-
AI milik Abil Sudarman deteksi pengadaan barang mewah di Kementerian Komdigi.
-
Anggaran sewa tanaman hias dan taman indoor masing-masing tembus Rp1 Miliar.
-
Biaya pemeliharaan akuarium serta ikan koi mencapai ratusan juta rupiah per tahun.
Suara.com - Penggunaan anggaran negara di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menjadi sorotan tajam.
Usai teknologi Artificial Intelligence (AI) buatan Mantan Direktur Riset AI Nasional, Abil Sudarman mendeteksi deretan pengadaan barang dan jasa yang aneh atau "absurd" di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Melalui akun Instagram pribadinya, Abil Sudarman memamerkan sebuah dashboard early warning system berbasis AI yang mampu mendeteksi pengadaan-pengadaan mencurigakan di tingkat daerah hingga kementerian.
"Kalian lihat ini, ini dashboard early warning system untuk pengadaan-pengadaan aneh di seluruh Indonesia," ujar Abil Sudarman memperlihatkan cara kerja AI buatannya untuk mendeteksi pengadaan aneh di tingkat kota, provinsi, kabupaten hingga kementerian RI.
Pada salah satu video unggahannya di Instagram, Abil Sudarman lantas menjelaskan bahwa AI buatannya mendeteksi pengadaan barang dan jasa paling aneh di Komdigi.
"Pengadaan tahun ini yang gue lihat paling aneh, dimenangkan oleh Komdigi. Kalau kemarin loker aneh, sekarang pengadaan teraneh," ujar Abil Sudarman dalam unggahannya.
Lantas, apa saja daftar pengadaan di Komdigi yang dilabeli aneh oleh AI tersebut? Berikut rangkumannya:
1. Sewa Tanaman Hias Tembus Rp 1,17 Miliar
Salah satu temuan yang paling mencengangkan adalah anggaran sewa tanaman hias untuk lantai 7 gedung Komdigi, ruang Wakil Menteri, dan rumah dinas Menteri.
Anggarannya tak main-main, mencapai Rp 1,17 miliar untuk durasi 12 bulan.
"Rp 1 miliar buat sewa tanaman hias, buat apaan itu? Gue rasa dia bikin Garden by the Bay yang kayak di Singapura," sindir Abil.
Berdasarkan keterangan dalam AI-nya, pengadaan ini dilabeli aneh karena nilainya sangat berlebihan untuk kebutuhan estetika yang tidak esensial.
2. Sewa Taman Indoor Rp 1,14 Miliar
Masih soal tanaman, AI kembali menandai pengadaan sewa taman indoor di lingkungan kementerian dengan nilai Rp 1,14 miliar per tahun.
Teknologi tersebut menilai anggaran ini sebagai belanja non-prioritas yang berpotensi memicu persepsi buruk di masyarakat mengenai penggunaan dana publik.
3. Pemeliharaan Akuarium Rp 153 Juta
Abil juga menyoroti biaya pemeliharaan akuarium di lantai 7 gedung utama area kerja pimpinan yang mencapai Rp 153 juta.
"Akuarium apa ini Rp 153 juta? Jadi ikan apa yang hidup di akuarium ini? Kenapa bisa Rp 150 juta pemeliharaannya?" tanyanya heran.
AI memberikan label "absurd" karena pengadaan ini dianggap sebagai belanja fasilitas ornamental yang sama sekali tidak menunjang tugas pokok instansi.
4. Urus Kolam Ikan Koi Rp 126 Juta
Tak hanya akuarium, Komdigi juga menganggarkan Rp 126 juta untuk pemeliharaan kolam ikan koi selama 12 bulan.
Menurut analisis AI, belanja ini berisiko menimbulkan kecemburuan sosial karena menggunakan APBN untuk hal-hal yang bersifat hobi atau dekoratif di tengah tuntutan efisiensi anggaran layanan publik.
5. Sewa Pengharum Ruangan Rp 360 Juta
Pengadaan lain yang ikut disemprit AI adalah sewa pengharum ruangan dengan nilai fantastis, yakni Rp 360 juta.
Angka ini dinilai terlalu besar untuk sekadar kebutuhan dasar perkantoran dan berpotensi memicu indikasi pemborosan dana publik.
Abil menjelaskan bahwa semua data tersebut dianalisis secara otomatis oleh AI buatannya.
AI akan menandai (labeling) setiap item yang memiliki indikasi kuat sebagai belanja yang tidak patut atau tidak esensial bagi fungsi utama kementerian.