- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memantau pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.
- Abu vulkanik menyebar pada dua lapisan ketinggian atmosfer dengan arah dan potensi wilayah terdampak yang berbeda.
- Waktu pasti berakhirnya sebaran abu belum dapat ditentukan karena intensitasnya relatif sama dan bergantung pada erupsi.
Sebaran juga diperkirakan menjangkau perairan Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Dengan demikian, perkiraan penyebaran abu vulkanik sampai kapan belum dapat ditentukan secara pasti berdasarkan informasi pemantauan tersebut karena pergerakannya bergantung pada kondisi erupsi dan dinamika atmosfer.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak perlu mengikuti pembaruan resmi BMKG dan instansi terkait untuk mengetahui perubahan arah maupun intensitas sebaran abu vulkanik.
Informasi terbaru juga penting bagi pengguna transportasi udara karena perubahan posisi abu pada lapisan atmosfer dapat memengaruhi jalur penerbangan.