Media Barat Curigai Benda Mirip Torpedo di Selat Lombok 'Mata-mata China', Apa Fungsinya?

Farah Nabilla, Rezza Dwi Rachmanta

Selasa, 21 April 2026 | 14:46 WIB
Media Barat Curigai Benda Mirip Torpedo di Selat Lombok 'Mata-mata China', Apa Fungsinya?
Viral benda mirip torpedo di dekat Selat Lombok. (TikTok @yusufhadi_86, Antara/ Polres Lombok Utara)
baca 10 detik
  • Nelayan menemukan alat pemantau bawah laut milik China di Selat Lombok.

  • Media Barat mencurigai alat tersebut berfungsi sebagai perangkat spionase militer.

  • Pakar menyebut Selat Lombok jalur strategis bagi pergerakan kapal selam nuklir.

Suara.com - Benda mirip torpedo berukuran besar di dekat Selat Lombok viral menjadi perbincangan pada awal April 2026. Pengamat serta media Barat mencurigai bahwa benda misterius tersebut kemungkinan adalah alat 'mata-mata China'.

Beberapa teori dari analis mengerucut ke dua hal. Pertama, benda tersebut hanya melakukan monitor di Selat Lombok untuk kepentingan sipil dan ilmiah bagi China.

Teori kedua memprediksi bahwa itu berhubungan dengan kepentingan militer China.

Negeri Tirai Bambu dicurigai meletakkan alat mata-mata sebagai bentuk pertahanan apabila kapal selam Barat melakukan manuver di dekat selat tersebut.

Sebagai informasi, nelayan menemukan benda misterius di perairan lepas pantai Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pada Senin, 6 April 2026.

Benda mirip torpedo sepanjang 3,7 meter menjadi perbincangan warga lokal.

Tim Gegana Satbrimob Polda NTB memastikan benda mirip torpedo sepanjang 3,7 meter yang ditemukan nelayan di perairan Gili Trawangan, Lombok Utara, bukan bahan peledak.

Setelah diperiksa, benda berbentuk cerutu tersebut dipastikan sebagai alat penelitian/ukur arus laut (Oceanographic Data Buoy) asal China, bukan rudal atau ancaman keamanan.

Kecurigaan Media Barat

baca juga

Influencer bisnis sekaligus pengamat geopolitik dengan 3 juta follower, Mario Nawfal, mencurigai bahwa benda misterius tersebut adalah alat mata-mata China.

"Seorang nelayan Indonesia secara tidak sengaja mengungkap jaringan mata-mata bawah laut China. Ia menarik sensor akustik berbentuk torpedo sepanjang 3,7 meter dari Selat Lombok. Dibangun oleh Institut Penelitian 710 China, cabang militer dari raksasa galangan kapal negara CSIC. Bukan kecelakaan penangkapan ikan. Sebuah jendela ke dalam apa yang telah dibangun China secara diam-diam selama bertahun-tahun. Selat Lombok adalah koridor perairan dalam utama yang akan digunakan kapal selam nuklir AUKUS untuk mencapai Laut Cina Selatan. China menanam infrastruktur pendengaran langsung di jalur tersebut. Mereka memetakan pola, kecepatan, kedalaman. Seiring waktu, mereka membangun perpustakaan tentang apa yang tepat yang lewat dan kapan," tulis akun @MarioNawfal pada postingan yang viral di X. Ia turut menandai akun resmi milik analis geopolitik lain.

Media Australia, ABC, memberitakan bahwa benda misterius di Selat Lombok adalah "Sistem pemantauan bawah laut buatan China".

Terdapat dua kemungkinan yaitu untuk kepentingan militer atau penelitian ilmiah.

Analis pertahanan maritim H.I. Sutton mengidentifikasi perangkat tersebut sebagai sistem yang dirancang untuk memantau kondisi bawah laut secara real-time.

Menurutnya, sensor pada alat ini dapat merekam data penting seperti suhu, arus, kedalaman, hingga "informasi suara dan target".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Xi Jinping Tekankan Normalisasi Selat Hormuz Jadi Prioritas Global

Xi Jinping Tekankan Normalisasi Selat Hormuz Jadi Prioritas Global

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:20 WIB

China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya

China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:11 WIB

Viral Pria Jomblo 38 Tahun Diduga Cabuli 3 Anak di Bawah Umur, Langsung Jadi Samsak Warga

Viral Pria Jomblo 38 Tahun Diduga Cabuli 3 Anak di Bawah Umur, Langsung Jadi Samsak Warga

Entertainment | Selasa, 21 April 2026 | 11:05 WIB

China 'Jajah' Jepang, Penjualan BYD Naik Nyaris 100 Persen di Negeri Sakura

China 'Jajah' Jepang, Penjualan BYD Naik Nyaris 100 Persen di Negeri Sakura

Otomotif | Selasa, 21 April 2026 | 10:36 WIB

Terkini

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:14 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Naik 21 Persen

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Naik 21 Persen

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Kronologi Demo Ricuh di Malioboro Versi Polisi, Massa Misterius Bawa Sajam dan Miras

Kronologi Demo Ricuh di Malioboro Versi Polisi, Massa Misterius Bawa Sajam dan Miras

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:12 WIB

×