Sampurna Mati Tragis, Pakar UGM Sebut Kematian Satwa Karhutla Cuma Sebagian Kecil Realita

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 04 September 2026 | 15:41 WIB
Sampurna Mati Tragis, Pakar UGM Sebut Kematian Satwa Karhutla Cuma Sebagian Kecil Realita
Sisa-sisa abu kebakaran hutan dengan pohon-pohon hangus dan tanah tertutup abu, menyoroti kerentanan alam. (dok.Pexels/Engin Akyurt)
baca 10 detik
  • Orang utan jantan bernama Sampurna mati di Ketapang pada 1 September 2026 akibat gangguan pernapasan dan karhutla.
  • Pakar UGM menyatakan angka kematian satwa liar di Kalimantan jauh lebih besar daripada data resmi pemerintah.
  • Karhutla merusak habitat alami dan memicu paparan asap beracun yang mengancam keselamatan hidup satwa liar.

Suara.com - Angka kematian satwa liar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan diyakini jauh lebih besar dibandingkan data resmi yang selama ini berhasil dicatat oleh pemerintah maupun lembaga terkait.

Terbaru ada orang utan jantan bernama Sampurna yang sempat ditemukan lemas dan mengalami gangguan pernapasan di kawasan perkebunan kelapa sawit, Ketapang, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu akhirnya mati pada Selasa (1/9/2026).

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada, Raden Wisnu Nurcahyo menilai bahwa evakuasi dan pencatatan korban selama ini memiliki keterbatasan akses yang nyata di lapangan.

"Pencatatan korban orang utan karena kebakaran ini kan hanya mencakup individu yang kebetulan ditemukan atau berhasil dievakuasi, bisa jadi jumlahnya mungkin lebih banyak lagi," kata Wisnu, Jumat (4/9/2026).

Fenomena ini terbukti dari temuan-temuan di lapangan yang hanya mengandalkan faktor kebetulan. Sebagian besar satwa yang terdata umumnya merupakan individu yang terdesak keluar hingga ke pinggir jalan, area perkebunan kelapa sawit, atau dekat permukiman warga sehingga mudah terdeteksi oleh tim penyelamat.

Sementara itu, satwa yang terjebak di zona inti hutan yang terbakar mustahil bisa terpantau apalagi dievakuasi tepat waktu.

Kematian Sampurna hanyalah segelintir contoh dari ancaman mematikan yang diakibatkan oleh karhutla terhadap satwa liar di habitat aslinya.

Amukan api tidak hanya menghancurkan vegetasi yang menjadi sumber pangan dan tempat berlindung. Lebih dari itu secara langsung mengancam kesehatan hingga merenggut nyawa satwa secara perlahan dan menyiksa.

"Kebakaran itu kan mengacaukan pohon, tanaman, sementara tanaman itu sumber pakan, dan pohon-pohon itu tempat bersarangnya mereka (orangutan)," ujarnya.

baca juga

Kerusakan habitat yang masif tersebut memaksa orang utan mengubah jalur pergerakan alami atau home range mereka. Pohon-pohon tempat bergelantungan yang hangus terbakar mendorong satwa primata ini turun ke permukaan tanah.

Mereka lantas mendekati area aktivitas manusia demi mencari pakan, yang pada akhirnya memicu risiko kelaparan, dehidrasi, luka bakar, hingga konflik mematikan.

"Karhutla ini memaksa orang utan turun ke tanah karena tempat mereka bergelantungan (pohon-pohon) habis terbakar. Kadang-kadang karena sumber pakan tidak ada, ya dia mencari makanan di dekat pemukiman atau kebun warga," ungkapnya.

Tidak hanya bahaya fisik dari kobaran api, paparan asap hasil pembakaran hutan dan gambut yang sarat akan karbon monoksida serta senyawa toksik menjadi pembunuh senyap bagi satwa liar.

Hirupan udara beracun tersebut merusak organ pernapasan, menyebabkan bronkitis, hingga memicu hipoksia atau kondisi kritis kekurangan oksigen dalam tubuh.

"Kalau kita menghirup udara yang kualitasnya buruk, ya ini bisa berdampak pada gangguan pernapasan. Gangguan pernapasan inilah yang kemudian dapat membuat kita lemas, muntah, kesadaran terganggu hingga akhirnya pingsan. Pingsan kalau dibiarkan terus, ya bisa mati," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lantai 5 Apartemen Pavilion Tanah Abang Terbakar, 14 Penghuni Dievakuasi Damkar

Lantai 5 Apartemen Pavilion Tanah Abang Terbakar, 14 Penghuni Dievakuasi Damkar

News | Jum'at, 04 September 2026 | 14:18 WIB

14 Orang Dievakuasi dari Kebakaran Apartemen Pavilion, Petugas Masih Sisir Korban Terjebak!

14 Orang Dievakuasi dari Kebakaran Apartemen Pavilion, Petugas Masih Sisir Korban Terjebak!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 14:02 WIB

Aktivis Malaysia Demo KBRI KL, Tuntut Indonesia Buka Data Perusahaan Sawit Biang Kebakaran Hutan

Aktivis Malaysia Demo KBRI KL, Tuntut Indonesia Buka Data Perusahaan Sawit Biang Kebakaran Hutan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 13:54 WIB

Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak

Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak

News | Jum'at, 04 September 2026 | 13:40 WIB

Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak

Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak

News | Jum'at, 04 September 2026 | 13:14 WIB

Kemarau Panjang dan Karhutla, MUI Ajak Umat Islam Salat Istisqa Minta Hujan

Kemarau Panjang dan Karhutla, MUI Ajak Umat Islam Salat Istisqa Minta Hujan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 13:08 WIB

Karhutla Terus Berulang, Bagaimana Nasib Target FOLU Net Sink 2030?

Karhutla Terus Berulang, Bagaimana Nasib Target FOLU Net Sink 2030?

News | Jum'at, 04 September 2026 | 12:26 WIB

Terkini

Nasib 127 UMKM Terdampak Penataan Setu Babakan, Tak Semua Bisa Direlokasi

Nasib 127 UMKM Terdampak Penataan Setu Babakan, Tak Semua Bisa Direlokasi

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Sering Ingin 'Menghilang' dari Dunia? Film One Million Yen Girl Punya Jawaban Menohok buat Kamu

Sering Ingin 'Menghilang' dari Dunia? Film One Million Yen Girl Punya Jawaban Menohok buat Kamu

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Surat Perpisahan Emosional Appi ke Golkar: 'Saya Pamit Sebagai Kader, Tapi Tidak Sebagai Kawan'

Surat Perpisahan Emosional Appi ke Golkar: 'Saya Pamit Sebagai Kader, Tapi Tidak Sebagai Kawan'

Sulsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Yoshihiro Togashi Tolak Proyek dengan Deadline demi Fokus Hunter x Hunter

Yoshihiro Togashi Tolak Proyek dengan Deadline demi Fokus Hunter x Hunter

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Belajar dari Insiden Petasan Pondok Pinang: Tradisi Jangan Korbankan Ketenangan Tetangga

Belajar dari Insiden Petasan Pondok Pinang: Tradisi Jangan Korbankan Ketenangan Tetangga

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Klub Liga Inggris: Selamat Elkan Baggott, Kami Sangat Bangga Padamu

Klub Liga Inggris: Selamat Elkan Baggott, Kami Sangat Bangga Padamu

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:25 WIB

18 Tahun Bersama, Irfan Resmi Hengkang dari Govinda: Kami Memilih Jalan Berbeda

18 Tahun Bersama, Irfan Resmi Hengkang dari Govinda: Kami Memilih Jalan Berbeda

Entertainment | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Ibadah Alam GKJ Baturetno ke-9: Memaknai Api, Kematian, dan Daya Hidup dari Balik Area Makam

Ibadah Alam GKJ Baturetno ke-9: Memaknai Api, Kematian, dan Daya Hidup dari Balik Area Makam

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:19 WIB

UU Ketenagakerjaan Baru Punya Sejumlah Terobosan: Larangan Tahan Ijazah hingga Pekerjaan Masa Depan

UU Ketenagakerjaan Baru Punya Sejumlah Terobosan: Larangan Tahan Ijazah hingga Pekerjaan Masa Depan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Kata-kata Justin Hubner Bangga Timnas Indonesia Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun di FIFA ASEAN Cup 2026

Kata-kata Justin Hubner Bangga Timnas Indonesia Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:18 WIB

×