Ilmuwan Perkirakan Gunung Bawah Laut Teraktif di Pasifik Meletus pada 2026

Ruth Meliana | Suara.com

Rabu, 19 November 2025 | 12:32 WIB
Ilmuwan Perkirakan Gunung Bawah Laut Teraktif di Pasifik Meletus pada 2026
Area Axial Seamount (USGS/Public Domain)

Suara.com - Para peneliti kembali memperbarui prediksi tentang waktu letusan Gunung Axial Seamount, gunung api bawah laut paling aktif di timur laut Pasifik. Berdasarkan data terbaru, letusan diperkirakan terjadi pada pertengahan hingga akhir 2026—lebih lambat dari prediksi sebelumnya yang memproyeksikan aktivitas erupsi pada 2025.

Gunung Axial Seamount terletak di sepanjang Punggungan Juan de Fuca, di lepas pantai Oregon, Amerika Serikat. Lokasinya berada pada batas lempeng yang terus bergerak menjauh, membuat gunung api ini menjadi salah satu yang paling dipantau di dunia. Aktivitasnya tercatat meletus pada 1998, 2011, dan terakhir pada 2015.

Menurut Bill Chadwick dari Oregon State University, perubahan prediksi terjadi setelah para peneliti menemukan bahwa penggembungan dasar laut—indikator utama naiknya magma—berjalan lebih lambat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2024, tingkat inflasi gunung ini sempat mencapai 95 persen dari kondisi menjelang erupsi 2015. Namun memasuki April 2025, laju inflasi kembali menurun, memaksa para ilmuwan meninjau ulang perhitungan mereka.

Mengutip alam pembaruan blog yang ditulisnya pada Oktober 2025, Chadwick mengungkap bahwa ambang inflasi yang diperlukan tampaknya lebih tinggi dari perkiraan semula.

Ia membandingkan pola ini dengan perilaku Gunung Krafla di Islandia, di mana setiap erupsi membuat kerak bumi di sekitarnya semakin padat sehingga magma membutuhkan tekanan lebih besar untuk dapat menerobos ke permukaan.

Chadwick memperkirakan ambang inflasi untuk letusan berikutnya bisa bertambah hingga sekitar 20 sentimeter dari ambang tahun 2015. Meski disebut sebagai “tebakan terdidik”, estimasi ini didasarkan pada pola historis beberapa gunung api yang menunjukkan perilaku serupa.

Sementara itu, kelompok ilmuwan dari Geohazards Crisis Observatory tengah menjalankan eksperimen jangka panjang untuk menguji kemampuan memprediksi letusan Axial secara real time. Mereka berupaya mengembangkan model prediksi berbasis fisika yang lebih transparan dan bebas dari bias.

Untuk itu, setiap bulan mereka membuat prediksi tertulis yang kemudian langsung di-hash secara kriptografi dan diarsipkan sebelum dipublikasikan. Cara ini memastikan tidak ada perubahan data setelah prediksi dibuat.

Para peneliti akan membandingkan seluruh prediksi tersebut setelah letusan berikutnya terjadi. Langkah ini diharapkan dapat membuktikan keandalan metode baru sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap perkiraan ilmiah.

Axial Seamount menjadi tempat ideal untuk eksperimen ini karena merupakan salah satu gunung api bawah laut yang paling lengkap dipantau di dunia.

Lokasinya dilengkapi dengan jaringan sensor tekanan dasar laut dan seismometer yang terus merekam aktivitas gempa dan perubahan permukaan dasar laut. Data rinci semacam ini memberi kesempatan langka bagi ilmuwan untuk mempelajari tanda-tanda aktivitas pra-erupsi secara mendalam.

Meski letusan yang akan datang tidak dapat dicegah, kemampuan memprediksi waktu terjadinya dengan lebih akurat dinilai sangat penting. Perbaikan sistem peringatan dapat membantu meminimalkan risiko terhadap kapal, penelitian laut, serta infrastruktur oseanik yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Para ilmuwan menegaskan bahwa fokus utama bukan sekadar menebak waktu letusan Axial berikutnya, tetapi membangun kerangka prediksi yang lebih kuat dan dapat digunakan untuk mempelajari gunung api lain di seluruh dunia.

Jika eksperimen ini berhasil, metode baru itu bisa menjadi langkah besar dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana vulkanik—baik di laut maupun di daratan.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Terdepan di Asia Pasifik dalam Transisi Energi, Kalahkan Rata-rata Regional

Indonesia Terdepan di Asia Pasifik dalam Transisi Energi, Kalahkan Rata-rata Regional

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 09:48 WIB

CC PLN 123 Borong 8 Penghargaan Tingkat Asia Pasifik, Wujud Keberhasilan Layanan Pelanggan

CC PLN 123 Borong 8 Penghargaan Tingkat Asia Pasifik, Wujud Keberhasilan Layanan Pelanggan

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 20:08 WIB

Negara Apa Saja yang Termasuk Ring of Fire? Ini Daftarnya

Negara Apa Saja yang Termasuk Ring of Fire? Ini Daftarnya

Lifestyle | Kamis, 31 Juli 2025 | 15:24 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Tablet Android selain Xiaomi dan Huawei, Harga di Bawah 5 Juta

5 Rekomendasi Tablet Android selain Xiaomi dan Huawei, Harga di Bawah 5 Juta

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 15:10 WIB

8 Langkah Matikan Iklan di HP Xiaomi untuk Semua Aplikasi Bawaan Pengguna

8 Langkah Matikan Iklan di HP Xiaomi untuk Semua Aplikasi Bawaan Pengguna

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 14:58 WIB

5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15

5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 13:02 WIB

5 Tablet Layar AMOLED dengan RAM Besar, Ideal untuk Editing dan Gaming Berat

5 Tablet Layar AMOLED dengan RAM Besar, Ideal untuk Editing dan Gaming Berat

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 11:58 WIB

5 HP Murah Rp2 Jutaan RAM 12 GB, Performa Stabil Saingi Flagship

5 HP Murah Rp2 Jutaan RAM 12 GB, Performa Stabil Saingi Flagship

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 10:45 WIB

Raja Gaming Baru? Lenovo Legion Y70 2026 Bawa Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai Monster

Raja Gaming Baru? Lenovo Legion Y70 2026 Bawa Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai Monster

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 09:56 WIB

Update Harga HP Entry-Level Vivo Mei 2026, Spek Oke Mulai Rp1 Jutaan

Update Harga HP Entry-Level Vivo Mei 2026, Spek Oke Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 08:47 WIB

5 HP Xiaomi Rp1 Jutaan dengan Fitur NFC untuk Transaksi Digital Lancar

5 HP Xiaomi Rp1 Jutaan dengan Fitur NFC untuk Transaksi Digital Lancar

Tekno | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48 WIB

Tanda-tanda WhatsApp Disadap dan Tips Mengamankannya

Tanda-tanda WhatsApp Disadap dan Tips Mengamankannya

Tekno | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:33 WIB

51 Kode Redeem FF Terbaru 10 Mei 2026: Sikat Cepat SG2 Rapper Underworld dan MP40 Cobra

51 Kode Redeem FF Terbaru 10 Mei 2026: Sikat Cepat SG2 Rapper Underworld dan MP40 Cobra

Tekno | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:30 WIB