- Puncak hujan meteor Perseid dan Gerhana Matahari Total akan menghiasi langit pada tanggal 12 sampai 13 Agustus 2026.
- Jalur Gerhana Matahari Total melewati kawasan Atlantik Utara seperti Islandia dan Spanyol, namun tidak dapat disaksikan langsung di Indonesia.
- Masyarakat Indonesia tetap dapat menyaksikan kedua fenomena astronomi tersebut melalui siaran langsung di situs resmi NASA dan ESA.
Saat fase totalitas berlangsung, langit berubah gelap layaknya senja selama beberapa menit. Pengamat berkesempatan melihat korona Matahari yang biasanya tertutup cahaya fotosfer.
Fenomena ini menarik perhatian ilmuwan karena membantu penelitian atmosfer luar Matahari atau korona.
Link Resmi Menonton Live Streaming Gerhana Matahari dan Hujan Meteor
Bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengikuti fenomena ini secara daring, berikut sejumlah platform resmi yang menyiarkan pengamatan astronomi.
NASA Live: https://www.nasa.gov/live
NASA YouTube: https://www.youtube.com/@NASA
NASA TV: https://www.nasa.gov/nasatv
ESA Web TV: https://www.esa.int/ESA_Multimedia/ESA_Web_TV
ESA YouTube: https://www.youtube.com/@EuropeanSpaceAgency
Royal Observatory Greenwich YouTube: https://www.youtube.com/@ROYALOBSGREENWICH
Time and Date: https://www.timeanddate.com/live
Time and Date YouTube: https://www.youtube.com/@timeanddate
Siaran langsung biasanya dimulai beberapa jam sebelum puncak fenomena berlangsung. Selain menampilkan gambar teleskop secara real time, sejumlah lembaga tersebut juga menghadirkan penjelasan dari astronom mengenai proses terjadinya gerhana maupun hujan meteor.
Dengan adanya siaran langsung dari berbagai observatorium dunia, masyarakat Indonesia tetap dapat menikmati keindahan Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid Agustus 2026 meski kedua fenomena tersebut tidak dapat diamati secara optimal dari wilayah Tanah Air.