- LG Electronics Indonesia memperkenalkan monitor gaming ber-refresh rate 1.000 Hz dalam LG Monitor Roadshow 2026 di Jakarta pada Senin, 26 Oktober 2026.
- Perusahaan memperluas lini produk dari kelas pemula hingga premium dan mengandalkan teknologi OLED untuk memperkuat pangsa pasar monitor gaming di Indonesia.
- LG juga mengandalkan promosi digital bersama kreator konten serta mempererat kerja sama dengan distributor dan dealer untuk memperluas jangkauan pasar.
Suara.com - Persaingan pasar monitor gaming semakin mendorong produsen menghadirkan teknologi layar dengan performa lebih tinggi.
LG Electronics Indonesia pun mulai memperkuat lini gaming, termasuk memperkenalkan monitor dengan refresh rate 1.000 Hz yang ditujukan bagi pemain gim kompetitif.
Monitor tersebut menjadi salah satu produk yang diperkenalkan dalam LG Monitor Roadshow 2026 diJakarta, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan kedelapan dalam rangkaian roadshow LG sepanjang tahun ini.
Product Manager Media Entertainment Solution for Monitor LG Electronics Indonesia, I Gede Prema Dipta, mengatakan perusahaan ingin memperkenalkan produk-produk terbaru sekaligus memberikan kesempatan kepada mitra bisnis untuk mencoba perangkat secara langsung.
Menurutnya, sejumlah model baru mulai masuk pada kuartal III dan kuartal IV 2026. Melalui roadshow, LG ingin memastikan distributor dan dealer memahami perbedaan fitur setiap produk, bukan hanya mengandalkan informasi dari brosur atau katalog.
Salah satu produk yang menjadi sorotan adalah monitor gaming dengan refresh rate 1.000 Hz pada resolusi Full HD.
Perangkat tersebut menyasar pemain gim kompetitif yang membutuhkan tampilan gerakan sangat cepat.
LG juga menyediakan PC agar peserta dapat mencoba langsung kemampuan monitor tersebut.
Pendekatan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kebutuhan gamer kompetitif berbeda dari pengguna yang memainkan gim balap, simulasi, atau petualangan.
Perluas Pasar Gaming
LG mengakui masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbesar bisnis monitor gaming di Indonesia.
Prema mengatakan, berdasarkan data IDC terakhir yang dirujuk perusahaan, LG masih berada di posisi teratas pasar monitor secara keseluruhan, terutama pada segmen monitor untuk kebutuhan perkantoran dan produktivitas. Namun, posisi tersebut belum dicapai pada segmen gaming.
Karena itu, LG mulai memperluas pilihan monitor gaming dari kelas pemula hingga premium. Perusahaan menyiapkan beragam model dengan spesifikasi dan karakteristik berbeda untuk menjangkau kebutuhan gamer yang semakin beragam.
"Untuk gaming, saat ini kami belum nomor satu. Jadi, kami ingin memperbesar segmen ini lagi, mulai dari produk entry-level, menengah, sampai flagship," ujar Prema.
Dalam roadshow tersebut, LG turut menampilkan lini UltraGear, UltraWide, dan UltraFine. UltraGear menyasar kebutuhan gaming, UltraWide menawarkan bidang layar lebih luas untuk multitasking, sedangkan UltraFine ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan detail gambar dan reproduksi warna untuk pekerjaan kreatif.
Dari sisi harga, monitor LG untuk kebutuhan perkantoran tersedia mulai dari kisaran Rp1 jutaan. Sementara itu, monitor gaming memiliki rentang harga lebih lebar, dari sekitar Rp1,4 juta untuk kelas pemula hingga belasan juta rupiah untuk model premium.
![LG Monitor Roadshow 2026 diJakarta, Senin (26/10/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/27/29146-lg-monitor-roadshow-2026.jpg)
Andalkan Teknologi OLED
Selain refresh rate tinggi, teknologi OLED menjadi salah satu andalan LG untuk memperkuat diferensiasi produknya.
Prema menjelaskan, OLED menawarkan karakteristik tampilan berbeda dibandingkan panel IPS konvensional, terutama dalam menghasilkan warna hitam dan menampilkan perbedaan antara area gelap dan terang.
Pada panel OLED, setiap piksel dapat menyala secara mandiri. Ketika menampilkan warna hitam, piksel terkait dapat dimatikan sehingga menghasilkan warna hitam yang lebih pekat.
Karakteristik tersebut juga membantu mengurangi efek cahaya yang menyebar di sekitar objek terang pada latar gelap.
LG turut menampilkan monitor OLED beresolusi 5K2K untuk pengguna yang membutuhkan perpaduan detail gambar dan bidang pandang luas.
Kebutuhan layar pun tidak selalu berarti semakin besar semakin baik. Menurut Prema, pemain gim first-person shooter (FPS) kompetitif cenderung memilih monitor datar berukuran 24–25 inci agar seluruh area layar tetap mudah dipantau dari jarak dekat.
Sebaliknya, monitor berukuran besar dan melengkung dapat lebih sesuai untuk gim balap, simulasi, atau petualangan yang mengutamakan pengalaman bermain imersif.
Perkuat Promosi Digital
Di luar pengembangan produk, LG juga mengandalkan promosi digital untuk memperluas jangkauan pasar gaming.
Perusahaan rutin bekerja sama dengan kreator konten dan influencer untuk menghadirkan ulasan produk melalui berbagai platform, termasuk YouTube dan TikTok.
Strategi tersebut mengikuti kebiasaan konsumen yang kerap mencari ulasan di internet sebelum menentukan pilihan dan mengunjungi toko untuk melihat perangkat secara langsung.
Melalui roadshow, LG juga memperkuat hubungan dengan distributor dan dealer. Jakarta menjadi salah satu pasar penting bagi perusahaan, disusul Surabaya berdasarkan gambaran penjualan yang disampaikan Prema.
Ke depan, LG ingin mempertahankan posisinya di pasar monitor secara keseluruhan sekaligus meningkatkan daya saing pada segmen gaming. Perluasan lini produk dan pengenalan teknologi baru menjadi bagian dari upaya perusahaan mengejar target tersebut.