Katsuhiro Harada Tinggalkan Bandai Namco Setelah 30 Tahun Bersama Tekken

Ruth Meliana

Rabu, 10 Desember 2025 | 11:56 WIB
Katsuhiro Harada Tinggalkan Bandai Namco Setelah 30 Tahun Bersama Tekken
Katsuhiro Harada, sosok penting di balik Game Tekken dan kesuksesan Bandai Namco (IGN)

Suara.com - Katsuhiro Harada, sosok ikonis di balik seri Tekken selama tiga dekade terakhir, resmi mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan Bandai Namco pada akhir 2025. Kabar tersebut muncul melalui pernyataan panjang yang ia unggah di media sosial, diikuti refleksi pribadi yang menyentuh tentang perjalanan kariernya. Keputusan ini disebut menjadi titik akhir dari bab penting dalam hidupnya sebagai kreator game.

Harada, kini berusia 55 tahun, dikenal sebagai wajah publik Tekken dan figur yang sangat dekat dengan komunitas fighting game. Dalam unggahannya, ia mengungkap bahwa kepergian sejumlah teman dekat, serta pensiunnya banyak rekan senior yang ia hormati, menjadi salah satu faktor yang membuatnya mempertimbangkan waktu yang tersisa sebagai seorang kreator. 

Selain itu, ia juga mengaku mendapat dorongan dan masukan dari Ken Kutaragi—sosok berjuluk “Bapak PlayStation”—yang memperkuat keputusannya untuk melangkah.

Meski meninggalkan Bandai Namco, Harada menegaskan bahwa ia belum pensiun total dari dunia game. Namun, ia belum mengungkap langkah selanjutnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Harada dengan perusahaan maupun proses pengembangan Tekken disebut mengalami tantangan. Seri terbaru, Tekken 8, menuai kontroversi dari komunitas pemain. Misalnya, keputusan Bandai Namco merilis DLC berbayar untuk sebuah arena pertandingan sempat memicu tuduhan “keserakahan korporat”. 

Harada turun tangan menenangkan komunitas, menjelaskan bahwa dirinya selama beberapa waktu terakhir fokus pada sisi pengembangan dan tidak terlibat dalam keputusan bisnis. Ia bahkan mengakui bahwa pemisahan antara tim developer dan tim publisher adalah kesalahan struktural.

Dalam pernyataannya saat itu, Harada mengaku gagal menjadi jembatan antara pengembang dan penerbit, sehingga beberapa keputusan tidak mempertimbangkan suara komunitas Tekken.

Harada berjanji meninjau ulang struktur tersebut agar lebih selaras dengan harapan pemain. Kejujurannya itu menjadi ciri khas Harada—terbuka, apa adanya, dan tidak ragu mengkritik kebijakan internal perusahaannya sendiri.

Dalam pesan perpisahannya, Harada mengenang awal kariernya ketika masih sering mengangkat kabinet arcade seorang diri dan berkeliling Jepang untuk menghadiri turnamen kecil. Ia juga ingat masa ketika komunitas internasional menyambutnya seperti teman lama, mengajaknya bertarung atau sekadar minum bersama setelah acara.

baca juga

Ia menyebut bahwa interaksi seperti itu membentuk identitasnya sebagai developer. “Percakapan dan suasana di tempat-tempat itu menjadi inti dari siapa saya sebagai kreator,” tulisnya, mengutip IGN (8/12/2025). Bahkan ketika Tekken tumbuh menjadi fenomena global, kedekatan dengan komunitas tetap menjadi bagian penting hidupnya.

Harada juga menceritakan bagaimana dalam empat hingga lima tahun terakhir, ia perlahan menyerahkan tanggung jawab teknis dan kreatif kepada generasi baru.

Ia menyebut telah berkesempatan bekerja di berbagai proyek, mulai dari VR Summer Lesson, Pokkén Tournament, hingga SoulCalibur. Semua pengalaman itu, katanya, menjadi pelajaran berharga dan tak tergantikan.

Harada bergabung dengan Namco pada awal 1990-an, jauh sebelum merger perusahaan yang melahirkan Bandai Namco. Sebagai staf junior, ia menghabiskan banyak waktu di arcade untuk mengamati bagaimana pemain merespons game Tekken sebelum versi konsol dirilis. Dari sinilah ia mulai dikenal sebagai figur yang kerap hadir di komunitas dan menjadi wajah Tekken.

Namanya semakin melambung ketika menjadi game director untuk Tekken 3 pada 1998. Game tersebut menjadi salah satu permainan fighting paling berpengaruh sepanjang masa, terjual lebih dari 8,3 juta kopi di PlayStation, dan menjadi judul terlaris kelima di konsol tersebut. Kesuksesan itu menempatkannya sebagai pemimpin kreatif Tekken, peran yang terus ia emban hingga kini.

Sementara itu, masa depan seri Tekken sedang berada di titik penting. Bandai Namco melaporkan bahwa Tekken 8 mencapai tiga juta penjualan dalam satu tahun—lebih cepat dibandingkan Tekken 7

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teaser Beredar, Tomb Raider Anyar Bakal Terungkap di The Game Awards 2025

Teaser Beredar, Tomb Raider Anyar Bakal Terungkap di The Game Awards 2025

Tekno | Rabu, 10 Desember 2025 | 11:51 WIB

27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Desember: Ada 300 Shards dan Pemain 112-115

27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Desember: Ada 300 Shards dan Pemain 112-115

Tekno | Rabu, 10 Desember 2025 | 11:20 WIB

58 Kode Redeem FF Terbaru 10 Desember: Diamond Gratis, Mythos Fist, dan Skin M60 Menanti

58 Kode Redeem FF Terbaru 10 Desember: Diamond Gratis, Mythos Fist, dan Skin M60 Menanti

Tekno | Rabu, 10 Desember 2025 | 08:55 WIB

Terkini

Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut

Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut

News | Senin, 27 Juli 2026 | 15:01 WIB

Red Bull Power Race Hadir di Indonesia, 24 Atlet Berebut Tiket ke Bangkok

Red Bull Power Race Hadir di Indonesia, 24 Atlet Berebut Tiket ke Bangkok

Sport | Senin, 27 Juli 2026 | 15:01 WIB

Misteri Sutrimo Tewas di Depan Klinik, Polisi Minta Keluarga Lapor Jika Ada Kejanggalan

Misteri Sutrimo Tewas di Depan Klinik, Polisi Minta Keluarga Lapor Jika Ada Kejanggalan

News | Senin, 27 Juli 2026 | 15:00 WIB

Belajar dari Pemilu: Kualitas Calon Pemimpin Tak Boleh Jadi Kompromi

Belajar dari Pemilu: Kualitas Calon Pemimpin Tak Boleh Jadi Kompromi

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 15:00 WIB

The Body Keeps the Score: Ketika Tubuh Menyimpan Luka yang Tak Terhapus

The Body Keeps the Score: Ketika Tubuh Menyimpan Luka yang Tak Terhapus

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 14:55 WIB

BGN Bersih-Bersih Pegawai Bermasalah, Ada yang Diduga Ngentit Duit MBG hingga Terlibat Judol

BGN Bersih-Bersih Pegawai Bermasalah, Ada yang Diduga Ngentit Duit MBG hingga Terlibat Judol

News | Senin, 27 Juli 2026 | 14:53 WIB

Katy Perry Protes ke Gedung Putih, Lagu Firework Jadi Backsound Video Serangan Amerika ke Iran

Katy Perry Protes ke Gedung Putih, Lagu Firework Jadi Backsound Video Serangan Amerika ke Iran

News | Senin, 27 Juli 2026 | 14:52 WIB

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Pengeroyokan Pria yang Diduga Curi Ayam di Tabanan

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Pengeroyokan Pria yang Diduga Curi Ayam di Tabanan

News | Senin, 27 Juli 2026 | 14:50 WIB

Sesepuh JI Buka Suara Soal Pemberantasan Korupsi, Dibuat Usai eks Jampidsus Ditetapkan Tersangka

Sesepuh JI Buka Suara Soal Pemberantasan Korupsi, Dibuat Usai eks Jampidsus Ditetapkan Tersangka

Jawa Tengah | Senin, 27 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Lagi Diisolasi, Febrie Adriansyah Mulai Jalani Hari-hari Bersama Tahanan KPK

Tak Lagi Diisolasi, Febrie Adriansyah Mulai Jalani Hari-hari Bersama Tahanan KPK

News | Senin, 27 Juli 2026 | 14:45 WIB

×