- Generasi Z kini mempopulerkan tren penggunaan kamera analog dan digicam untuk menciptakan visual bernuansa vintage yang autentik.
- Foto dengan efek blur, grainy, dan flash berlebihan menjadi estetika favorit anak muda untuk mengekspresikan diri secara personal.
- Shopee mencatat peningkatan minat terhadap kamera vintage karena generasi muda ingin mengabadikan momen dengan cara yang lebih kreatif.
1. Pilih Kamera Sesuai Vibe Foto

Bagi pecinta nuansa cinematic dan warm ala film indie, kamera analog menjadi pilihan favorit. Sementara digicam lebih cocok untuk pengguna yang ingin menghasilkan foto ala Y2K dengan efek flash khas awal 2000-an.
Untuk pemula, kamera point-and-shoot atau disposable camera disebut lebih praktis karena mudah digunakan tanpa pengaturan rumit.
2. Buat Moodboard Sebelum Hunting Foto
Konsep sederhana seperti weekend diary, city walk, hingga cafe diary bisa membantu menciptakan feed media sosial yang lebih estetik dan konsisten.
Pemilihan lokasi seperti stasiun tua, parkiran, atau area konser malam hari juga dinilai mampu memperkuat nuansa nostalgia pada hasil foto.
3. Gunakan Flash dan Angle Unik
Gen Z kini mulai meninggalkan aturan fotografi formal dan lebih menyukai angle acak yang terlihat natural.
Efek flash harsh dari digicam justru menjadi elemen penting untuk menghasilkan foto edgy dan artsy yang sedang viral di TikTok.
4. Outfit Jadi Penentu Hasil Foto
OOTD dengan warna earth tone, washed denim, baby tee, hingga cargo skirt disebut cocok untuk memperkuat nuansa retro dan Y2K pada hasil foto vintage.

Konsep effortless look juga menjadi bagian penting agar foto terlihat candid dan tidak terlalu dibuat-buat.
5. Tambahkan Aksesori Kamera yang Estetik
Aksesori seperti strap kamera, stiker, pouch, hingga gantungan lucu kini menjadi pelengkap wajib bagi pengguna kamera vintage.
Selain melindungi perangkat, aksesori tersebut juga membantu memperkuat tampilan visual saat membuat konten media sosial.