- Sharp Indonesia memperluas program daur ulang dengan meresmikan Reverse Vending Machine (RVM) kedua di Plaza Indonesia.
- RVM pertama di Mal Artha Gading berhasil mengumpulkan 2.065,98 kg sampah plastik dalam satu tahun operasional.
- Botol plastik yang terkumpul melalui mesin RVM akan diolah menjadi poin belanja dan beragam merchandise melalui kemitraan.
Suara.com - Sharp Indonesia resmi memperluas program daur ulang berbasis teknologi dengan menghadirkan mesin Reverse Vending Machine (RVM) di Plaza Indonesia.
Melalui kolaborasi bersama Plasticpay dan manajemen Plaza Indonesia, langkah ini menjadi ekspansi kedua setelah RVM pertama beroperasi di Mal Artha Gading sejak Agustus 2024.
RVM memungkinkan pengunjung menukarkan botol plastik menjadi poin belanja.
Hasil Nyata dari Titik Pertama
Selama satu tahun operasional di Mal Artha Gading, Sharp mencatat hasil yang signifikan.
Sebanyak 2.065,98 kilogram sampah plastik—setara dengan 110.480 botol—berhasil dikumpulkan melalui satu titik RVM saja.
Program ini juga mencatat 1.289 pengguna, 8.859 transaksi, serta distribusi 6.186.882 poin sebagai bentuk apresiasi bagi masyarakat yang berpartisipasi.
Dari sisi lingkungan, inisiatif ini berkontribusi pada pengurangan emisi hingga 10.937.520 gram CO serta penyelamatan lahan mencapai 1.745,58 meter persegi per 31 Oktober 2025.
Pencapaian tersebut menjadi alasan Sharp optimistis memperluas teknologi ramah lingkungan ini ke pusat perbelanjaan premium dengan mobilitas tinggi seperti Plaza Indonesia.
Teknologi yang Bikin Daur Ulang Makin Dekat dengan Masyarakat
“Melalui peluncuran RVM di Plaza Indonesia, kami ingin memberi contoh bahwa teknologi mampu menjadi solusi yang mudah diakses untuk mendorong kebiasaan daur ulang,” ujar Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager Sharp Indonesia, di Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Ia menegaskan bahwa inisiatif ini selaras dengan komitmen Sharp terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) dan upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Sharp juga mengungkapkan bahwa sekitar 50–60 persen material produk elektronik masih berbasis plastik.
Namun, perusahaan telah menggunakan 10–15 persen material daur ulang pada setiap produknya.
“Untuk itu, Sharp mencoba berkontribusi mengurangi sampah plastik dengan menghadirkan RVM,” katanya.
Dari Botol Menjadi Merchandise
![Kolaborasi Sharp Indonesia, Plaza Indonesia, dan Plasticpay hadirkan Reverse Vending Machine (RVM), di Jakarta, Rabu (3/12/2025). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/03/10597-reverse-vending-machine-rvm.jpg)
Botol plastik yang terkumpul dari RVM tidak hanya didaur ulang, tetapi juga akan diolah menjadi berbagai merchandise lewat kolaborasi lanjutan bersama Plasticpay.
Ke depan, Sharp juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan lebih banyak pihak, termasuk dalam pengolahan sampah elektronik.
“Rencananya kita mau menggandeng pihak-pihak lain untuk nanti mengolah sampah elektronik,” ujarnya.
Plaza Indonesia menyambut baik hadirnya RVM sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya daur ulang di lingkungan urban.
“Kolaborasi dengan Sharp dan Plasticpay merupakan langkah konkret kami untuk memperluas fasilitas daur ulang dan mengajak para pengunjung berkontribusi langsung terhadap pengurangan sampah plastik,” ungkap Pitra Zayanoza, Financial Controller General Manager Plaza Indonesia.
Sementara itu, Plasticpay menilai data satu tahun terakhir membuktikan bahwa masyarakat memiliki kesadaran tinggi bila diberi fasilitas yang praktis.
“Data satu tahun terakhir menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi jika diarahkan melalui solusi yang praktis dan terukur,” kata Yan Kurniawan, COO Plasticpay.
Yan optimistis penempatan RVM di Plaza Indonesia akan memperkuat ekosistem daur ulang dan meningkatkan volume plastik yang berhasil dikumpulkan.
Sharp berharap semakin banyak mesin RVM di ruang publik dapat membuat masyarakat lebih aktif dalam mengurangi sampah plastik.
Perusahaan menegaskan bahwa gerakan keberlanjutan bukan sekadar kampanye, melainkan investasi masa depan untuk mendukung budaya hidup ramah lingkungan di Indonesia.