-
BMKG menyatakan narasi kemarau terparah dalam 30 tahun adalah disinformasi.
-
Kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan panjang, tetapi bukan yang terparah.
-
Puncak musim kemarau di Indonesia diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Suara.com - Beberapa akun fanspage baru-baru ini mengunggah mengenai klaim peringatan BMKG terkait Indonesia bakal mengalami kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir.
Postingan tersebut viral serta menimbulkan kekhawatiran mengingat warga merasakan suhu panas dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu akun yang membagikan peringatan tersebut adalah Instagram @PandemicTalks.
Akun dengan 1 juta follower tersebut mengunggah gambar peta Indonesia dengan ilustrasi warna merah yang menandakan suhu tinggi.
"BMKG ingatkan kemarau tahun 2026 di Indonesia bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir," tulis unggahan milik @PandemicTalks.
Peringatan senada juga viral melalui Grup Facebook serta fanspage X.

"BMKG Warning. Kemarau 2026 bakal terparah dalam 30 tahun. BMKG peringatkan Indonesia akan dilanda kemarau ekstrem pada 2026. Bakal jadi yang terburuk dalam 30 tahun terakhir," bunyi keterangan pada postingan.
Akun resmi BMKG dan laman Komdigi mengungkap bahwa narasi 'Indonesia bakal mengalami kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir' masuk dalam kategori disinformasi serta hoaks.
Menurut BMKG, informasi yang beredar tidak tepat. "Faktanya, BMKG menyampaikan bahwa curah hujan pada musim kemarau 2026 diprediksi berada di bawah normal, yaitu lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, musim kemarau yang telah terjadi pada tahun 1997, 2005, 2015 atau 2019 lebih kering bila dibandingkan dengan prediksi musim kemarau tahun 2026," ungkap BMKG.
Artinya, kondisi tersebut tidak serta-merta berarti kemarau paling parah dalam 30 tahun, melainkan menunjukkan adanya potensi curah hujan yang lebih sedikit dari biasanya.
Pada penjelasan sebelum ini, perwakilan BMKG menjelaskan potensi 'kemarau terpanjang' dan bukan 'kemarau terparah'.
"Meskipun intensitas pastinya masih berkembang, BMKG menegaskan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi akan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya, sebagai kontribusi juga dari variabilitas iklim alamiah yang ada di wilayah Indonesia," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwaka melalui laman resmi pada awal April 2026.
Akun resmi BMKG mengungkap bahwa narasi kemarau terparah dan terburuk terlalu berlebihan.
"Pernyataan di gambar itu perlu diluruskan. Cenderung berlebihan atau menyesatkan jika dipahami mentah-mentah," ungkap BMKG melalui keterangan tertulis.
BMKG Peringatkan Potensi El Niño 2026
Indonesia diprediksi akan menghadapi musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung lebih lama pada 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa perubahan iklim ini menuntut kewaspadaan dan langkah antisipasi dari semua pihak.
Menurut Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, awal musim kemarau sudah di depan mata. "Secara umum hampir 50 persen dari zona musim di Indonesia itu memasuki kemarau lebih cepat ya, lebih cepat di bulan April kira-kira," ujarnya.
Puncak dari musim kemarau ini diprediksi terjadi pada Agustus, di mana sebagian besar wilayah Indonesia akan merasakan kondisi lebih kering dibanding biasanya.
Faktor yang memperkuat prediksi ini adalah potensi berkembangnya fenomena El Niño pada semester kedua 2026.
Meskipun saat ini El Niño diprediksi berada pada kategori lemah hingga moderat, kombinasinya dengan musim kemarau patut diwaspadai.
“Musim Kemarau dan El Nino itu dua fenomena yang terpisah. Yang kita khawatirkan adalah ketika musim kemarau, fase El Nino-nya sedang aktif. Kondisi inilah yang terjadi pada tahun 2015, 2019, 2023, serta diprediksi mulai tahun 2026 ini. BMKG akan terus memantau agar prediksi ke depannya lebih akurat,” jelas Faisal.
Menghadapi tantangan ini, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan di daerah-daerah yang masih memiliki potensi awan.