Hubungan Kepemilikan Kucing dengan Kesehatan Mental, Benarkah Bisa Picu Gangguan Skizofrenia?

Agatha Vidya Nariswari

Senin, 17 November 2025 | 14:27 WIB
Hubungan Kepemilikan Kucing dengan Kesehatan Mental, Benarkah Bisa Picu Gangguan Skizofrenia?
Ilustrasi kucing (Pexels)

Suara.com - Sebuah analisis terbaru kembali menghangatkan perdebatan lama soal hubungan antara memelihara kucing dan risiko gangguan terkait skizofrenia.

Studi yang dirangkum oleh para peneliti di Queensland Centre for Mental Health Research, Australia, meninjau 17 penelitian dari 11 negara dalam kurun waktu lebih dari 40 tahun dan menemukan adanya kaitan yang patut diperhatikan.

Mengutip dari Science Alert (16/11/2025), hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa orang yang pernah memiliki atau sering terpapar kucing berpeluang dua kali lebih besar mengalami kondisi yang berhubungan dengan skizofrenia. Temuan ini disebut sebagai salah satu tinjauan paling menyeluruh sejauh ini.

Meski begitu, para peneliti, dipimpin psikiater John McGrath, menekankan bahwa temuan ini bukan kesimpulan akhir. Mereka mengingatkan bahwa diperlukan riset yang lebih ketat sebelum publik membuat interpretasi yang terlalu jauh. Menurut mereka, banyak penelitian yang dianalisis memiliki kualitas yang tidak merata dan beberapa di antaranya masih menyisakan pertanyaan metodologis.

Isu hubungan kucing dan skizofrenia sebenarnya bukan hal baru. Mengutip Science Alert (16/11/2025), sejak 1995 sejumlah ilmuwan sudah mengusulkan kemungkinan keterkaitan tersebut, terutama karena adanya parasit Toxoplasma gondii—organisme yang dapat hidup di tubuh kucing dan menular ke manusia melalui feses hewan tersebut, makanan yang kurang matang, atau air yang terkontaminasi.

Parasit ini diperkirakan menginfeksi puluhan juta orang, khususnya di Amerika Serikat, sering kali tanpa gejala.

Dalam tubuh manusia, T. gondii dapat masuk ke sistem saraf pusat dan mempengaruhi kerja neurotransmiter. Beberapa penelitian sebelumnya mengaitkan parasit ini dengan perubahan kepribadian, munculnya gejala psikotik, hingga gangguan neurologis tertentu.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa temuan-temuan tersebut hanyalah asosiasi, bukan bukti langsung bahwa parasit tersebut menyebabkan skizofrenia.

Menurut McGrath dan timnya, dari berbagai studi yang ditinjau, sebagian besar menunjukkan adanya hubungan positif antara paparan kucing dan gangguan serupa skizofrenia.

baca juga

Namun, konsistensi temuan tersebut masih lemah. Sebanyak 15 dari 17 penelitian dalam tinjauan ini merupakan studi kasus-kontrol—jenis penelitian yang memang tidak dirancang untuk membuktikan sebab-akibat. Di samping itu, banyak variabel lain yang mungkin turut mempengaruhi hasil, seperti kondisi kesehatan lain, lingkungan tempat tinggal, hingga faktor genetik.

Salah satu studi misalnya tidak menemukan hubungan berarti antara kepemilikan kucing sebelum usia 13 tahun dan risiko skizofrenia. Namun, ketika periode kepemilikan dibatasi pada rentang usia 9 hingga 12 tahun, barulah terlihat adanya kaitan yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa waktu paparan mungkin memainkan peran penting, meski sampai sekarang belum ada titik pasti yang disepakati.

Ada pula studi lain yang meneliti mahasiswa psikologi di AS. Penelitian tersebut tidak menemukan hubungan antara kepemilikan kucing dan peningkatan skor sifat-sifat terkait skizofrenia. Menariknya, mahasiswa yang pernah mengalami gigitan kucing justru menunjukkan skor yang lebih tinggi pada pengukuran tersebut.

Studi serupa pada kelompok yang terdiri dari individu dengan dan tanpa gangguan mental juga menemukan bahwa mereka yang pernah digigit kucing memiliki kecenderungan lebih besar menunjukkan pengalaman psikologis tertentu. Meski begitu, peneliti menduga faktor lain, seperti bakteri Pasteurella multocida, juga mungkin berperan.

Dengan beragam temuan yang tumpang tindih ini, McGrath dan koleganya berkesimpulan bahwa masih terlalu dini untuk menyatakan adanya hubungan sebab-akibat antara memelihara kucing dan gangguan terkait skizofrenia. Namun mereka sepakat bahwa pola-pola tertentu yang ditemukan layak ditelusuri lebih jauh.

Dalam laporan penutupnya, tim peneliti menegaskan perlunya penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kuat dan sampel yang lebih besar. Tujuannya adalah memastikan apakah paparan kucing benar-benar merupakan faktor yang dapat mempengaruhi risiko gangguan mental, atau sekadar kebetulan statistika yang dipengaruhi banyak faktor lain.

Bagi para pemilik kucing, temuan ini bukan alasan untuk panik. Para ahli sepakat bahwa penelitian saat ini belum cukup untuk menyarankan perubahan perilaku apa pun. Namun, riset-riset terbaru ini menunjukkan bahwa hubungan antara manusia, hewan peliharaan, dan kesehatan mental masih menyimpan banyak misteri yang layak terus dikaji.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemilik Anabul Wajib Tahu! 10 Kesalahan Ini Bikin Hewan Peliharaanmu Menderita

Pemilik Anabul Wajib Tahu! 10 Kesalahan Ini Bikin Hewan Peliharaanmu Menderita

Your Say | Selasa, 04 November 2025 | 18:10 WIB

Anjing Sering Gonggong, Kucing Suka Sembunyi? Bisa Jadi Itu Tanda Dia Lagi Stres: Ini Cara Nolongnya

Anjing Sering Gonggong, Kucing Suka Sembunyi? Bisa Jadi Itu Tanda Dia Lagi Stres: Ini Cara Nolongnya

Your Say | Selasa, 04 November 2025 | 10:51 WIB

Dari Sembunyi Sampai Rontok Bulu! Kenali 7 Tanda Stres Tersembunyi pada Hewan Peliharaanmu

Dari Sembunyi Sampai Rontok Bulu! Kenali 7 Tanda Stres Tersembunyi pada Hewan Peliharaanmu

Your Say | Minggu, 02 November 2025 | 13:10 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×