Karhutla Melanda 7 Gunung di Jatim, Kemenhut Duga Ada Faktor Manusia

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 15 September 2026 | 14:16 WIB
Karhutla Melanda 7 Gunung di Jatim, Kemenhut Duga Ada Faktor Manusia
Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kemenhut, Dyah Murtiningsih. [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Kementerian Kehutanan menduga aktivitas manusia memicu kebakaran hutan dan lahan di beberapa gunung Jawa Timur.
  • Pemerintah melibatkan berbagai instansi untuk penanganan karhutla serta melakukan rehabilitasi dan penegakan hukum secara berkala.
  • Kementerian Kehutanan menargetkan rehabilitasi kawasan hutan dan lahan seluas dua ratus ribu hektare setiap tahunnya.

Suara.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menduga faktor manusia menjadi penyebab utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah gunung di Jawa Timur (Jatim).

Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kemenhut, Dyah Murtiningsih, menyebut bahwa penyebab kebakaran masih perlu didalami. Namun, aktivitas manusia menjadi salah satu faktor yang paling sering memicu kebakaran.

"Ya, kita harus dalami ya tetapi biasanya paling besar terjadinya kebakaran biasanya akan ada akibat manusia di sana. Ya, bisa macam-macam," kata Dyah ditemui di UGM, Selasa (15/9/2026).

Dyah mengatakan penanganan karhutla di sejumlah gunung Jatim itu dilakukan dengan melibatkan pengelola kawasan. Sebagian lokasi kebakaran berada di kawasan konservasi, sementara titik lainnya perlu dipastikan apakah berada di luar kawasan hutan.

"Terutama adalah pengelola kawasan karena yang ada di tujuh gunung di Jawa Timur itu ada di kawasan konservasi sebagian dan kemudian perlu kita cek juga apakah itu ada di luar kawasan hutan atau bukan," ujarnya.

Menurut dia, pengendalian kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab Kemenhut. Penanganan dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar kawasan.

Salah satu kawasan yang kembali menjadi perhatian ialah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dyah menyebut kebakaran di Bromo terjadi lagi setelah peristiwa serupa pada Agustus, sehingga data luas dampak dan tingkat keparahannya masih perlu diperiksa.

"Kemarin kita melihat Bromo setelah yang di bulan Agustus itu terjadi kebakaran, kemarin terjadi kebakaran lagi. Ya, kita akan cek datanya. Kemungkinan di Bromo mungkin yang paling besar (terdampak karhutla)," ungkapnya.

Dyah menjelaskan pemulihan pascakebakaran akan disesuaikan dengan kondisi kawasan. Sabana Bromo, misalnya, dinilai dapat kembali menghijau secara alami saat musim hujan tanpa harus dilakukan penanaman.

baca juga
Api membakar vegetasi kering di kawasan Bukit Pengol Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (11/9/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/wsj]
Api membakar vegetasi kering di kawasan Bukit Pengol Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (11/9/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/wsj]

"Artinya tanpa dilakukan kegiatan untuk sabana ya, tanpa dilakukan kegiatan penanaman, dia akan kembali menjadi hijau kembali," ucapnya.

Sementara itu, lokasi kebakaran lain yang mengalami kerusakan hutan dan lahan akan menjadi sasaran rehabilitasi. Kemenhut turut menempatkan penegakan hukum sebagai bagian dari penanganan sebelum pemulihan kawasan dilakukan.

"Nah, kita akan menanami, yang pertama tadi penegakan hukumnya jalan dulu. Kemudian kita juga akan mengembalikan hutan tersebut untuk kemudian kita lakukan rehabilitasi hutan dan lahan," tandasnya.

Terkait anggaran, kata Dyah, pemerintah sudah menyiapkan pembiayaan rehabilitasi hutan dan lahan setiap tahun. Kemenhut menargetkan rehabilitasi hutan dan lahan sekitar 15.000 hektare melalui APBN pada tahun ini.

Target tersebut menjadi bagian dari program rehabilitasi yang juga didukung sumber anggaran lain, termasuk kewajiban pemegang perizinan penggunaan kawasan hutan.

Secara keseluruhan, target rehabilitasi hutan dan lahan Kemenhut mencapai sekitar 200.000 hektare setiap tahun. Dyah menegaskan besaran anggaran tidak bisa disamakan dengan satu nominal karena bergantung pada jenis kegiatan dan lokasi rehabilitasi.

"Setiap tahun kita mentargetkan 200.000 hektare (rehabilitasi lahan)," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asap Karhutla Disebut Meluas hingga ke Vietnam, Kemenhut Cek Asal Sumbernya

Asap Karhutla Disebut Meluas hingga ke Vietnam, Kemenhut Cek Asal Sumbernya

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:08 WIB

Habitat Terdampak Karhutla, Gajah Sumatra Makin Menderita dan Terancam Punah!

Habitat Terdampak Karhutla, Gajah Sumatra Makin Menderita dan Terancam Punah!

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:38 WIB

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

IRI Sebut Karhutla Tak Cuma Rusak Hutan, Tapi Bisa Ancam Sumber Air

IRI Sebut Karhutla Tak Cuma Rusak Hutan, Tapi Bisa Ancam Sumber Air

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:15 WIB

Hendak Bantu Tangani Karhutla, 3 Chinook Jepang Justru Terkendala Kabut Asap

Hendak Bantu Tangani Karhutla, 3 Chinook Jepang Justru Terkendala Kabut Asap

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:37 WIB

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:53 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin, Kualitas Udara Seluruh Singapura Tak Sehat

Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin, Kualitas Udara Seluruh Singapura Tak Sehat

News | Selasa, 15 September 2026 | 08:48 WIB

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Usai Gibran Tengok Orangutan, Aktivis Minta Langkah Konkret Lindungi Habitat Satwa dari Karhutla

Usai Gibran Tengok Orangutan, Aktivis Minta Langkah Konkret Lindungi Habitat Satwa dari Karhutla

News | Senin, 14 September 2026 | 16:22 WIB

Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?

Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:10 WIB

Terkini

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×