Apa yang Terjadi jika Gunung Anak Krakatau Meletus? Ini 7 Dampaknya

Ruth Meliana

Senin, 07 September 2026 | 11:07 WIB
Apa yang Terjadi jika Gunung Anak Krakatau Meletus? Ini 7 Dampaknya
ampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi
baca 10 detik
  • Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda aktif kembali dan berpotensi memicu letusan yang membahayakan kawasan sekitarnya.
  • Dampak letusan meliputi hujan abu vulkanik beracun, gangguan penerbangan, serta awan panas yang mengancam wilayah terdekat.
  • Longsoran tubuh gunung berisiko memicu gelombang tsunami mematikan di wilayah pesisir Banten dan Lampung dalam waktu singkat.

Gelombang bisa mencapai ketinggian beberapa meter hingga lebih dari 10 meter di pantai terdekat dalam waktu kurang dari 30–45 menit. Pesisir Anyer, Carita, Tanjung Lesung, hingga Lampung Selatan menjadi zona rawan.

Sistem peringatan dini sangat krusial karena tsunami vulkanik sering datang tanpa gempa bumi sebagai tanda awal.

4. Aliran piroklastik dan lontaran material panas

Material pijar, lava, dan aliran piroklastik (awan panas) bisa menghancurkan segala sesuatu di sekitar kawah hingga radius beberapa kilometer. Kapal nelayan atau wisata yang berada terlalu dekat berisiko tinggi.

Selain itu, gas beracun seperti sulfur dioksida dapat menyebabkan sesak napas dan sakit kepala bagi orang yang terpapar.

5. Dampak terhadap ekosistem laut dan pulau sekitar

Erupsi dapat mematikan ikan dan biota laut di sekitar Selat Sunda akibat perubahan suhu air dan endapan material vulkanik.

Pulau-pulau kecil seperti Rakata, Sertung, dan Panjang bisa mengalami kerusakan vegetasi. Aktivitas pelayaran dan pariwisata bahari pun terhenti sementara, memengaruhi perekonomian lokal.

6. Getaran gempa vulkanik dan perubahan morfologi gunung

baca juga

Erupsi biasanya diikuti gempa vulkanik yang terasa hingga daratan. Setelah letusan besar, bentuk gunung bisa berubah drastis—tinggi berkurang atau bahkan terbentuk danau kawah baru.

Proses pertumbuhan kembali gunung juga bisa berlangsung cepat, menciptakan kondisi ketidakstabilan baru di masa depan.

7. Dampak sosial-ekonomi yang luas

Evakuasi penduduk pesisir, kerusakan infrastruktur, gangguan rantai pasok, dan penurunan kunjungan wisata bisa berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu.

Pelajaran dari 2018 menunjukkan bahwa kesiapsiagaan dan edukasi masyarakat sangat menentukan jumlah korban.

Meski kemungkinan letusan sehebat 1883 dianggap sangat kecil oleh para ahli, risiko longsoran dan tsunami tetap nyata karena gunung ini terus tumbuh di tepi kaldera yang curam. Dengan memahami skenario-skenario di atas, kita bisa lebih siap menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau kapan pun ia “bangun” kembali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Terimbas Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Batuk dan Keluhkan Rumah Cepat Kotor!

Jakarta Terimbas Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Batuk dan Keluhkan Rumah Cepat Kotor!

News | Senin, 07 September 2026 | 11:01 WIB

Cara Cek Status Gunung Api di Indonesia Aktif atau Tidak, Ini Link Resminya

Cara Cek Status Gunung Api di Indonesia Aktif atau Tidak, Ini Link Resminya

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 10:54 WIB

Rute Melelahkan Persija dan Persebaya Hindari Abu Vulkanik Anak Krakatau: Tempuh Ratusan Kilometer

Rute Melelahkan Persija dan Persebaya Hindari Abu Vulkanik Anak Krakatau: Tempuh Ratusan Kilometer

Bola | Senin, 07 September 2026 | 10:53 WIB

Terkini

ANTAM Bangun Pabrik Logam Mulia 30 Ton di Gresik

ANTAM Bangun Pabrik Logam Mulia 30 Ton di Gresik

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 19:23 WIB

Prabowo Perlu Waspada, Parpol Disebut Bisa Cari Sekoci Jika Kepuasan ke Pemerintah Terus Turun

Prabowo Perlu Waspada, Parpol Disebut Bisa Cari Sekoci Jika Kepuasan ke Pemerintah Terus Turun

News | Kamis, 10 September 2026 | 19:19 WIB

Beli Rumah Tak Cukup Modal Niat, Cicilan Harus Disesuaikan Penghasilan

Beli Rumah Tak Cukup Modal Niat, Cicilan Harus Disesuaikan Penghasilan

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 19:16 WIB

BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Permudah Layanan Keuangan bagi PMI

BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Permudah Layanan Keuangan bagi PMI

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 19:14 WIB

Duduk Perkara Dugaan PT PSMI Serobot Lahan Inhutani V hingga Berujung Sitaan Rp1 Triliun

Duduk Perkara Dugaan PT PSMI Serobot Lahan Inhutani V hingga Berujung Sitaan Rp1 Triliun

News | Kamis, 10 September 2026 | 19:12 WIB

BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Perluas Akses Finansial Diaspora Indonesia

BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Perluas Akses Finansial Diaspora Indonesia

Sumut | Kamis, 10 September 2026 | 19:12 WIB

Geger Napi Bebas Gunakan HP di Lapas Ujungtanjung Rokan Hilir

Geger Napi Bebas Gunakan HP di Lapas Ujungtanjung Rokan Hilir

Riau | Kamis, 10 September 2026 | 19:10 WIB

Tak Hanya Gaya Hidup, PayLater Banyak Dipakai Buat Kebutuhan Mendesak

Tak Hanya Gaya Hidup, PayLater Banyak Dipakai Buat Kebutuhan Mendesak

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 19:08 WIB

GBLA Membara! Ribuan Bobotoh Suntik Semangat Persib Sebelum Tarung di Markas Persija

GBLA Membara! Ribuan Bobotoh Suntik Semangat Persib Sebelum Tarung di Markas Persija

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 19:06 WIB

Memaknai The Stoic Way of Not Giving A Damn: Kita Terlalu Banyak Peduli

Memaknai The Stoic Way of Not Giving A Damn: Kita Terlalu Banyak Peduli

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 19:00 WIB

×