Lengkap! Ini Proses Terbentuknya Gunung Anak Krakatau dari Kaldera Purba

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 21 September 2026 | 11:46 WIB
Lengkap! Ini Proses Terbentuknya Gunung Anak Krakatau dari Kaldera Purba
Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Lampung, saat erupsi, Sabtu (5/9/2026).
baca 10 detik
  • Letusan besar Krakatau pada tahun 1883 di Selat Sunda meninggalkan kaldera baru berdiameter tujuh kilometer.
  • Erupsi bawah laut di dalam kaldera tersebut teramati sejak 1927 dan membentuk pulau permanen Anak Krakatau pada 1930.
  • Sebagian besar tubuh gunung runtuh akibat erupsi dan longsor pada 2018, tetapi aktivitas vulkaniknya terus menumbuhkan material baru.

Suara.com - Gunung Anak Krakatau terbentuk dari aktivitas vulkanik yang membangun gunung api baru di dalam kaldera bekas kehancuran Gunung Krakatau akibat erupsi besar.

Proses terbentuknya Gunung Anak Krakatau dari kaldera purba berlangsung bertahap setelah aktivitas erupsi kembali muncul di kawasan Selat Sunda dan menghasilkan tumpukan material vulkanik di bawah laut.

Aktivitas tersebut mulai teramati pada 1927, ketika erupsi bawah laut terjadi di dalam kaldera hasil letusan Krakatau 1883 sebelum material vulkanik secara perlahan membangun tubuh gunung hingga muncul di atas permukaan laut.

Sejak kemunculannya, Anak Krakatau terus mengalami pertumbuhan melalui pergantian endapan lava dan material piroklastik, sehingga bentuk gunung yang terlihat saat ini merupakan hasil pembangunan tubuh gunung secara berulang.

Proses Terbentuknya Gunung Anak Krakatau dari Kaldera Purba

Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari Pulau Sebesi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa (8/9/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nz]
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari Pulau Sebesi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa (8/9/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nz]

Sejarah Krakatau bermula dari sebuah kompleks gunung api di Selat Sunda yang mengalami perubahan bentuk berkali-kali akibat aktivitas vulkanik dan runtuhan tubuh gunung.

Catatan geologi menunjukkan adanya kaldera besar berdiameter sekitar 7 kilometer yang terbentuk akibat runtuhnya bangunan gunung api purba, dengan perkiraan waktu pembentukan yang dalam sejumlah kajian ditempatkan sekitar abad ke-5 hingga ke-6 Masehi.

Runtuhan tersebut tidak membuat aktivitas vulkanik di kawasan Krakatau berhenti. Sisa-sisa tubuh gunung kemudian menjadi bagian dari pulau-pulau seperti Verlaten, Lang atau Panjang, dan Rakata, sementara aktivitas vulkanik berikutnya membangun kerucut Gunung Rakata, Gunung Danan, dan Gunung Perbuwatan.

Ketiga kerucut tersebut kemudian berkembang dan menyatu sehingga membentuk pulau Gunung Krakatau sebelum letusan besar 1883.

Fase berikutnya menjadi titik penting dalam sejarah Krakatau ketika terjadi erupsi dahsyat pada 1883. Letusan tersebut menghancurkan sebagian besar bangunan Krakatau, termasuk Gunung Danan dan Perbuwatan, serta menyisakan bagian dari Rakata.

baca juga

Runtuhnya tubuh gunung menghasilkan kaldera baru berdiameter sekitar 7 kilometer yang kemudian menjadi ruang tempat terbentuknya gunung api generasi berikutnya.

Kaldera 1883 kemudian tidak menjadi wilayah yang benar-benar mati secara vulkanik. Pada 29 Desember 1927, aktivitas erupsi bawah laut mulai teramati di dalam kaldera tersebut, menandai awal pembangunan pusat gunung api baru yang kelak dikenal sebagai Anak Krakatau.

Material hasil erupsi bawah laut secara bertahap menumpuk di sekitar pusat aktivitas hingga akhirnya muncul ke permukaan laut.

Smithsonian mencatat bahwa sebuah pulau sementara terlihat pada awal 1929, sedangkan pada Agustus 1930 tubuh Anak Krakatau telah terbentuk sebagai pulau permanen di atas permukaan laut.

Sejak kemunculannya, Anak Krakatau terus membangun tubuhnya melalui pengendapan material hasil erupsi, termasuk lava dan material piroklastik.

Penelitian Badan Geologi mencatat pertumbuhan Anak Krakatau berlangsung cepat; dalam periode 1930 hingga 2005, ketinggiannya bertambah hingga sekitar 315 meter dengan rata-rata pertumbuhan yang diperkirakan sekitar empat meter per tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Melanda 7 Gunung di Jatim, Kemenhut Duga Ada Faktor Manusia

Karhutla Melanda 7 Gunung di Jatim, Kemenhut Duga Ada Faktor Manusia

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:16 WIB

Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

News | Senin, 14 September 2026 | 18:17 WIB

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:48 WIB

Terkini

Hyundai Peringatkan Potensi Invasi Mobil Listrik China di Pasar Otomotif

Hyundai Peringatkan Potensi Invasi Mobil Listrik China di Pasar Otomotif

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 15:10 WIB

Pabrik Tua Bikin Pupuk Makin Mahal, Pupuk Indonesia Tekor Rp9,99 Triliun

Pabrik Tua Bikin Pupuk Makin Mahal, Pupuk Indonesia Tekor Rp9,99 Triliun

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:09 WIB

Perempuan yang Ditendang Pria di Mal Senayan City Alami Trauma Psikis

Perempuan yang Ditendang Pria di Mal Senayan City Alami Trauma Psikis

News | Senin, 21 September 2026 | 15:09 WIB

Tembus Rp12 Triliun, BRI Wujudkan Mimpi 83 Ribu Keluarga Punya Rumah Sendiri

Tembus Rp12 Triliun, BRI Wujudkan Mimpi 83 Ribu Keluarga Punya Rumah Sendiri

Bri | Senin, 21 September 2026 | 15:09 WIB

Penjualan Naik 1.000%, AMMN Ubah Rugi Jadi Laba USD428,83 Juta di Semester I-2026

Penjualan Naik 1.000%, AMMN Ubah Rugi Jadi Laba USD428,83 Juta di Semester I-2026

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:06 WIB

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

News | Senin, 21 September 2026 | 15:05 WIB

Rentetan Kasus Keracunan Jadi Sorotan, Program MBG Tuai Penolakan di Sejumlah Daerah

Rentetan Kasus Keracunan Jadi Sorotan, Program MBG Tuai Penolakan di Sejumlah Daerah

Video | Senin, 21 September 2026 | 15:04 WIB

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

Review Film The Wrong Girls: Petualangan Telekinesis Dua Sahabat yang Rusuh

Review Film The Wrong Girls: Petualangan Telekinesis Dua Sahabat yang Rusuh

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

6 Cara Reapply Sunscreen di Atas Makeup Tanpa Bikin Geser dan Oily, Wajah Tetap Fresh

6 Cara Reapply Sunscreen di Atas Makeup Tanpa Bikin Geser dan Oily, Wajah Tetap Fresh

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

×