Sampai Kapan Abu Vulkanik Anak Krakatau Terus Menyebar? Ini Penjelasannya

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 07 September 2026 | 11:11 WIB
Sampai Kapan Abu Vulkanik Anak Krakatau Terus Menyebar? Ini Penjelasannya
Abu vulkanik yang terbawa hingga wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), membuat sejumlah kendaraan warga tertutup endapan abu cukup tebal. [Dok @txtdrjkt]
baca 10 detik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memantau pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.
  • Abu vulkanik menyebar pada dua lapisan ketinggian atmosfer dengan arah dan potensi wilayah terdampak yang berbeda.
  • Waktu pasti berakhirnya sebaran abu belum dapat ditentukan karena intensitasnya relatif sama dan bergantung pada erupsi.

Suara.com - Perkiraan abu vulkanik sampai kapan menjadi perhatian setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau menyebabkan abu bergerak menuju sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda dan Pulau Jawa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.

Hasil pemantauan menunjukkan abu vulkanik bergerak menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau dan menyebar pada dua lapisan ketinggian dengan arah pergerakan yang berbeda.

BMKG menyebut intensitas dan luas sebaran abu diperkirakan belum mengalami perubahan signifikan dibandingkan hasil pengamatan sebelumnya.

Sebaran Abu Vulkanik

ampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi
ampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi

Berdasarkan pemantauan BMKG Wilayah II Jawa Barat, sebaran abu vulkanik terdeteksi pada lapisan rendah hingga ketinggian sekitar 15.000 kaki atau 4,57 kilometer.

Pada lapisan tersebut, abu bergerak dengan pola arah Tenggara-Barat Laut dan berpotensi mencakup sebagian wilayah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

Keberadaan abu vulkanik pada lapisan rendah perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang apabila konsentrasinya meningkat di wilayah yang dilewati.

Sementara itu, abu pada lapisan yang lebih tinggi, hingga sekitar 50.000 kaki atau 15,24 kilometer, bergerak menuju arah Barat Daya-Barat.

Sebaran pada lapisan tinggi tersebut terutama mengarah ke Samudra Hindia di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten sehingga bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

baca juga

Posisi abu pada ketinggian tersebut juga menjadi perhatian dalam aktivitas penerbangan karena dapat berada pada jalur yang dilalui pesawat udara.

Penyebaran Abu Vulkanik Sampai Kapan?

Lantas, perkiraan abu vulkanik sampai kapan akan menyebar ke wilayah terdampak?

Berdasarkan informasi BMKG, belum terdapat perubahan signifikan atau No Change (NC) pada luas dan intensitas abu vulkanik dibandingkan pengamatan sebelumnya.

Status tersebut menunjukkan kondisi sebaran masih relatif sama sehingga belum dapat digunakan untuk menentukan waktu pasti kapan abu vulkanik akan berhenti menyebar.

Dalam perkiraan pergerakannya, abu vulkanik pada lapisan permukaan hingga 15.000 kaki diprediksi bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam.

Wilayah yang berpotensi terdampak mencakup sebagian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan serta kawasan Selat Sunda.

Sebaran juga diperkirakan menjangkau perairan Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Dengan demikian, perkiraan penyebaran abu vulkanik sampai kapan belum dapat ditentukan secara pasti berdasarkan informasi pemantauan tersebut karena pergerakannya bergantung pada kondisi erupsi dan dinamika atmosfer.

Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak perlu mengikuti pembaruan resmi BMKG dan instansi terkait untuk mengetahui perubahan arah maupun intensitas sebaran abu vulkanik.

Informasi terbaru juga penting bagi pengguna transportasi udara karena perubahan posisi abu pada lapisan atmosfer dapat memengaruhi jalur penerbangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Napas Anak Cepat Akibat Abu Krakatau? Jangan Tunggu Parah, Segera Lakukan Langkah Ini!

Napas Anak Cepat Akibat Abu Krakatau? Jangan Tunggu Parah, Segera Lakukan Langkah Ini!

News | Senin, 07 September 2026 | 10:50 WIB

Partikel Abu Krakatau Bisa Masuk Alveolus Paru, Ini 5 Bahaya dan Cara Mencegahnya!

Partikel Abu Krakatau Bisa Masuk Alveolus Paru, Ini 5 Bahaya dan Cara Mencegahnya!

News | Senin, 07 September 2026 | 10:35 WIB

Sempat Dimatikan akibat Abu Vulkanik, Lift dan Eskalator Transjakarta Kembali Beroperasi

Sempat Dimatikan akibat Abu Vulkanik, Lift dan Eskalator Transjakarta Kembali Beroperasi

News | Senin, 07 September 2026 | 10:28 WIB

Terkini

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 20:17 WIB

×