Serangan Email Berbahaya di Tahun 2025 Naik 15 Persen

Dythia Novianty

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:55 WIB
Serangan Email Berbahaya di Tahun 2025 Naik 15 Persen
Ilustrasi email. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Pada tahun 2025, 44,99 persen email global mengandung spam, dengan lebih dari 144 juta lampiran berbahaya terdeteksi.
  • Asia Pasifik memimpin dalam deteksi antivirus email sebesar 30 persen, sementara China memiliki lampiran berbahaya tertinggi (14 persen).
  • Tren ancaman meliputi pengalihan ke pesan instan dan penggunaan kode QR untuk menyamarkan tautan phishing dalam email.

Suara.com - Menurut telemetri Kaspersky, sebanyak 44,99 persen email dari lalu lintas global adalah mengandung spam pada tahun 2025.

Spam tidak hanya terdiri dari email yang tidak diminta, tetapi juga dapat mencakup berbagai ancaman email seperti penipuan, phishing, dan malware.

Pada tahun 2025, individu dan pengguna korporat menghadapi lebih dari 144 juta lampiran email berbahaya sekaligus menunjukkan peningkatan 15 persen dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya.

Pada tahun 2025, Asia Pasifik memiliki pangsa terbesar dalam deteksi antivirus email, mencapai 30 persen, diikuti oleh Eropa dengan 21 persen.

Selanjutnya adalah Amerika Latin (16 persen) dan Timur Tengah (15 persen), Rusia dan CIS (12 persen), dan Afrika (6 persen).

Sedangkan untuk masing-masing negara, China memiliki tingkat lampiran email berbahaya tertinggi, dengan pangsa deteksi antivirus email sebesar 14 persen.

Ilustrasi Hacker. [Pexels]
Ilustrasi Hacker. [Pexels]

Rusia berada di peringkat kedua (11 persen), diikuti oleh Meksiko (8 persen), Spanyol (8 persen), dan Turki (5 persen).

Deteksi antivirus pada email mencapai puncaknya secara moderat pada bulan Juni, Juli, dan November.

Analisis tahunan Kaspersky juga telah mengidentifikasi beberapa tren yang terus berlanjut dalam lanskap ancaman spam dan phishing email yang diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2026.

baca juga

Penyerang memancing pengguna email untuk beralih ke aplikasi pesan instan atau menghubungi nomor telepon palsu. Misalnya, email penipuan investasi dapat mengarahkan korban ke situs web palsu, di mana mereka diminta untuk memberikan informasi kontak mereka, dan kemudian penjahat siber akan menindaklanjuti dengan panggilan telepon.

Pelaku ancaman sering mencoba menyamarkan URL phishing, misalnya, dengan bantuan layanan perlindungan tautan dan kode QR. Kode QR ini sering disematkan langsung di badan email atau di dalam lampiran PDF, yang tidak hanya menyembunyikan tautan phishing tetapi juga mendorong pengguna untuk memindainya di perangkat seluler, berpotensi mengeksploitasi langkah-langkah keamanan yang lebih lemah daripada PC perusahaan.

Para ahli Kaspersky menemukan taktik penipuan yang menyalahgunakan fitur pembuatan organisasi dan undangan tim OpenAI untuk mengirim email spam dari alamat OpenAI yang sah, berpotensi menipu pengguna untuk mengklik tautan penipuan atau menghubungi nomor telepon palsu.

Selain itu, skema phishing berbasis kalender, yang berasal dari akhir tahun 2010-an, muncul kembali tahun lalu dengan fokus pada pengguna korporat.

“Email phishing tidak boleh diremehkan. Laporan kami mengungkapkan bahwa satu dari sepuluh serangan bisnis dimulai dengan phishing, dengan sebagian besar berupa Ancaman Berkelanjutan Tingkat Lanjut (Advanced Persistent Threats/APT)," kata Roman Dedenok, pakar anti-spam di Kaspersky, dalam keterangan resminya, Rabu (18/2/2026).

Pada tahun 2025, terlihat peningkatan kecanggihan serangan email yang ditargetkan. Bahkan detail terkecil pun dirancang dengan cermat dalam kampanye berbahaya ini, termasuk komposisi alamat pengirim dan penyesuaian konten dengan peristiwa dan proses internal perusahaan yang sebenarnya.

"Komodifikasi AI generatif telah secara signifikan memperkuat ancaman ini, memungkinkan penyerang untuk membuat pesan phishing yang meyakinkan dan personal dalam skala besar dengan upaya minimal, secara otomatis menyesuaikan nada, bahasa, dan konteks sesuai dengan target tertentu,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Situs Web Kamu Bisa Jadi Sarang Konten Ilegal Tanpa Sadar, Ini Modus Kejahatan Siber Terbaru!

Situs Web Kamu Bisa Jadi Sarang Konten Ilegal Tanpa Sadar, Ini Modus Kejahatan Siber Terbaru!

Tekno | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 14:10 WIB

Awas! Nonton Demon Slayer Gratis Bisa Jadi Jebakan Penjahat Siber!

Awas! Nonton Demon Slayer Gratis Bisa Jadi Jebakan Penjahat Siber!

Tekno | Rabu, 22 Oktober 2025 | 10:35 WIB

Gawat! Deepfake Real-Time Mulai Dijual di Darknet, Harganya Cuma Segini

Gawat! Deepfake Real-Time Mulai Dijual di Darknet, Harganya Cuma Segini

Tekno | Rabu, 01 Oktober 2025 | 14:47 WIB

Pakar Kaspersky Mengidentifikasi Agen Serangan Siber Perusahaan Rusia, Backdoor Loki Berbahaya!

Pakar Kaspersky Mengidentifikasi Agen Serangan Siber Perusahaan Rusia, Backdoor Loki Berbahaya!

Tekno | Selasa, 23 September 2025 | 19:34 WIB

Peluncuran iPhone 17 Picu Penipuan Online di Seluruh Dunia

Peluncuran iPhone 17 Picu Penipuan Online di Seluruh Dunia

Tekno | Jum'at, 19 September 2025 | 14:23 WIB

Akademisi, Waspada Phishing Melalui Halaman Login Universitas Palsu!

Akademisi, Waspada Phishing Melalui Halaman Login Universitas Palsu!

Tekno | Sabtu, 13 September 2025 | 11:21 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×