- Telkomsel resmi memperoleh alokasi spektrum terbesar sejumlah 100 MHz dari Kemkomdigi pada 22 Juli 2026.
- Alokasi tersebut mencakup pita 700 MHz dan 2,6 GHz untuk memperluas jaringan serta layanan 5G.
- Pemanfaatan spektrum bertujuan mendukung transformasi digital nasional dan meningkatkan kualitas konektivitas masyarakat secara bertahap.
Lebih dari Sekadar Jaringan, Menjadi Infrastruktur Ekonomi Digital
![Ilustrasi jaringan Telkomsel. [Telkomsel]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/22/15437-ilustrasi-telkomsel.jpg)
Bagi Telkomsel, tambahan spektrum diposisikan sebagai investasi jangka panjang untuk membangun infrastruktur digital nasional yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Dengan semakin berkembangnya layanan AI, smart city, kendaraan terhubung, manufaktur cerdas, hingga Internet of Things (IoT), kebutuhan terhadap jaringan berkapasitas besar diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Ronald menegaskan fokus perusahaan tidak berhenti pada besarnya spektrum yang diperoleh, tetapi pada kemampuan mengubah sumber daya tersebut menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
"Spektrum adalah sumber daya publik yang sangat strategis. Karena itu, fokus kami bukan hanya pada besarnya alokasi yang diperoleh, melainkan bagaimana mengubah sumber daya tersebut menjadi manfaat nyata yang dirasakan pelanggan melalui pengalaman digital yang semakin mudah, nyaman, dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertumbuhan ekonomi digital Indonesia," tegas Ronald.
Ke depan, Telkomsel akan terus berkoordinasi dengan Kemkomdigi dan berbagai pemangku kepentingan untuk menyelesaikan seluruh tahapan implementasi sesuai regulasi.
Proses optimalisasi jaringan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, kebutuhan pelanggan, serta percepatan agenda transformasi digital nasional.