-
Gempa M7,7 di Filipina memicu tsunami kecil di sembilan wilayah Indonesia.
-
BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pada Senin pagi ini.
-
Aktivitas subduksi lempeng menyebabkan gempa sensitif yang membangkitkan gelombang tsunami.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini (PD) melalui aplikasi sehingga menghebohkan netizen di media sosial. Sebanyak 9 wilayah Indonesia terdeteksi mengalami tsunami kecil usai gempa M7.7 melanda Filipina.
"#Peringatan Dini Tsunami di SULUT,GORONTALO,SULTENG,MALUT,KALTIM, Gempa Mag:7.7, 08-Jun-26 06:37:42WIB, Lok:5.69LU,125.05BT,Kdlmn:105Km#BMKG," tulis akun @infoBMKG pada Senin (8/6/2026).
BMKG saat itu mengeluarkan PD atau Peringatan Dini Tsunami untuk 22 wilayah melalui aplikasi dan media sosial.
Berdasarkan grafis yang dibagikan oleh BMKG, peringatan dini tersebut menampilkan warna kuning untuk sebagian besar wilayah.
Terdapat beberapa wilayah dengan ilustrasi oranye. Warna kuning sendiri merupakan prakiraan tsunami setinggi 0-0,5 meter.
Sementara ilustrasi warna oranye memprakirakan tsunami setinggi 0.5-3 meter.

Berdasarkan keterangan di aplikasi BMKG, tsunami yang melanda Sulawesi Utara, pesisir utara Gorontalo, dan Maluku Utara tergolong tsunami kecil.
BMKG mengungkap bahwa tsunami tak mencapai ketinggian lebih dari 1 meter.
Notifikasi aplikasi resmi pada Senin (8/6/2026) hingga pukul 10.00 WIB, BMKG mendeteksi tsunami mulai pukul 06:58 WIB hingga 08:20 WIB.
Untungnya, tsunami terbesar hanya mempunyai ketinggian 0.75 m (wilayah Talengan, Sulawesi Utara). Itu jauh dari prakiraan 0.5 hingga-3 meter di beberapa wilayah.
Bersamaan dengan notifikasi tersebut, BMKG mengumumkan bahwa Peringatan Dini Tsunami telah berakhir.
BMKG mengeluarkan empat gelombang Peringatan Dini Tsunami di aplikasi sehingga sempat membuat kehebohan di kalangan netizen.
Pantauan melalui Trends24.in, empat topik langsung trending di X pada Senin (8/6/2026) pagi yaitu Gempa, Sulawesi Utara, Tsunami, dan Filipina.
BMKG menjelaskan bahwa gempa besar yang melanda Filipina disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng.
"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto melalui keterangan tertulis kepada media.
Daryono selaku Anggota Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN) sekaligus Wakil Ketua IABI menjelaskan bahwa jenis gempa di Filipina memang cukup sensitif untuk memicu tsunami.
"Gempa ini dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina. Mekanisme sumber (focal mechanismnya) thrusting - patahan naik, jenis mekanisme sumber spt ini memang sensitif membangkitkan tsunami," kata Daryono melalui akun media sosial.
Berikut 9 wilayah Indonesia yang terkena tsunami dikutip dari aplikasi BMKG:
- BITUNG (07:51WIB) 0.29 meter
- LOLODA-HALMAHERABARAT (07:20WIB) 0.09 meter
- MELONGUANE-KEPULUANTALAUD (07:27WIB) 0.32 meter
- PALELEH(07:34WIB) 0.45 meter
- TAHUNA(06:58WIB) 0.30 meter
- TALENGAN-SULUT (08:20WIB) 0.75 meter
- TANJUNGSIDUPA (07:39WIB) 0.32 meter
- TERNATE (07:51WIB) 0.14 meter
- ULUSIAU-SITARO (07:27WIB) 0.18 meter