- Generasi Z kini mengadopsi karier portofolio untuk meraih pendapatan ganda.
- Otomasi teknologi AI mengubah arah pekerjaan profesional muda di masa depan.
- Sistem kerja hybrid berhasil meminimalkan waktu perjalanan harian bagi pekerja.
Tiga puluh persen di antaranya mengakui secara terbuka bahwa motivasi utama kepindahan tersebut adalah untuk mendapatkan penawaran gaji yang lebih tinggi.
Selain urusan finansial, jarak tempuh harian menuju area kantor kini menjadi pertimbangan amat kritis bagi ketersediaan waktu tenaga kerja muda.
Sebanyak 65 persen Gen Z mengaku enggan merintis usaha sampingan jika mereka diwajibkan menghabiskan banyak waktu di perjalanan.
Penerapan model kerja hybrid dianggap sukses memberikan kendali waktu yang lebih baik bagi mobilitas para profesional muda.
Riset mencatat 24 persen pekerja merasa sistem ini mengurangi durasi perjalanan sehingga mereka bisa fokus pada proyek pribadi di rumah.
Lebih lanjut, 20 persen pekerja merasa sistem fleksibel memungkinkan penjajakan karier baru tanpa meninggalkan posisi utama mereka di perusahaan.
Sementara itu, 21 persen lainnya menyatakan kemudahan ini membuka peluang kolaborasi dengan tenaga profesional dari luar industri inti mereka.
Tren keengganan menempuh perjalanan jauh ini diprediksi akan terus berlanjut hingga generasi Alpha mulai masuk ke panggung industri.
Merespons permintaan ruang kerja pinggiran kota, IWG selaku penyedia ruang kerja fleksibel telah menambah 1.100 lokasi baru sepanjang tahun 2025.
Melihat fenomena dinamika karier ini, Yoga Priyautama, Country Manager IWG Indonesia memberikan penjelasannya mengenai adaptasi generasi muda. Ia menilai pekerja saat ini merespons kemajuan teknologi dengan membentuk ketahanan finansial berbasis keterampilan.
“Generasi Z memasuki dunia kerja di tengah periode transformasi yang signifikan. Dengan AI yang semakin cepat mengubah berbagai industri dan peran pekerjaan, mereka beradaptasi dengan mengembangkan keterampilan baru, membangun beragam sumber penghasilan, serta menciptakan karier portofolio untuk memperkuat nilai tambah mereka," ungkap Yoga.
Yoga juga menambahkan bahwa fleksibilitas ekosistem kerja memegang peran esensial dalam membantu generasi muda memaksimalkan waktu mereka.
Terpangkasnya durasi perjalanan membuat pekerja bisa menyalurkan energi untuk peningkatan kualitas sumber daya individu.
"Generasi ini merupakan generasi yang ambisius dan memiliki etos kerja yang tinggi. Model kerja yang lebih fleksibel membantu mereka mengembangkan potensi diri yang lebih besar," jelasnya.
"Dengan mengurangi waktu perjalanan harian yang panjang dan memungkinkan orang bekerja lebih dekat dengan rumah, hal ini memberikan para profesional muda kemampuan untuk meningkatkan keterampilan, berkolaborasi, dan membuka peluang baru,” pungkas Yoga mengakhiri keterangannya.