Tren Wall Friction di TikTok Bikin Benda Nempel di Dinding, Ini Faktanya

Ruth Meliana

Selasa, 16 Desember 2025 | 13:27 WIB
Tren Wall Friction di TikTok Bikin Benda Nempel di Dinding, Ini Faktanya
Wall Friction Trick yang sedang viral di TikTok (TikTok/@boredandinheat/@dailydoseoflaughs521)

Suara.com - Sebuah tren unik berbasis sains tengah ramai di TikTok sejak awal Desember 2025. Tren yang dikenal sebagai wall friction trick ini memperlihatkan para pengguna menempelkan berbagai benda ke dinding tanpa perekat—mulai dari pensil, botol lotion, hingga kursi kayu berukuran anak-anak. Meski terlihat seperti sulap atau prank, fenomena ini ternyata memanfaatkan prinsip fisika sederhana, yakni gaya gesek.

Tren tersebut dengan cepat menyebar di media sosial setelah sejumlah kreator mengunggah video eksperimen mereka. Banyak dari mereka awalnya mengaku tidak percaya, namun terkejut ketika benda yang digesekkan ke dinding benar-benar bisa menempel selama beberapa saat. Video-video ini pun mengundang jutaan penonton dan ribuan komentar yang bercampur antara kagum dan heran.

Salah satu kreator yang paling banyak dibicarakan adalah user TikTok bernama @boredandinheat. Dalam videonya yang ditonton lebih dari 13 juta kali, ia memperlihatkan berbagai benda yang berhasil ditempelkan ke dinding rumahnya, termasuk makanan ringan, botol kecil, hingga sebuah kursi kayu. Meski berhasil, ia mengakui ada konsekuensi kecil berupa bekas goresan pada cat dinding.

Reaksi serupa juga datang dari kreator lain. User @andreamarie429, misalnya, mencoba menempelkan pensil dan dispenser selotip ke dinding.

Dalam keterangannya, ia berseloroh bahwa eksperimen tersebut kemungkinan besar akan “mengorbankan” uang jaminan sewa rumahnya. Komentar warganet pun ramai menanggapi dengan candaan serupa, terutama dari sesama penyewa rumah.

Di balik viralnya tren ini, wall friction trick terjadi akibat prinsip fisika dasar yang bekerja karena kombinasi tekanan, panas, dan gaya gesek statis.

Ketika sisi datar suatu benda digesekkan ke dinding secara vertikal dengan tekanan cukup kuat, terjadi gesekan antara permukaan benda dan dinding. Gesekan ini menghasilkan panas dalam jumlah kecil yang dapat melunakkan lapisan paling luar cat dinding.

Wall friction trick melibatkan menggesekkan benda seperti pulpen atau highlighter ke dinding secara vertikal, sehingga benda tersebut bisa "nempel" sementara tanpa jatuh. 

Ketika benda digosok ke atas dinding dengan tekanan, gesekan statis muncul dan melawan gravitasi, menciptakan gaya normal yang cukup kuat untuk menahan benda di posisi tersebut. Gesekan ini lebih besar saat permukaan benda dan dinding kasar atau lengket, sehingga koefisien gesekan (μ\muμ) meningkat.

baca juga

Lapisan cat yang sedikit melunak kemudian membentuk semacam “segel” sementara dengan permukaan benda. Segel inilah yang, bersama gaya gesek statis, mampu menahan benda agar tidak langsung jatuh meskipun melawan gaya gravitasi. Namun, efek ini hanya bersifat sementara dan sangat bergantung pada jenis permukaan, tekanan, serta kondisi cat dinding.

Gaya gesek statis muncul ketika dua permukaan bersentuhan tanpa bergerak relatif satu sama lain. Selama gaya gesek statis masih lebih besar daripada gaya tarik gravitasi pada benda, benda tersebut akan tetap berada di tempatnya. Namun, begitu segel melemah atau tekanan berkurang, benda akan jatuh.

Meski dinilai menarik dan relatif aman dibanding tren ekstrem lain di TikTok, wall friction trick tetap menuai kekhawatiran. Risiko terbesar bukan pada keselamatan pengguna, melainkan pada kerusakan properti. Banyak video dan komentar menunjukkan cat dinding yang terkelupas, tergores, atau meninggalkan bekas gelap setelah eksperimen dilakukan.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi mereka yang tinggal di rumah sewaan atau yang melakukannya di tempat umum seperti ruangan sekolah. Beberapa pengguna bahkan saling mengingatkan untuk tidak mencoba tren ini jika tidak ingin merusak lapisan cat yang ada pada dinding.

Sebagian warganet juga mengaku skeptis. Ada yang merasa “seperti sedang dikerjai” sebelum mencobanya sendiri, sementara yang lain memilih menahan diri karena khawatir meninggalkan bekas permanen di dinding rumah. Tren ini dipandang sebagai contoh bagaimana konsep sains dasar bisa terjadi secara langsung di sekitar kita.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Sekolah Jadi Ajang Konten: Tren Makeup di Kalangan Pelajar Tuai Pro Kontra

Saat Sekolah Jadi Ajang Konten: Tren Makeup di Kalangan Pelajar Tuai Pro Kontra

Your Say | Selasa, 16 Desember 2025 | 12:29 WIB

Mengenal Dry Brushing: Tren Kecantikan yang Mengubah Kulit Anda!

Mengenal Dry Brushing: Tren Kecantikan yang Mengubah Kulit Anda!

Lifestyle | Senin, 15 Desember 2025 | 18:06 WIB

Kaleidoskop 2025: 8 Lagu Indonesia Paling Viral, Tak Semuanya Baru Dirilis

Kaleidoskop 2025: 8 Lagu Indonesia Paling Viral, Tak Semuanya Baru Dirilis

Entertainment | Senin, 15 Desember 2025 | 18:00 WIB

Terkini

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

×