-
Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi akibatkan 6 orang tewas.
-
Petugas KAI menduga ada sinyal eror sebelum tabrakan hebat terjadi.
-
Kecepatan kereta saat insiden dilaporkan sempat menyentuh angka 110 kilometer per jam.
Suara.com - Tabrakan kereta KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL pada Senin (27/04/2026) malam menuai sorotan banyak pihak. Salah satu video viral menampilkan kesaksian petugas KAI sesaat setelah kecelakaan kereta.
Pernyataan petugas KAI tersebut hanya beberapa menit setelah tabrakan keras terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dengan CL KPB-CKR di Bekasi Timur.
Pada update terbaru, puluhan penumpang mengalami luka-luka sementara 6 orang meninggal dunia.
Terdapat pula beberapa korban yang dilaporkan masih terjepit pada badan kereta dalam kondisi hidup.
Sebagai informasi, beberapa topik mengenai kecelakaan seperti KRL Commuter Line, Bekasi, dan Innalillahi memuncaki trending di X regional Indonesia pada Senin (27/04/2026) malam dan Selasa (28/04/2026).
Salah satu akun X bernama @txtdrbekasi membagikan momen saat gerbong KRL ringsek ditabrak kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur.
![Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Paramayuda/app/agr]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/04/28/24724-kecelakaan-kereta-argo-bromo-tabrak-krl-di-bekasi-timur-kecelakaan-kereta-argo-bromo-anggrek.jpg)
Postingan tersebut viral dengan lebih dari 3 juta tontonan dan ribuan komentar.
Puluhan ribu cuitan duka cita netizen menggema di X. Mereka mendoakan para korban setelah KRL dan Bekasi trending.
Salah satu Railfans (penggemar kereta) dengan akun YouTube "Trainspotter ID" diketahui melakukan live streaming di KA Argo Bromo Anggrek.
Terdapat benturan keras serta pekikan takbir saat KA Argo Bromo menabrak KRL.
Live streaming berlangsung selama 1 jam 37 menit, di mana Railfans tersebut sempat merekam keadaan 1 jam setelah kecelakaan.
Sebagian besar penumpang bahkan petugas dalam kondisi panik pada saat itu.
Salah satu petugas KAI bernama Nofiandi menduga sinyal eror sesaat sebelum tabrakan berlangsung. Belum diketahui terkait jobdesk-nya, namun petugas memakai seragam kru masinis.
Railfans yang melakukan live streaming nampak bertanya dengan salah seorang kru masinis. Ia meminta kejelasan informasi mengingat banyak penumpang panik.
Pria penggemar kereta tersebut juga bingung apakah situasinya masih aman mengingat jalur kereta baru saja mengalami kecelakaan.
"Maksudnya tuh kalau misalkan di sini kondisinya tidak aman, kita diamanin dulu gitu pak, ke atas atau ke mana lah," ungkap Railfans.
"Iya paling evakuasinya ke atas, tapi koordinasi sama pihak stasiunnya ya. Amannya sebenarnya ke atas aja sih, langsung di titik evakuasinya kan ini di atas," jawab petugas KAI.
"Enggak maksud tuh pihak kru dari sini Pak, informasikan. Kan ini banyak nih. Barangkali ada yang syok gitu Pak," balas Railfans.
"Sama, kalau syok saya juga syok ini Mas," jawab petugas KAI.
Dugaan Sinyal Eror Sebelum Kecelakaan
Salah seorang kru terekam menjawab pertanyaan apakah terdapat miskomunikasi mengingat kereta jarak jauh menabrak KRL pada jalur yang sama.
"Enggak miskomunikasi, kayaknya ini sinyalnya ada yang eror," ungkap petugas KAI.
Perekam video lantas bertanya mengenai kecelakaan KRL dengan mobil taksi listrik yang terjadi sebelum kecelakaan besar terjadi.
"Tadi nginfoin PK-nya (Pusat Kendali Kereta Api atau OCC), cuman saya belum kopi informasi sepenuhnya, udah keburu sinyal merah ini," jawab kru masinis Argo Bromo.
Usai ditanya apakah sinyal mendadak berubah, kru KAI ungkap itu tak mendadak, namun instruksi dianggap kurang masuk akal. Kecepatan kereta disebut menyentuh 110 km/jam.
"Dibilang mendadak sih enggak, cuman harusnya itu kan enggak bisa merah, soalnya dari Bekasinya hijau. Koneksi harusnya kalau hijau, sini maksimal kuning, enggak bisa merah. Kalau soal kecepatan, kecepatannya lumayan, udah hampir menyentuh 100 kan? 110-an," jawab petugas di lokasi kecelakaan.