Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik, Mengapa Kemkomdigi Tak Boleh Serampangan?

Liberty Jemadu | Suara.com

Kamis, 08 Januari 2026 | 12:55 WIB
Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik, Mengapa Kemkomdigi Tak Boleh Serampangan?
Registrasi kartus SIM berbasis data biometrik diminta untuk tidak diterapkan secara terburu-buru. [Suara.com/Rochmat]
  • Kemkomdigi akan menerapkan registrasi kartu SIM berbasis data biometrik mulai 1 Januari 2025 secara bertahap dengan fokus infrastruktur dulu.
  • Data biometrik meliputi karakteristik fisik permanen dan memiliki risiko besar seperti pencurian identitas seumur hidup jika bocor.
  • Penerapan harus hati-hati, perlu persiapan infrastruktur memadai terutama di wilayah 3T dan tanpa penyimpanan ulang data oleh operator.

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Digital atau Kemkomdigi resmi menerapkan registrasi kartu SIM berbasis data biometrik per 1 Januari 2026 secara bertahap. Komdigi mengatakan tahap pertama, para operator diminta menyiapkan infrastruktur pendukung registrasi biometrik.

Pada 2026, khususnya 6 bulan pertama, fokus penerapan diarahkan di gerai operator seluler agar masyarakat dapat memperoleh pendampingan langsung saat registrasi kartu SIM menggunakan data biometrik, dalam hal ini data wajah. Lalu di Semester II registrasi kartu SIM sudah wajib

Tapi kebijakan Komdigi ini dinilai serampangan. Terlalu terburu-buru serta memaksakan. Alasannya karena penerapan registrasi berbasis biometrik, meski lebih aman untuk mencegah penipuan online, tapi berisiko jika tidak dilakukan dengan benar.

Belum lagi adanya risiko pengabaian terhadap mereka yang masih menggunakan teknologi lama seperti 2G dan tidak bisa mengakses ponsel pintar atau smartphone. Lalu apa yang sebenarnya data biometrik dan apa saja risiko di baliknya? Dan apa yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah?

Apa itu data biometrik?

Menurut perusahaan keamanan Kaspersky, biometrik adalah pengukuran biologis. Data biometrik karenanya adalah data berbasis karakteristik fisik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi individu.

Yang paling umum adalah data wajah, sidik jari hingga retina. Tapi data biometrik sebenarnya lebih dari itu, mencakup bentuk telinga, bau badan, ekspresi bahkan DNA.

Secara umum ada tiga jenis data biometrik: biologis, morfologis dan perilaku.

Biometrik biologis mencakup data genetik dan molekuler seperti DNA atau darah Anda. Data ini bisa diakses melalui sampel cairan tubuh Anda. Sementara morfologi melibatkan ciri fisik seperti mata, sidik jari, atau bentuk wajah.

Sementara biometrik perilaku didasarkan pada pola perilaku unik setiap orang seperti cara berjalan, berbicara, atau bahkan mengetik di keyboard.

Ada tiga jenis data biometrik, mulai dari biologis, morfologi hingga perilaku. [Suara.com/Rochmat]
Ada tiga jenis data biometrik, mulai dari biologis, morfologi hingga perilaku. [Suara.com/Rochmat]

Risiko lebih besar

Satu hal yang bisa disimpulkan dari data biometrik: sifatnya permanen dan tak bisa diubah. Contohnya, ketika password kita dicuri hacker yang perlu kita lakukan hanya mengubah password. Tetapi ketika data biometrik seperti foto wajah atau sidik jari dirampas - yang mana data-data ini tak bisa diubah - risikonya lebih mengerikan seumur hidup.

Karena biometrik lebih aman, data-datanya juga sangat diburu oleh para peretas atau penjahat digital. Salah satu contoh terbaru adalah pencurian lebih dari 4 miliar data di kepolisian China pada Juni 2025 kemarin. Termasuk dalam data-data yang dicuri adalah informasi biometrik warga.

Menurut Mohamed Lazzouni dari Aware.inc - sebuah perusahaan biometrik di Boston, AS - ada dua risiko utama dari data biometrik. Pertama adalah pencurian identitas (Identity Theft), ketika data-data biometrik kita dirampas dan digunakan untuk mengakses aplikasi atau rekening bank tanpa hak atau secara ilegal.

Kedua Credential Stuffing Attacks, yakni ketika kriminal digital merampas data-data biometrik kita bersama data-data rahasia lainnya, dan dimanfaatkan untuk membobol sistem tertentu.

Adapun para hacker bisa mencuri data-data biometrik menggunakan teknik standar seperti pembobolan pusat data, malware, phising, spoofing memanfaatkan deep fake, hingga sesederhana meretas pihak ketiga atau perantara - dalam kasus di Indonesia misalnya membobol ponsel pemilik toko pulsa untuk mencuri data biometrik pembeli kartu SIM.

Masalah khas biometrik di Indonesia

Indonesia memiliki masalah yang khusus soal pengumpulan data biometrik, selain tentu saja keamanan data yang diragukan menyusul terjadinya sejumlah kebocoran data dalam skala besar beberapa tahun terakhir.

Salah satu masalah khas Indonesia terkait biometrik adalah adanya risiko pengabaian masyarakat yang tinggal di daerah terpencil atau 3T (tertinggal, terdepan, terluar), terutama mereka yang masih menggunakan gawai dengan teknologi 2G.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), hingga 2023 masih terdapat 154.416 infrastruktur BTS 2G yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, terutama di daerah terpencil.

Bahkan di 2023, masih ada 681 infrastruktur BTS 2G yang dibangun di Aceh. Sementara Provinsi Jawa Barat masih menduduki jumlah infrastruktur BTS 2G terbanyak pada tahun 2023 yaitu sejumlah 25.327.

“Ada keterbatasan akses biometrik di wilayah-wilayah tertentu,” kata Komisioner Ombudsman RI 2016-2021, Alamsyah Saragih.

Registrasi kartus SIM berbasis data biometrik diminta untuk tidak diterapkan secara terburu-buru. [Suara.com/Rochmat]
Registrasi kartus SIM berbasis data biometrik diminta untuk tidak diterapkan secara terburu-buru. [Suara.com/Rochmat]

Kedua, seperti disampaikan Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi, soal kesiapan infrastruktur dan data di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai pemilik basis data biometrik nasional.

Menurutnya kualitas data biometrik lama saat perekaman awal e-KTP juga dapat menyebabkan false rejection pada sistem face recognition (FR) karena data tersebut diambil sekitar 2014.

Ketiga, ada risiko data-data ini disalahgunakan oleh pihak berwenang untuk pengawasan massal - seperti yang terjadi di Tiongkok.

Apa yang harus dilakukan?

Heru mengatakan pemerintah tak perlu terburu-buru menerapkan kebijakan ini. Menurutnya perlu persiapan yang matang, termasuk di sisi infrastruktur di wilayah terpencil dan sosialisasi sebelum registrasi SIM berbasis biometrik ini diterapkan.

"Oleh karena itu, pemerintah perlu menerapkan pendekatan asimetris antara lain registrasi SIM berbasis gerai atau offline dengan perangkat FR portabel, integrasi layanan Dukcapil–Operator di tingkat kecamatan/desa, dan transisi bertahap, di mana wilayah 3T dan wilayah kena bencana diberi masa adaptasi lebih panjang," kata Heru.

Selain itu Heru juga mewanti-wanti para operator seluler untuk tidak menyimpan data biometrik warga saat konsumen melakukan registrasi kartu SIM, untuk menekan risiko kebocoran dan penyalahgunaan data.

"Mekanisme registrasi biometrik ini harus bersifat data minimization, yakni face recognition hanya digunakan untuk verifikasi (1:1 matching), bukan penyimpanan ulang oleh operator," tutup Heru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komdigi: Registrasi Kartu SIM dengan Data Wajah Diterapkan Bertahap

Komdigi: Registrasi Kartu SIM dengan Data Wajah Diterapkan Bertahap

Tekno | Senin, 05 Januari 2026 | 17:16 WIB

Registrasi Kartu SIM Pakai Face Recognition Tuai Keraguan Publik, Isu Keamanan Data Jadi Sorotan

Registrasi Kartu SIM Pakai Face Recognition Tuai Keraguan Publik, Isu Keamanan Data Jadi Sorotan

Tekno | Rabu, 31 Desember 2025 | 16:50 WIB

Registrasi SIM Pakai Face Recognition Mulai 2026, Solusi Keamanan atau Ancaman bagi Konter Pulsa?

Registrasi SIM Pakai Face Recognition Mulai 2026, Solusi Keamanan atau Ancaman bagi Konter Pulsa?

Tekno | Rabu, 31 Desember 2025 | 13:08 WIB

Operator Seluler Tak Boleh Simpan Data Biometrik Penduduk untuk Registrasi SIM Card

Operator Seluler Tak Boleh Simpan Data Biometrik Penduduk untuk Registrasi SIM Card

Tekno | Senin, 22 Desember 2025 | 18:27 WIB

Registrasi SIM via Face Recognition, Pemerintah Diminta Ingat Lagi Kasus Kebocoran Data Dukcapil

Registrasi SIM via Face Recognition, Pemerintah Diminta Ingat Lagi Kasus Kebocoran Data Dukcapil

Tekno | Senin, 22 Desember 2025 | 17:59 WIB

Terkini

7 HP Snapdragon 8 Gen 2 Termurah 2026, Performa Flagship Harga Miring

7 HP Snapdragon 8 Gen 2 Termurah 2026, Performa Flagship Harga Miring

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 17:15 WIB

25 Kode Redeem Free Fire, Siap-siap Nabung Diamond Buat Booyah Pass Bulan Depan

25 Kode Redeem Free Fire, Siap-siap Nabung Diamond Buat Booyah Pass Bulan Depan

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 17:15 WIB

Redmi K90 Max Pamer Fitur Gaming: Dirancang untuk eSports, Delta Force pada 165 FPS

Redmi K90 Max Pamer Fitur Gaming: Dirancang untuk eSports, Delta Force pada 165 FPS

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 16:50 WIB

7 HP dengan Chipset Dimensity 7300 Termurah 2026, Performa Gaming Harga Cuma Rp2 Jutaan

7 HP dengan Chipset Dimensity 7300 Termurah 2026, Performa Gaming Harga Cuma Rp2 Jutaan

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 16:26 WIB

Rockstar Games Umumkan Kebocoran Data Jelang Peluncuran GTA 6, Hacker Minta Bayaran

Rockstar Games Umumkan Kebocoran Data Jelang Peluncuran GTA 6, Hacker Minta Bayaran

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 16:17 WIB

7 HP Gaming Murah Terbaru di Indonesia Q2 2026: Spek Gahar, Skor AnTuTu hingga 2 Juta

7 HP Gaming Murah Terbaru di Indonesia Q2 2026: Spek Gahar, Skor AnTuTu hingga 2 Juta

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 15:44 WIB

12 Hero Counter Cici Mobile Legends Paling Ampuh untuk Bungkam Mekanik Yoyo

12 Hero Counter Cici Mobile Legends Paling Ampuh untuk Bungkam Mekanik Yoyo

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 14:40 WIB

Redmi Diprediksi Siapkan Lini HP Murah Anyar, Varian 'R' Sasar Segmen Gaming?

Redmi Diprediksi Siapkan Lini HP Murah Anyar, Varian 'R' Sasar Segmen Gaming?

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 14:40 WIB

Jadwal FYP TikTok 2026 Terbaru: Jam Terbaik Unggah Konten Biar Viral!

Jadwal FYP TikTok 2026 Terbaru: Jam Terbaik Unggah Konten Biar Viral!

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 14:21 WIB

HP Gaming Murah Anyar, Nubia Neo 5 Pro Andalkan RAM 12 GB dan Layar OLED

HP Gaming Murah Anyar, Nubia Neo 5 Pro Andalkan RAM 12 GB dan Layar OLED

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 14:20 WIB