- Pengiriman smartphone Asia Tenggara pada kuartal II 2026 turun 15 persen akibat kenaikan harga perangkat.
- Samsung menjadi satu-satunya merek utama yang tumbuh dengan pengiriman naik 6 persen dan menguasai 24 persen pangsa pasar.
- Segmen ponsel murah anjlok tajam, sementara perangkat kelas menengah atas dan premium justru mengalami pertumbuhan signifikan.
Konsumen justru masih menunjukkan permintaan terhadap perangkat kelas menengah atas dan premium, sementara segmen smartphone murah mengalami kontraksi lebih dalam.
![Logo Samsung di smartphone. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/12/29/86298-logo-samsung-di-smartphone.jpg)
Di tengah penurunan pasar secara keseluruhan, pertumbuhan 6 persen yang dicatat Samsung menjadi salah satu temuan penting dalam laporan tersebut.
Dengan pangsa pasar 24 persen, Samsung sekaligus mempertahankan posisi sebagai merek smartphone terbesar di Asia Tenggara pada kuartal II 2026.
Sebaliknya, produsen lain harus menghadapi kondisi pasar yang lebih berat. Penurunan pengiriman secara keseluruhan terjadi ketika konsumen semakin berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.
CR memperkirakan tekanan tersebut masih berlanjut pada paruh kedua 2026. Fleksibilitas harga diperkirakan tetap terbatas, sementara konsumen cenderung menahan belanja.
Salah satu faktor yang turut menekan harga smartphone adalah meningkatnya biaya komponen, termasuk RAM. Kenaikan biaya produksi tersebut berpotensi membuat harga perangkat semakin sulit ditekan.
Artinya, persaingan pasar smartphone Asia Tenggara ke depan bukan hanya soal menghadirkan spesifikasi baru. Produsen juga harus mampu menjaga harga tetap kompetitif ketika biaya komponen meningkat.
Dalam situasi tersebut, Samsung berhasil tumbuh ketika pasar justru menyusut 15 persen, menjadi sinyal bahwa strategi produk dan posisi merek masih mampu menarik konsumen di tengah tekanan harga smartphone.