- GSMA memproyeksikan sektor seluler Asia Pasifik berkontribusi 1,4 triliun dolar AS pada tahun 2030.
- Operator seluler memperluas layanan ke infrastruktur AI, cloud, dan IoT untuk meningkatkan produktivitas kawasan.
- GSMA mencatat adopsi 5G mencapai 1,5 miliar koneksi, meski 700 juta orang dewasa belum berinternet.
Asia Pasifik juga mulai melihat infrastruktur digital sebagai bagian dari kepentingan strategis negara.
![Ilustrasi Digitalisasi. [Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/10/12/70097-ilustrasi-digitalisasi.jpg)
Pemerintah di kawasan ini semakin mendorong pembangunan infrastruktur AI lokal, cloud tepercaya, lingkungan data yang aman, serta kemampuan digital dalam negeri.
Tujuannya bukan berarti menutup diri dari teknologi global. Sebaliknya, negara-negara di kawasan ingin memiliki kemampuan sendiri untuk mengelola teknologi dan data penting, sembari tetap membuka ruang bagi inovasi dan kerja sama lintas negara.
Operator seluler pun mulai mengambil peran melalui investasi pada cloud, platform AI, dan layanan digital yang mendukung kebutuhan nasional.
4. Ketahanan Infrastruktur Jadi Isu Strategis
Jaringan digital kini menjadi infrastruktur kritis. Karena itu, gangguan jaringan bukan lagi sekadar masalah teknis.
Perubahan iklim, ketegangan geopolitik, risiko rantai pasok, hingga ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital membuat ketahanan jaringan semakin penting.
Pemerintah dan industri dituntut memastikan infrastruktur komunikasi tetap aman dan beroperasi ketika terjadi gangguan.
5G Terus Meluas, Tapi Masih Ada Jutaan Orang Offline
Di tengah perubahan tersebut, adopsi 5G tetap menjadi salah satu fondasi utama.
GSMA memperkirakan jumlah koneksi 5G di Asia Pasifik akan mencapai 1,5 miliar pada 2030, atau sekitar setengah dari seluruh koneksi seluler di kawasan.

Operator juga diproyeksikan menginvestasikan lebih dari 200 miliar dolar AS pada periode 2025-2030. Ekosistem seluler sendiri telah menopang sekitar 18 juta lapangan kerja di Asia Pasifik pada 2025.
Meski begitu, masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Lebih dari 700 juta orang dewasa di kawasan masih belum menggunakan internet, meskipun wilayah tempat tinggal mereka sebenarnya telah tercakup jaringan broadband seluler.