Mengapa Kapal Laut yang Terbuat dari Besi Tidak Tenggelam di Laut? Ini Rahasianya

Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 04 September 2026 | 15:57 WIB
Mengapa Kapal Laut yang Terbuat dari Besi Tidak Tenggelam di Laut? Ini Rahasianya
Ilustrasi kapal laut terbuat dari besi tidak tenggelam (Gemini AI)
baca 10 detik
  • BRIN Indonesia menjelaskan bahwa hukum Archimedes menyatakan benda dalam air mendapat gaya ke atas dari fluida.
  • Kapal laut didesain memiliki volume besar serta rongga udara agar densitas totalnya lebih rendah daripada air.
  • Bentuk lambung kapal yang besar mampu memindahkan banyak air sehingga menghasilkan gaya apung penahan berat kapal.

Suara.com - Melihat kapal laut berukuran sangat besar mengapung di permukaan air mungkin terasa bertentangan dengan logika karena sebagian besar konstruksinya menggunakan material berat seperti besi.

Besi sendiri memiliki massa jenis lebih tinggi daripada air sehingga benda berbahan besi dalam bentuk padat umumnya akan tenggelam ketika dimasukkan ke dalam air.

Namun, kapal tidak dibuat sebagai balok besi padat karena bentuk konstruksinya dirancang untuk memanfaatkan ruang, volume, dan gaya apung yang bekerja dari air.

Bagaimana prinsip fisika membuat kapal yang berat dan berbahan besi tetap mampu mengapung di laut?

Mengapa Kapal Laut yang Terbuat dari Besi Tidak Tenggelam di Laut


Penjelasan mengenai kapal yang dapat mengapung berkaitan erat dengan hukum Archimedes dan konsep densitas atau kerapatan. Dikutip dari akun YouTube resmi BRIN Indonesia, benda yang berada di dalam fluida akan mendapatkan dorongan dari fluida tersebut dengan besar tertentu.

“Hukum Archimedes menyatakan bahwa setiap benda yang dicelupkan ke dalam fluida seperti air akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut,” demikian penjelasan dari video resmi BRIN Indonesia.

Gaya yang bekerja ke arah atas inilah yang kemudian disebut sebagai gaya apung.

Gaya apung dapat ditemukan dalam berbagai kejadian sederhana di kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika sebuah bola karet ditekan ke dalam air, terdapat dorongan dari air yang membuat bola cenderung kembali menuju permukaan.

Dalam video penjelasan BRIN, dijelaskan apabila gaya apung yang diterima benda cukup besar untuk menyeimbangkan beratnya, maka benda dapat berada dalam kondisi mengapung.

baca juga

Kondisi tersebut menjadi alasan utama kapal tidak bisa disamakan dengan benda besi biasa. Sebuah paku atau bola besi memiliki bentuk padat dengan volume yang relatif kecil dibandingkan massanya sehingga benda tersebut tidak mampu memindahkan air dalam jumlah yang cukup untuk menghasilkan gaya apung yang menahan beratnya.

Sebaliknya, kapal memiliki lambung berukuran besar dengan bagian dalam yang sebagian besar berupa ruang kosong. Ruang tersebut berisi udara dan membuat massa kapal jika dibandingkan dengan keseluruhan volumenya menjadi lebih rendah.

“Kapal didesain sedemikian rupa sehingga memiliki volume besar dengan rongga-rongga berisi udara yang membuat densitas totalnya lebih rendah daripada air,” katanya.

Jadi, yang diperhitungkan bukan hanya massa jenis besi sebagai material penyusun, tetapi juga kerapatan rata-rata seluruh kapal beserta ruang di dalamnya.

Bentuk lambung kapal juga memungkinkan kapal memindahkan air dalam volume besar ketika berada di laut. Semakin banyak air yang dipindahkan oleh bagian kapal yang terendam, semakin besar pula gaya apung yang bekerja ke arah atas.

Konsep tersebut dapat dibayangkan melalui benda dengan berat sama tetapi bentuk berbeda. Benda yang dibuat padat dengan volume kecil cenderung memindahkan lebih sedikit air, sedangkan benda yang dibentuk menjadi wadah lebar memiliki volume lebih besar sehingga dapat memindahkan lebih banyak air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terusan Panama Terancam Kering Akibat El Nino, Batasi Pelayaran Mulai September 2026

Terusan Panama Terancam Kering Akibat El Nino, Batasi Pelayaran Mulai September 2026

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Dulu Bernilai Rp370 Miliar, Eks KRI Ki Hajar Dewantara Kini Dilelang Rp2 Miliar

Dulu Bernilai Rp370 Miliar, Eks KRI Ki Hajar Dewantara Kini Dilelang Rp2 Miliar

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih

Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:17 WIB

Terkini

Dari AI yang Menjawab ke AI yang Bertindak

Dari AI yang Menjawab ke AI yang Bertindak

Sumut | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Penimbunan Solar Subsidi di Siak, Modus Isi BBM Berkali-kali Pakai Barcode Pertamina

Penimbunan Solar Subsidi di Siak, Modus Isi BBM Berkali-kali Pakai Barcode Pertamina

Riau | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Pemerintah dan Pertamina Bersinergi Perkuat Kilang RDMP Balikpapan

Pemerintah dan Pertamina Bersinergi Perkuat Kilang RDMP Balikpapan

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Membaca Wonderstruck: Ketika Dunia Tak Selalu Ramah untuk Anak Disabilitas

Membaca Wonderstruck: Ketika Dunia Tak Selalu Ramah untuk Anak Disabilitas

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Pukat UGM Tolak Usul Luhut Hapus Pasal Kerugian Negara: Sangat Berbahaya dan Bikin Korupsi Merebak

Pukat UGM Tolak Usul Luhut Hapus Pasal Kerugian Negara: Sangat Berbahaya dan Bikin Korupsi Merebak

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:49 WIB

4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda

4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:45 WIB

iPhone Lipat Apple Mulai Dijual di Indonesia 30 Oktober, Ini Spesifikasi dan Harganya

iPhone Lipat Apple Mulai Dijual di Indonesia 30 Oktober, Ini Spesifikasi dan Harganya

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan

Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Menteri Malaysia: Kami Berhak Menuntut Indonesia karena Kebakaran Hutan

Menteri Malaysia: Kami Berhak Menuntut Indonesia karena Kebakaran Hutan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Jokowi Diprediksi Tolak Geser Kaesang dari Ketum PSI, Pengamat: Jaga Marwah dan Karier Anaknya

Jokowi Diprediksi Tolak Geser Kaesang dari Ketum PSI, Pengamat: Jaga Marwah dan Karier Anaknya

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:38 WIB

×