M Nuh Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Boleh Keluarkan Siswa: Kalau Kita DO Siapa yang Ngurus?

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Jum'at, 04 September 2026 | 15:34 WIB
M Nuh Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Boleh Keluarkan Siswa: Kalau Kita DO Siapa yang Ngurus?
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Prof. Mohammad Nuh. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Ketua Tim Formatur Mohammad Nuh menegaskan larangan mengeluarkan siswa miskin dari Sekolah Rakyat di Jakarta pada Jumat.
  • Sekolah Rakyat dilarang melakukan seleksi akademik dan wajib menerima anak dari keluarga miskin golongan Desil-1 serta Desil-2.
  • Sekolah Rakyat menolak filosofi lama pendidikan dan berkomitmen mengubah seluruh siswa masuk menjadi emas melalui jargon making impossible possible.

Suara.com - Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Prof. Mohammad Nuh mengingatkan tidak boleh ada siswa yang dikeluarkan atau drop out dari Sekolah Rakyat.

Menurut Nuh, prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang memang ditujukan untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin.

"Enggak boleh melepaskan atau men-DO anak-anak di Sekolah Rakyat, prinsipnya itu. Kalau kita DO terus siapa yang ngurus?" kata Nuh kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Nuh mengatakan Sekolah Rakyat juga tidak boleh menerapkan seleksi akademik dalam penerimaan siswa. Anak-anak yang memenuhi kriteria berdasarkan kondisi sosial ekonomi tetap harus mendapatkan kesempatan masuk.

"Siapapun sepanjang dia masuk di Desil-1, Desil-2 atau miskin, harus masuk. Bentuknya seperti apapun, harus masuk," ujarnya.

Menurut Nuh, prinsip tersebut membedakan Sekolah Rakyat dengan pola pendidikan yang selama ini menggunakan kemampuan akademik sebagai salah satu dasar dalam menyaring calon siswa.

Ia kemudian menyinggung jargon yang selama ini dikenal dalam dunia pendidikan, yakni Garbage In, Garbage Out. Menurutnya, filosofi tersebut tidak boleh digunakan dalam Sekolah Rakyat.

"Sehingga jargon, kalau di sekolah-sekolah itu, Garbage In, Garbage Out, itu yang jargon yang biasa dipakai. Kalau masuknya sampah, keluarnya sampah. Ini filosofi orang-orang pendidikan yang lama, filosofi lama. Makanya dia enggak mau menerima anak-anak yang tidak begitu bagus," katanya.

Nuh mengatakan Sekolah Rakyat justru harus memiliki filosofi berbeda. Anak dengan kondisi awal seperti apapun tetap harus mendapatkan kesempatan untuk berkembang selama berada di sekolah.

baca juga

"Di sekolah rakyat, filosofinya enggak boleh pakai filosofi itu. Apapun yang masuk, harus menjadi emas," ujar Nuh.

Ia mengatakan prinsip tersebut kemudian diterjemahkan dalam jargon Sekolah Rakyat, yakni making impossible possible.

Artinya, sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak mungkin oleh sekolah pada umumnya harus diupayakan menjadi mungkin di Sekolah Rakyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Perilaku Merusak, Siswa Eks Anak Jalanan di Sekolah Rakyat Bakal Diisolasi Dulu

Cegah Perilaku Merusak, Siswa Eks Anak Jalanan di Sekolah Rakyat Bakal Diisolasi Dulu

News | Jum'at, 04 September 2026 | 14:15 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Seluruh Kepala Sekolah Rakyat Lakukan Pengawasan Penuh Pada Murid-Murid

Mensos Gus Ipul Minta Seluruh Kepala Sekolah Rakyat Lakukan Pengawasan Penuh Pada Murid-Murid

News | Kamis, 03 September 2026 | 09:13 WIB

Serentak di 3 Kota, Sekolah Rakyat Garapan Brantas Abipraya Resmi Mulai MPLS

Serentak di 3 Kota, Sekolah Rakyat Garapan Brantas Abipraya Resmi Mulai MPLS

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 20:04 WIB

Karhutla Melanda, Kemensos Pastikan Kesehatan Siswa Sekolah Rakyat Terlindungi

Karhutla Melanda, Kemensos Pastikan Kesehatan Siswa Sekolah Rakyat Terlindungi

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Voting Jadi Penentu Ketua Umum PBNU

Voting Jadi Penentu Ketua Umum PBNU

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kisah Sulaiman, Anak Petani dari Flores yang Kini Mengabdi di Sekolah Rakyat

Kisah Sulaiman, Anak Petani dari Flores yang Kini Mengabdi di Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Wamensos dan Bappenas Bahas Penanganan Bencana serta Pengembangan Sekolah Rakyat

Wamensos dan Bappenas Bahas Penanganan Bencana serta Pengembangan Sekolah Rakyat

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Terkini

Belajar Mengelola Uang dari Seekor Anjing dalam A Dog Called Money

Belajar Mengelola Uang dari Seekor Anjing dalam A Dog Called Money

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Bukan Sekadar Ritual, Nyadran Jadi Cara Masyarakat Nyantru Jaga Lingkungan

Bukan Sekadar Ritual, Nyadran Jadi Cara Masyarakat Nyantru Jaga Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan

Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:57 WIB

DPR Minta Kemenhut Jadi Penggerak Utama Penanganan Karhutla: Warga Tidak Bisa Terus Menunggu!

DPR Minta Kemenhut Jadi Penggerak Utama Penanganan Karhutla: Warga Tidak Bisa Terus Menunggu!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Ratusan Siswa SMAN 2 Makassar Demo Buntut Dugaan Pelecehan Seksual

Ratusan Siswa SMAN 2 Makassar Demo Buntut Dugaan Pelecehan Seksual

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:51 WIB

IHSG Kebakaran Hari Ini, Anjlok 11,57% ke Level 5.185

IHSG Kebakaran Hari Ini, Anjlok 11,57% ke Level 5.185

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:47 WIB

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026, Cukup Bayar Rp5.000!

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026, Cukup Bayar Rp5.000!

Jatim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:46 WIB

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:36 WIB

×