- Peluncuran PlayStation 6 (PS6) Sony terancam tertunda hingga 2028 atau 2029 akibat kenaikan harga memori global.
- Kenaikan biaya DRAM dan HBM disebabkan tingginya permintaan memori dari pusat data dan industri kecerdasan buatan (AI).
- Sony masih memiliki pilihan menahan peluncuran karena penjualan PlayStation 5 masih kuat dan solid secara global.
Suara.com - Rencana peluncuran PlayStation 6 (PS6) dari Sony dikabarkan berada dalam fase evaluasi ulang. Di tengah gejolak harga memori global dan tekanan biaya komponen, konsol generasi terbaru tersebut disebut-sebut berpotensi tertunda hingga 2028 bahkan 2029.
Padahal sebelumnya, PS6 santer diprediksi meluncur pada 2027. Namun dinamika pasar semikonduktor membuat jadwal itu kini tampak jauh dari kata pasti.
Lonjakan Harga DRAM dan HBM Bikin Perhitungan Berubah
Sumber industri yang dikutip dari Gizmochina, Kamis (19/2/2026) menyebut, persoalan utama terletak pada kenaikan harga memori, khususnya DRAM dan memori bandwidth tinggi (HBM).
Permintaan besar dari pusat data dan industri kecerdasan buatan (AI) menyerap pasokan dalam jumlah masif. Dampaknya, harga komponen memori untuk sektor lain, termasuk konsol game, ikut terdorong naik.
PS6 dikabarkan akan dibekali sekitar 30GB memori berkecepatan tinggi. Jika benar, setiap kenaikan harga, bahkan dalam persentase moderat, dapat berdampak signifikan terhadap total biaya produksi per unit.
Beberapa analis memperkirakan tren kenaikan harga memori akan berlangsung hingga akhir 2025 dan awal 2026. Meski arah jangka panjangnya belum sepenuhnya jelas, volatilitas harga saat ini sudah cukup membuat perencanaan peluncuran menjadi rumit.
Dilema Sony: Margin Tipis atau Harga Tembus Rp16 Juta?
Secara historis, Sony kerap menjual konsol dengan harga agresif di awal generasi, bahkan dengan margin tipis. Keuntungan biasanya baru diperoleh dari penjualan gim dan layanan berlangganan.
Namun jika biaya memori tetap tinggi, Sony dihadapkan pada dua pilihan sulit menekan margin keuntungan lebih dalam dan menaikkan harga jual ke konsumen.
Skenario harga konsol mendekati 1.000 dolar AS (sekitar Rp16,9 juta) dinilai akan berat diterima pasar arus utama. Untuk produk mass market seperti PlayStation, strategi harga menjadi faktor krusial dalam menentukan adopsi awal.
PS5 Masih Kuat, Tak Ada Tekanan Mendesak
Di sisi lain, Sony tidak berada dalam posisi terdesak. PlayStation 5 dilaporkan telah terjual lebih dari 75 juta unit secara global dengan tingkat penggunaan yang tetap solid.
Kehadiran PlayStation 5 Pro pada akhir 2024 turut menyegarkan lini produk dan memperpanjang daya tarik generasi saat ini.
Dari perspektif bisnis, memperpanjang umur generasi PS5 bisa menjadi langkah rasional—terutama jika rilis game eksklusif besar terus menjaga keterlibatan pemain.