- Indosat Ooredoo Hutchison memperkenalkan gagasan Heartware Inside the Hardware melalui instalasi seni Peran-Tara di Ideafest 2026.
- Seniman Sarkodit menciptakan karya seni tersebut di Jakarta untuk menggambarkan manusia sebagai pengendali utama arah teknologi.
- Indosat berharap pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh kehidupan masyarakat Indonesia.
Suara.com - Kecerdasan artifisial (AI) semakin mampu membantu manusia mengambil keputusan, mengolah informasi, hingga menghasilkan karya.
Namun, semakin pintar teknologi berkembang, semakin penting pula pertanyaan tentang siapa yang menentukan arah penggunaannya.
Pertanyaan tersebut dibawa Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) ke Ideafest 2026: Re-Humanize melalui gagasan “Heartware Inside the Hardware”.
Gagasan ini kemudian diterjemahkan dalam karya instalasi seni “Peran-Tara”, hasil kolaborasi Indosat dengan seniman Indonesia Sarkodit.
Ketika Teknologi Tak Bisa Menentukan Tujuan
“Peran-Tara” mengambil permainan makna dari kata peran dan tara. Karya tersebut menggambarkan manusia sebagai pihak yang menggunakan akal dan kebijaksanaan untuk memilih, menentukan arah, sekaligus memberikan makna terhadap teknologi yang diciptakan.
![Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) ke Ideafest 2026: Re-Humanize melalui gagasan “Heartware Inside the Hardware”. [Indosat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/07/37194-ideafest-2026.jpg)
Pesannya sederhana: teknologi dapat membuka berbagai kemungkinan, tetapi manusia tetap memiliki peran untuk menentukan ke mana kemungkinan tersebut diarahkan.
Sarkodit mengatakan, gagasan tersebut menjadi dasar dirinya dalam menerjemahkan konsep “Heartware Inside the Hardware” ke dalam karya seni.
“Ketika Indosat membawa gagasan Heartware Inside the Hardware, saya melihatnya sebagai ajakan untuk kembali melihat teknologi dari sisi manusia," katanya di Jakarta, belum lama ini.
Ia melihat, teknologi bisa terus berubah dan semakin canggih, tetapi selalu ada manusia di baliknya yang memiliki ide, membuat pilihan, memberikan makna, dan menentukan akan dibawa ke mana teknologi tersebut.
"Dari situlah Peran-Tara lahir sebagai interpretasi saya terhadap gagasan tersebut,” imbuh Sarkodit.
Perjalanan Teknologi Indosat dalam Sebuah Karya
Instalasi “Peran-Tara” tidak hanya berbicara tentang AI. Sarkodit juga merekam perjalanan Indosat dari waktu ke waktu melalui karya tersebut, terutama perkembangan konektivitas yang menghubungkan Indonesia dengan dunia hingga membuka berbagai kemungkinan baru melalui teknologi.
Bagi Indosat, perkembangan teknologi seharusnya tidak berhenti pada kemampuan teknis. Teknologi, termasuk AI, perlu diterjemahkan menjadi sesuatu yang memberi manfaat dalam kehidupan manusia, baik untuk belajar, bekerja, berkarya maupun terhubung.
SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, mengatakan teknologi akan semakin berarti ketika mampu membuka lebih banyak kemungkinan bagi manusia.