Gas DME Pengganti Tabung Gas LPG? Benarkah Lebih Unggul dan Hemat?

Apa Itu Gas DME Pengganti Tabung Gas LPG? Benarkah Lebih Unggul dan Hemat?

Lifestyle | Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:05 WIB

Bahlil Sebut Dua Investor Kepincur Garap Proyek Hilirisasi Batu Bara Jadi DME

Bahlil Sebut Dua Investor Kepincur Garap Proyek Hilirisasi Batu Bara Jadi DME

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:48 WIB

Mau Lepas Ketagihan Impor LPG, Bahlil Mulai Proyek Hilirisasi Batu Bara Jadi DME pada 2026

Mau Lepas Ketagihan Impor LPG, Bahlil Mulai Proyek Hilirisasi Batu Bara Jadi DME pada 2026

Bisnis | Senin, 27 Oktober 2025 | 10:11 WIB

PTBA Jajal Peluang Gandeng China di Proyek DME usai Ditinggal Investor AS

PTBA Jajal Peluang Gandeng China di Proyek DME usai Ditinggal Investor AS

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 21:09 WIB

PTBA: Proyek DME Mulai 2026, Butuh Rp 40 Triliun untuk Bangun Pabrik

PTBA: Proyek DME Mulai 2026, Butuh Rp 40 Triliun untuk Bangun Pabrik

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 18:54 WIB

Terkini

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:31 WIB

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

Polda Metro Sita 518 Cartridge Vape Berisi Etomidate, Satu Pria Ditangkap.

Polda Metro Sita 518 Cartridge Vape Berisi Etomidate, Satu Pria Ditangkap.

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural

Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Pasokan Minyak Dunia Terancam Lumpuh Total Usai Houthi Gempur Arab Saudi

Pasokan Minyak Dunia Terancam Lumpuh Total Usai Houthi Gempur Arab Saudi

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO

Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:25 WIB

Milad ke-23 AASI, Industri Asuransi Syariah Jaga Momentum Pertumbuhan

Milad ke-23 AASI, Industri Asuransi Syariah Jaga Momentum Pertumbuhan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:21 WIB

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

×