Link Live Streaming Hujan Meteor Lyrid April 2026: Tonton Meteor Tanpa Teleskop

Farah Nabilla, Rezza Dwi Rachmanta

Rabu, 22 April 2026 | 17:24 WIB
Link Live Streaming Hujan Meteor Lyrid April 2026: Tonton Meteor Tanpa Teleskop
Ilustrasi Hujan Meteor Lyrid. (YouTube/ WNEP)
baca 10 detik
  • Puncak hujan meteor Lyrid terjadi pada 22 hingga 23 April 2026.

  • Fenomena astronomi dapat disaksikan secara online melalui link live streaming.

  • Anda tidak memerlukan teleskop untuk melihat sisa debu komet Thatcher ini.

Suara.com - Hujan meteor Lyrid bakal menghiasi langit Bumi pada bulan ini. Terdapat link live streaming hujan meteor Lyrid periode April 2026.

Tontonan online memungkinkan kalian untuk mengamati hujan meteor terbaik dengan mata telanjang tanpa teleskop.

Apabila tidak mendung, hujan meteor Lyrid sendiri bisa disaksikan tanpa alat bantu.

Penggunaan alat bantu seperti teleskop justru tidak disarankan karena akan membatasi pandangan luas ke langit.

Pengamatan terbaik dilakukan di lokasi yang gelap, minim polusi cahaya, dan cuaca cerah.

Perlu diketahui, hujan meteor Lyrid berlangsung sepanjang April tepatnya pada tanggal 15 hingga 29.

Meski begitu, pemandangan puncak hujan meteor terjadi pada 22-23 April 2026.

Itu artinya Anda bisa mengamati penampakan banyak meteor pada Rabu (22/4/2026) malam hingga Kamis (23/4/2026) pagi.

Banyak observatorium dan kanal astronomi di seluruh dunia menyediakan siaran langsung berkualitas tinggi.

baca juga

Kamu bisa bergabung dalam perburuan meteor virtual dari lokasi dengan langit tergelap di planet ini, seperti dari Mauna Kea di Hawaii, Gurun Atacama di Chile, dan menonton di dekat danau besar Kanada.

Beberapa siaran bahkan sangat unik, memungkinkanmu untuk "mendengar" meteor saat partikel kecilnya terbakar di atmosfer melalui deteksi radio.

Pengalaman menonton menjadi lebih seru karena banyak siaran langsung menyertakan kolom obrolan, tempat para penggemar langit malam lainnya berbagi penampakan meteor secara real-time. Sebenarnya, apa yang kita lihat bukanlah "bintang jatuh".

Mengutip NHM dan Space, berdasarkan penjelasan ahli meteorit Dr. Ashley King, yang kita saksikan adalah partikel debu kecil seukuran butiran pasir sisa dari komet C/1861 G1 (Thatcher).

Komet tersebut terbakar saat memasuki atmosfer Bumi. Komet ini sendiri punya periode orbit 415 tahun.

Hujan meteor terjadi ketika Bumi melewati aliran puing-puing kecil yang ditinggalkan oleh komet dan asteroid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Melintas, Pesawat Militer AS Dikhawatirkan 'Scanning' Data Rahasia Indonesia

Bukan Sekadar Melintas, Pesawat Militer AS Dikhawatirkan 'Scanning' Data Rahasia Indonesia

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:28 WIB

Sampah Antariksa Dikira Rudal dan Meteor di Lampung, Roket China CZ-3B Punya Misi Apa?

Sampah Antariksa Dikira Rudal dan Meteor di Lampung, Roket China CZ-3B Punya Misi Apa?

Tekno | Minggu, 05 April 2026 | 16:21 WIB

5 Fakta Pink Moon: Kenapa Bisa Terjadi dan Waktu Terbaik Untuk Melihatnya di Indonesia?

5 Fakta Pink Moon: Kenapa Bisa Terjadi dan Waktu Terbaik Untuk Melihatnya di Indonesia?

Tekno | Rabu, 01 April 2026 | 15:35 WIB

Link Live Streaming Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dan Jadwal Blood Moon di 5 Kota Besar

Link Live Streaming Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dan Jadwal Blood Moon di 5 Kota Besar

Tekno | Selasa, 03 Maret 2026 | 12:35 WIB

Terkini

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Video | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:55 WIB

Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November

Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November

Jawa Tengah | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi

Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 21:38 WIB

Kronologi 5 Jurnalis Foto Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau, Basarnas Sisir Selat Sunda

Kronologi 5 Jurnalis Foto Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau, Basarnas Sisir Selat Sunda

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:35 WIB

Peredaran Rokok Ilegal Diburu, Puluhan Ribu Batang Diamankan di Lamongan

Peredaran Rokok Ilegal Diburu, Puluhan Ribu Batang Diamankan di Lamongan

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 21:34 WIB

Ancaman Abu Vulkanik Belum Surut, Siswa SMA di Banten Lanjut Belajar dari Rumah Hingga 11 September

Ancaman Abu Vulkanik Belum Surut, Siswa SMA di Banten Lanjut Belajar dari Rumah Hingga 11 September

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 21:32 WIB

PTBA Perkuat Respons Cepat dan Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla

PTBA Perkuat Respons Cepat dan Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla

Sumsel | Selasa, 08 September 2026 | 21:29 WIB

×