Dentuman Terdengar hingga Jauh, Mengingat Kembali Dahsyatnya Letusan Krakatau yang Mengubah Dunia

Farah Nabilla

Sabtu, 05 September 2026 | 10:35 WIB
Dentuman Terdengar hingga Jauh, Mengingat Kembali Dahsyatnya Letusan Krakatau yang Mengubah Dunia
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami 19 kali erupsi sepanjang periode Juni hingga Juli 2026, dengan aktivitas vulkanik yang masih berada pada Level III (Siaga). [ANTARA]
baca 10 detik
  • Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Serang mengalami erupsi disertai lava fountain sejak Jumat malam hingga Sabtu, 4-5 September 2026.
  • Letusan dahsyat Krakatau pada akhir Agustus 1883 di Selat Sunda menyebabkan kematian lebih dari 36.000 jiwa akibat tsunami.
  • Anak Krakatau yang muncul pada tahun 1927 di dalam kaldera sisa letusan 1883 terus aktif dan mengalami erupsi berkala hingga kini.

Benarkah Suara Letusan Krakatau Terdengar Sangat Jauh?

Salah satu fakta yang membuat letusan Krakatau 1883 terkenal adalah kekuatan suara ledakannya.

NCEI NOAA menyebut ledakan terakhir Krakatau menghasilkan suara yang terdengar pada jarak yang sangat jauh dan dianggap sebagai salah satu suara ledakan paling keras yang tercatat dalam sejarah modern.

Dahsyatnya letusan juga terlihat dari penyebaran abu vulkanik. Pada ledakan paling kuat, material abu disebut mencapai sekitar 80 kilometer ke atmosfer dan menyebar hingga wilayah yang sangat luas.

Setelah letusan 1883 menghancurkan sebagian besar tubuh gunung, kawasan kaldera tersebut tidak benar-benar berhenti dari aktivitas vulkanik.

Gunung api baru kemudian tumbuh di tengah kaldera. Gunung inilah yang kemudian dikenal sebagai Anak Krakatau.

Menurut Smithsonian Global Volcanism Program, Anak Krakatau mulai muncul dari laut pada 1927 dan sejak itu mengalami berbagai aktivitas erupsi.

Dengan demikian, ketika masyarakat menyebut "Krakatau meletus", perlu dibedakan antara Krakatau sebagai sistem gunung api dan Anak Krakatau sebagai kerucut gunung api aktif yang tumbuh di dalam kaldera Krakatau.

Apakah Anak Krakatau Pernah Mengalami Letusan Besar Setelah 1883?

Anak Krakatau telah mengalami banyak erupsi setelah muncul pada 1927. Salah satu peristiwa penting terjadi pada 2018, ketika aktivitas vulkanik disertai runtuhnya sebagian tubuh gunung ke laut.

Pada 22 Desember 2018, sebagian tubuh Anak Krakatau mengalami longsoran atau runtuhan ke laut. Peristiwa tersebut memicu tsunami yang menghantam sejumlah wilayah pesisir Banten dan Lampung.

baca juga

Smithsonian mencatat bahwa runtuhan sisi gunung pada 22 Desember 2018 menghancurkan sebagian besar pulau Anak Krakatau dan menghasilkan tsunami mematikan.

Namun, peristiwa 2018 tidak dapat disamakan begitu saja dengan letusan Krakatau 1883. Skala, mekanisme, dan dampak kedua peristiwa tersebut berbeda.

Data Global Volcanism Program menunjukkan bahwa aktivitas erupsi di Krakatau terus terjadi dalam beberapa periode. Laporan pada Agustus 2026, misalnya, mencatat aktivitas erupsi Anak Krakatau dengan kolom abu dan gas yang mencapai ratusan meter di atas puncak.

Artinya, 1883 bukanlah letusan terakhir Krakatau secara keseluruhan. Yang menjadi letusan dahsyat terakhir dengan skala historis seperti itu adalah peristiwa Krakatau 1883, sedangkan Anak Krakatau masih mengalami erupsi secara berkala hingga sekarang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami

Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami

News | Sabtu, 05 September 2026 | 09:46 WIB

KRAS Ubah Jalur Distribusi Baja, Biaya Logistik Bisa Turun 12%

KRAS Ubah Jalur Distribusi Baja, Biaya Logistik Bisa Turun 12%

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:36 WIB

Krakatau Steel (KRAS) Dorong Implementasi FTA Perkuat Industri dan Daya Saing Nasional

Krakatau Steel (KRAS) Dorong Implementasi FTA Perkuat Industri dan Daya Saing Nasional

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Reuni Akbar! Krakatau dan Karimata Siap Manggung di JGTC Besok Malam

Reuni Akbar! Krakatau dan Karimata Siap Manggung di JGTC Besok Malam

Entertainment | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:31 WIB

Terkini

Saksikan Persija vs Persib di GBK, Pramono: Sempat Deg-degan, Prediksi Skor Saya Tepat!

Saksikan Persija vs Persib di GBK, Pramono: Sempat Deg-degan, Prediksi Skor Saya Tepat!

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:16 WIB

Sindir Persija Usai Kalahkan Persib, Igor Tolic: Seperti Menang Final Liga Champions

Sindir Persija Usai Kalahkan Persib, Igor Tolic: Seperti Menang Final Liga Champions

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 19:11 WIB

GBK Bergemuruh! Jakmania Tumpah Ruah Rayakan Kemenangan Persija atas Persib

GBK Bergemuruh! Jakmania Tumpah Ruah Rayakan Kemenangan Persija atas Persib

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:06 WIB

Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron

Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 19:01 WIB

Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang

Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 19:00 WIB

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 18:58 WIB

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 18:55 WIB

Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan

Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 18:52 WIB

Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel

Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 18:39 WIB

Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang

Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 18:34 WIB

×