Harga Memori Chip Melonjak, Sharp Ungkap Dampaknya ke TV di Indonesia

Dythia Novianty

Kamis, 10 September 2026 | 09:51 WIB
Harga Memori Chip Melonjak, Sharp Ungkap Dampaknya ke TV di Indonesia
Senior General Manager, PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo. [SEID]
baca 10 detik
  • Andry Adi Utomo dari Sharp menyatakan harga memori chip televisi pintar melonjak dari di bawah Rp2 juta menjadi lebih dari Rp3 juta di Jakarta pada Rabu, 9 September 2026.
  • Kenaikan harga tersebut memberikan tekanan biaya produksi yang lebih besar pada televisi berukuran kecil dibandingkan televisi layar besar.
  • Sharp mengatasi tantangan tersebut dengan memperkuat produksi lokal televisi layar besar dan meningkatkan layanan purnajual tanpa mengandalkan perang harga.

Suara.com - Harga memori chip yang digunakan pada perangkat televisi pintar mengalami kenaikan cukup signifikan. Komponen yang berfungsi untuk menyimpan aplikasi dan mendukung sistem operasi Android TV tersebut kini harganya disebut telah menembus Rp3 juta.

Kenaikan harga ini ikut menjadi tantangan bagi industri televisi di Indonesia. Namun, dampaknya tidak sama untuk setiap ukuran TV.

Menurut Sharp Electronics Indonesia, TV berukuran kecil justru lebih sensitif terhadap kenaikan biaya memori chip dibandingkan televisi layar besar.

National Sales Marketing Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, mengatakan harga memori chip yang sebelumnya sempat berada di bawah Rp2 juta kini sudah berada di atas Rp3 juta.

“Memory itu untuk simpan aplikasi Android, untuk memory channel, segala macam. Nah ini kan rugi kalau kita pasang di kecil. Makanya harganya sudah mahal, sudah mau Rp3 juta lebih. Dulu sempat di bawah Rp2 juta,” ujar Andry di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, kebutuhan memory pada TV berukuran kecil dan besar pada dasarnya tidak jauh berbeda. Perbedaannya terletak pada porsi biaya komponen tersebut terhadap harga jual televisi.

Pada TV berukuran kecil, harga memori chip yang mencapai jutaan rupiah memberikan tekanan lebih besar terhadap biaya perangkat.

Sementara pada TV layar besar, biaya memori relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai keseluruhan unit.

“Memory dipakai di inch kecil sama dengan memory dipakai di inch gede. Tapi inch gede nggak terlalu banyak kendala, nggak terlalu banyak berdampak. Karena nilai memori chip dibanding dengan unitnya kontribusinya kecil,” kata Andry.

baca juga

Harga TV Kecil Lebih Rentan

Kondisi ini membuat produsen televisi harus lebih berhati-hati dalam menentukan strategi produk dan harga. 

Kenaikan harga komponen tidak serta-merta membuat produksi TV berhenti, tetapi dapat memengaruhi struktur biaya dan keputusan perusahaan dalam menyediakan produk.

Andry mengatakan, Sharp tetap menjaga ketersediaan TV di pasar. Tantangannya justru berada pada pasokan memori chip yang tidak selalu bisa dipesan dalam jumlah sesuai kebutuhan.

“Padahal kenaikan memori itu apakah bisa mengurangi produksi TV-TV itu? Nggak. Tapi kita menjaga supaya TV-TV ini dengan tahu-tahu. Sebenarnya nggak maksimal. Kita nggak bisa booking, mau beli berapa itu kita susah,” ujarnya.

Ketika pasokan tersedia, Sharp memilih mengambil komponen yang ada untuk menjaga produksi. Dalam kondisi tertentu, distribusi produk bahkan harus dipercepat menggunakan transportasi udara.

Situasi ini memperlihatkan bahwa kenaikan harga memori chip tidak hanya menjadi persoalan biaya produksi. Ketersediaan komponen juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan produsen dalam menjaga pasokan TV di pasar.

Sharp meluncurkan AQUOS XLED. [Sharp Electronics Indonesia]
Sharp meluncurkan AQUOS XLED. [Sharp Electronics Indonesia]

Sharp Dorong TV Layar Besar

Di tengah tekanan biaya tersebut, Sharp justru melihat peluang pertumbuhan pada segmen TV layar besar.

Saat ini, kontribusi seluruh kategori TV terhadap bisnis Sharp berada di kisaran 18 persen. Namun, porsi TV berukuran besar baru sekitar 5-8 persen dari kontribusi tersebut.

“TV total itu baru sekitar 18 persen. Jadi antara TV total ini kita banyak bermain di inch kecil. Dari yang 18 persen itu mungkin TV gedenya baru sekitar 5-8 persen. Masih kecil,” kata Andry.

Sharp ingin meningkatkan kontribusi kategori TV sekaligus memperbesar pasar televisi berukuran besar. Perusahaan menargetkan kontribusi TV secara keseluruhan dapat meningkat hingga sekitar 20 persen.

Strategi tersebut menjadi semakin relevan ketika kenaikan harga memori chip membuat persaingan di segmen TV kecil semakin menantang.

Tak Mau Terjebak Perang Harga

Sharp juga tidak ingin mengandalkan perang harga untuk mendorong penjualan TV layar besar. 

Menurut Andry, persaingan harga akan sulit berakhir karena konsumen selalu memiliki pilihan produk dengan harga lebih murah.

Karena itu, perusahaan mencoba memberikan nilai tambah melalui layanan purnajual.

“Kalau harga nggak akan pernah berakhir, nggak pernah akan berakhir harga. Terus apa yang diharapkan dari customer? Salah satunya adalah proses pemasangan, instalasi, atau mungkin kecepatan dalam penanganan masalah,” ujarnya.

Sharp kemudian memperkuat Platinum Service untuk pelanggan TV premium. Layanan tersebut antara lain menawarkan respons maksimal satu jam pada proses awal penanganan pelanggan serta target kunjungan dan instalasi maksimal 1x24 jam setelah unit dan lokasi siap.

TV Besar Mulai Diproduksi Lokal

Selain memperkuat layanan, Sharp juga mulai meningkatkan produksi lokal untuk TV berukuran besar.

Saat ini, TV berukuran 75 inci dan 85 inci sudah diproduksi di Indonesia. Sementara model berukuran 98 inci masih mengandalkan impor.

“Ke depan kita, nggak semua impor. 75 inch, 85 inch sudah lokal. 98 inch masih impor. Nanti kita juga lokal semua,” kata Andry.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Sharp memperbesar kontribusi TV layar besar di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Dibuka 6.700, IHSG Memerah ke Level 6.600 Pagi Ini

Sempat Dibuka 6.700, IHSG Memerah ke Level 6.600 Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 09:21 WIB

Segera Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2,61 Juta/Gram

Segera Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2,61 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 09:01 WIB

Harga Minyak Memanas: Houthi Serang Arab Saudi, AS Serang Tanker Iran

Harga Minyak Memanas: Houthi Serang Arab Saudi, AS Serang Tanker Iran

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 08:42 WIB

Harga Minyak Hampir Tembus 100 Dolar,  Imbas Tensi Militer AS-Iran yang Kembali Memanas

Harga Minyak Hampir Tembus 100 Dolar, Imbas Tensi Militer AS-Iran yang Kembali Memanas

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 08:36 WIB

Harga Bitcoin Anjlok, Investor Institusi Justru Nyerok USD 3,8 Miliar

Harga Bitcoin Anjlok, Investor Institusi Justru Nyerok USD 3,8 Miliar

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:51 WIB

IHSG Tembus Level 6.600, Saham AMMN Terbang

IHSG Tembus Level 6.600, Saham AMMN Terbang

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 17:10 WIB

Terkini

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

×