Misteri Abad ke-20 Terpecahkan: Lubang Aneh di Peru Diduga sebagai Pasar Kuno

Agung Pratnyawan | Suara.com

Selasa, 11 November 2025 | 18:45 WIB
Misteri Abad ke-20 Terpecahkan: Lubang Aneh di Peru Diduga sebagai Pasar Kuno
Pegunungan Andes. [Freepik]

Suara.com - Sebuah misteri arkeologi yang membingungkan para peneliti selama hampir satu abad akhirnya mulai menemukan titik terang. Ratusan tahun lamanya, lebih dari 5.000 lubang bundar berbaris rapi di perbukitan kering Lembah Pisco, Peru, membuat ilmuwan dan publik bertanya-tanya: siapa membuatnya, dan untuk apa?

Kini, tim peneliti dari University of Sydney melaporkan temuan baru yang membawa pemahaman segar soal situs unik bernama Monte Sierpe, yang juga dikenal sebagai “Band of Holes” atau Gunung Ular. Hasil riset mereka dipublikasikan pada 10 November di jurnal Antiquity.

Mengutip Science Daily (10/11/2025), penelitian dipimpin oleh Dr. Jacob Bongers, seorang arkeolog digital yang telah lama meneliti situs tersebut.

Dengan menggunakan drone berteknologi tinggi, timnya berhasil memetakan lubang-lubang itu dengan presisi tinggi, mengungkap pola numerik yang tidak mungkin dibuat secara acak.

Yang mengejutkan, pola tersebut ternyata mirip dengan struktur khipu Inca, alat pencatat berbentuk rangkaian tali berpilin dan simpul, ditemukan di wilayah yang sama.

“Ini penemuan luar biasa,” kata Dr. Bongers. “Data ini memperluas pemahaman kita soal praktik pencatatan masyarakat adat Andes, bahkan sebelum dominasi Inca.”

Selain foto udara, tim mengumpulkan sampel tanah dari beberapa lubang. Hasil analisis menunjukkan adanya bekas tanaman jagung, komoditas penting di Andes, serta sisa-sisa tanaman yang biasa digunakan untuk membuat keranjang.

Temuan ini menuntun pada teori baru: ribuan lubang itu mungkin dahulu menjadi pusat barter atau pasar terbuka, tempat para pedagang dan masyarakat dari berbagai wilayah bertemu untuk bertukar barang, mulai dari hasil pertanian hingga tekstil.

“Ini bisa saja semacam pasar prapengaruh Inca,” ujar Bongers, mengutip Science Daily (10/11/2025). “Sebuah ruang sosial yang mempertemukan pedagang keliling, petani, hingga nelayan.”

Menurut Bongers, saat kekaisaran Inca berkuasa, struktur ini mungkin kemudian dialihfungsikan sebagai sistem penyimpanan atau pencatatan distribusi barang, mengikuti tradisi administrasi Inca.

Letak Monte Sierpe semakin memperkuat teori tersebut. Situs ini berada di antara dua pusat administrasi Inca dan dekat persimpangan jalur dagang besar.

Wilayahnya berada di zona ekologi peralihan antara dataran tinggi Andes dan pesisir, lokasi ideal untuk pasar antarwilayah.

Para peneliti menduga bahwa Kerajaan Chincha, yang berkuasa sebelum era Inca, mungkin menjadi pembangun awal situs ini.

Meski Monte Sierpe telah dikenal publik sejak foto udara pertamanya muncul di National Geographic tahun 1933, penelitian ilmiah mendalam justru jarang dilakukan. Salah satu penyebabnya adalah kabut pesisir yang kerap menutupi area tersebut, membuat pemetaan manual sangat sulit.

Professor Charles Stanish dari University of South Florida, salah satu penulis senior penelitian ini, menjelaskan bahwa drone membuka akses visual yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.

“Begitu kami mendapatkan gambar udara beresolusi tinggi, pola matematisnya langsung terlihat jelas,” katanya. Temuan ini juga sekaligus meluruskan banyak spekulasi tak berdasar yang selama ini berkembang secara daring.

Setelah menguatkan dugaan bahwa situs ini berfungsi untuk penyimpanan dan distribusi, tim peneliti kini berfokus menganalisis lebih banyak sampel tumbuhan, terutama jenis-jenis tanaman obat yang ditemukan di sekitar lokasi.

“Semakin banyak plant material yang kami identifikasi, semakin menarik pula gambaran fungsi Monte Sierpe di masa lalu,” ujar Stanish.

Penelitian ini bukan hanya membantu memecahkan misteri panjang, tetapi juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Andes kuno menciptakan teknologi sosial untuk mempertemukan komunitas dan mengelola sumber daya.

Para ahli menilai temuan ini sebagai langkah penting dalam mengembalikan narasi sejarah Andes kepada akar pengetahuan masyarakat adat.

Dengan data lebih lengkap, Monte Sierpe yang dulu hanya dikenal sebagai rangkaian lubang misterius kini semakin dekat untuk dipahami sebagai pusat interaksi ekonomi dan sosial yang penting bagi masyarakat prasejarah Peru.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Baru Ungkap Rahasia di Balik Leher dan Kaki Panjang Jerapah

Penelitian Baru Ungkap Rahasia di Balik Leher dan Kaki Panjang Jerapah

Tekno | Selasa, 11 November 2025 | 18:22 WIB

Penelitian Ungkap Faktor Manusia di Balik Terkuncinya Kekeringan Amerika Barat Daya

Penelitian Ungkap Faktor Manusia di Balik Terkuncinya Kekeringan Amerika Barat Daya

News | Kamis, 14 Agustus 2025 | 14:19 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap Bulan Masih Aktif Secara Geologis

Penelitian Terbaru Ungkap Bulan Masih Aktif Secara Geologis

Tekno | Rabu, 12 Februari 2025 | 15:25 WIB

Terkini

XLSMART Catat Pendapatan Tembus Rp11,84 Triliun di Awal 2026, Berkat Integrasi dan Ekspansi 5G

XLSMART Catat Pendapatan Tembus Rp11,84 Triliun di Awal 2026, Berkat Integrasi dan Ekspansi 5G

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:11 WIB

TWS Gaming Nubia GT Buds Debut: Desain Futuristik, Baterai Diklaim Tahan 40 Jam

TWS Gaming Nubia GT Buds Debut: Desain Futuristik, Baterai Diklaim Tahan 40 Jam

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:02 WIB

Tantang POCO X8 Pro Max dan Xiaomi 17T Series, iQOO 15T Pamer Fitur Ray Tracing

Tantang POCO X8 Pro Max dan Xiaomi 17T Series, iQOO 15T Pamer Fitur Ray Tracing

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21 WIB

15 HP Android Terbaru 2026 dari yang Termurah hingga Flagship, Mana Pilihanmu?

15 HP Android Terbaru 2026 dari yang Termurah hingga Flagship, Mana Pilihanmu?

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:12 WIB

iQOO Neo 12 Diprediksi Bawa Chip Terkencang Qualcomm, Harga Bakal Lebih Mahal?

iQOO Neo 12 Diprediksi Bawa Chip Terkencang Qualcomm, Harga Bakal Lebih Mahal?

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:45 WIB

Daftar HP Samsung yang Kebagian One UI 9 Berbasis Android 17, Cek Galaxy Kamu Masuk atau Tidak

Daftar HP Samsung yang Kebagian One UI 9 Berbasis Android 17, Cek Galaxy Kamu Masuk atau Tidak

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:21 WIB

4 Pilihan Samsung Galaxy S Series yang Turun Harga 2026, S25 Ultra Anjlok sampai 4 Juta

4 Pilihan Samsung Galaxy S Series yang Turun Harga 2026, S25 Ultra Anjlok sampai 4 Juta

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:43 WIB

Motorola Razr Fold FIFA World Cup 26 Edition Rilis di Asia, Ada Logo Emas 24 Karat

Motorola Razr Fold FIFA World Cup 26 Edition Rilis di Asia, Ada Logo Emas 24 Karat

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:13 WIB

Alat Pelacak Moto Tag 2 Rilis: Pesaing Apple AirTag, Baterai Tahan 600 Hari

Alat Pelacak Moto Tag 2 Rilis: Pesaing Apple AirTag, Baterai Tahan 600 Hari

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:05 WIB

5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian

5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:54 WIB