Studi Ungkap Pemilik Peliharaan Sering Percaya Anjing dan Kucingnya Punya Emosi

Husna Rahmayunita

Senin, 01 Desember 2025 | 14:47 WIB
Studi Ungkap Pemilik Peliharaan Sering Percaya Anjing dan Kucingnya Punya Emosi
Ilustrasi anjing & kucing sebagai hewan peliharaan (Pexels)

Suara.com - Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa banyak pemilik hewan peliharaan, terutama pemilik kucing dan anjing, percaya bahwa hewan mereka mampu merasakan emosi kompleks seperti rasa cemburu, bangga, malu, hingga bersalah.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Anthrozoos. Penelitian tersebut tidak hanya menyoroti hubungan emosional antara manusia dan hewan, tetapi juga menunjukkan bahwa persepsi pemilik sering dipengaruhi kondisi sosial dan psikologis mereka sendiri.

Mengutip Earth.com (29/11/2025), studi yang dipimpin oleh Elizabeth S. Paul, ilmuwan perilaku dari University of Bristol, melibatkan 261 pemilik anjing atau kucing di Inggris barat daya. Semua peserta berusia minimal 30 tahun dan tinggal di rumah tangga biasa.

Mereka diminta mengisi kuesioner tentang kehidupan sosial mereka, tingkat keterikatan dengan hewan peliharaan, serta jenis emosi yang mereka yakini dimiliki hewan tersebut.

Peneliti mengamati kecenderungan anthropomorphism, yaitu ketika manusia menganggap hewan memiliki pikiran dan perasaan layaknya manusia. Meskipun hal ini umum terjadi, studi baru ini menggali lebih dalam alasan mengapa sebagian pemilik mengatribusikan emosi yang lebih rumit kepada hewan mereka.

Menurut Paul, salah satu faktornya adalah sociality motivation—dorongan seseorang untuk mencari hubungan sosial. Ketika seseorang merasa kurang terhubung dengan manusia, mereka lebih mungkin mencari kedekatan emosional lewat hewan peliharaan.

Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa orang kesepian lebih sering menggambarkan hewan peliharaan mereka dengan sifat manusiawi.

Penelitian terdahulu, yang sebagian besar dilakukan pada mahasiswa, menunjukkan bahwa baik mereka yang kronis merasa kesepian maupun yang sesaat diingatkan tentang kesepian, cenderung melihat hewan sebagai sumber kenyamanan emosional. Studi terbaru ini memperluas temuan tersebut pada populasi yang lebih beragam secara usia dan kondisi hidup.

Kuesioner dalam penelitian ini menilai dua jenis kondisi sosial. Pertama ada Structural Social Disconnection, yaitu seberapa banyak interaksi sosial yang dimiliki seseorang, seperti jumlah orang yang tinggal serumah dan seberapa sering mereka bertemu teman atau kolega.

Kedua, Interpersonal sensitivity, atau kecemasan dalam hubungan sosial dekat—semacam ketakutan akan penolakan atau kecanggungan sosial.

Hasilnya, peserta yang memiliki tingkat interpersonal sensitivity yang tinggi lebih sering menilai hewan peliharaan mereka sebagai makhluk yang dapat merasakan emosi kompleks. Mereka tidak hanya percaya hewan dapat merasakan emosi dasar seperti takut, marah, atau senang, tetapi juga perasaan yang biasanya diasosiasikan dengan manusia, seperti rasa cemburu, malu, kecewa, hingga sedih mendalam.

Studi ini menemukan perbedaan kecil antara pemilik anjing dan pemilik kucing. Pemilik anjing cenderung memberi penilaian lebih tinggi bahwa hewan mereka punya emosi rumit, sedangkan pemilik kucing lebih sering mengatribusikan emosi dasar.

Meski begitu, kedua kelompok sama-sama menilai hewan mereka mampu merasakan perasaan hangat seperti cinta dan empati, terutama peserta berusia lebih tua. Menariknya, usia tidak mempengaruhi tingkat keterikatan dengan hewan, tetapi mempengaruhi bagaimana mereka membayangkan emosi hewan tersebut.

Bagian lain dari kuesioner menanyakan siapa yang akan mereka datangi jika menghadapi situasi sulit, seperti sedang sakit atau berduka. Sebagian besar peserta masih mengakui bahwa dukungan manusia lebih kuat dibandingkan hewan peliharaan. Namun, lebih dari 40 persen menyebut bahwa dukungan emosional dari hewan mereka sama pentingnya dengan dukungan manusia di sekitar mereka.

Menurut penelitian, pemilik yang tinggal sendirian atau tidak bekerja lebih bergantung pada hewan peliharaan untuk dukungan emosional dibanding mereka yang bekerja atau memiliki anak di rumah.

Penelitian ini juga menyoroti bagaimana nurturance motivation, atau dorongan merawat makhluk lain, memengaruhi cara pemilik menafsirkan perilaku hewan mereka.

Pemilik yang tidak memiliki anak di rumah lebih mungkin membaca tindakan hewan peliharaan sebagai bentuk emosi kompleks. Misalnya, seekor anjing yang menunggu di depan pintu atau kucing yang menjauh mungkin diartikan sebagai rasa cemburu atau rasa bersalah, bukan sekadar kebiasaan.

Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan pemilik terhadap kehidupan emosional hewan peliharaan sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan sosial mereka sendiri.

Paul menegaskan bahwa penelitian ini tidak bermaksud menyatakan hewan benar-benar memiliki emosi rumit seperti manusia. Namun, data menunjukkan bahwa rasa keterhubungan sosial dan kecemasan interpersonal dapat mempengaruhi persepsi tersebut. Ia menyimpulkan bahwa berbagai jenis diskoneksi sosial “dapat mempengaruhi cara orang membayangkan pikiran hewan mereka.”

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Banyak Makanan Anjing Rumahan Tidak Penuhi Kebutuhan Gizi

Studi: Banyak Makanan Anjing Rumahan Tidak Penuhi Kebutuhan Gizi

Lifestyle | Rabu, 26 November 2025 | 15:43 WIB

Hubungan Kepemilikan Kucing dengan Kesehatan Mental, Benarkah Bisa Picu Gangguan Skizofrenia?

Hubungan Kepemilikan Kucing dengan Kesehatan Mental, Benarkah Bisa Picu Gangguan Skizofrenia?

Lifestyle | Senin, 17 November 2025 | 14:27 WIB

Bolehkah Anjing Makan Apel dan Pisang? Ini Daftar Buah yang Aman dan yang Harus Dihindari

Bolehkah Anjing Makan Apel dan Pisang? Ini Daftar Buah yang Aman dan yang Harus Dihindari

Your Say | Minggu, 16 November 2025 | 15:05 WIB

Terkini

4 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan untuk Gaming dan Streaming Sepuasnya

4 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan untuk Gaming dan Streaming Sepuasnya

Tekno | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:05 WIB

2 HP Android Desain Kamera Boba 2 Miring Mirip iPhone 15, Harga Cuman Rp1 Jutaan

2 HP Android Desain Kamera Boba 2 Miring Mirip iPhone 15, Harga Cuman Rp1 Jutaan

Tekno | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:45 WIB

Manfaatkan Teknologi iNaturalist, Cetak Naturalis Muda dan Data Konservasi Digital

Manfaatkan Teknologi iNaturalist, Cetak Naturalis Muda dan Data Konservasi Digital

Tekno | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:03 WIB

5 HP Android Mirip iPhone 17 Pro: Desain Mewah, Harga Merakyat Mulai Rp1 Jutaan

5 HP Android Mirip iPhone 17 Pro: Desain Mewah, Harga Merakyat Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10 WIB

Intel Arc G-Series Resmi Meluncur, Prosesor Gaming Handheld Terbaru dengan Baterai Lebih Awet

Intel Arc G-Series Resmi Meluncur, Prosesor Gaming Handheld Terbaru dengan Baterai Lebih Awet

Tekno | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:52 WIB

Daftar HP Android yang Tidak Bisa Pakai WhatsApp per September 2026

Daftar HP Android yang Tidak Bisa Pakai WhatsApp per September 2026

Tekno | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:46 WIB

Internet Bisnis dan Monitoring Jaringan Real-Time dari Telkom Solution

Internet Bisnis dan Monitoring Jaringan Real-Time dari Telkom Solution

Tekno | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:29 WIB

5 Tablet SIM Card Murah Terbaik untuk Hiburan dan Produktivitas Lancar Jaya

5 Tablet SIM Card Murah Terbaik untuk Hiburan dan Produktivitas Lancar Jaya

Tekno | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:06 WIB

Jakarta Sky Fun Run 2026 Dorong Smart City Berkelanjutan

Jakarta Sky Fun Run 2026 Dorong Smart City Berkelanjutan

Tekno | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:34 WIB

Gamer Indonesia Siap-siap Ragnarok Online Classic Buka Server EDDGA dengan Progres Cepat

Gamer Indonesia Siap-siap Ragnarok Online Classic Buka Server EDDGA dengan Progres Cepat

Tekno | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:26 WIB