Suara.com - Maraknya hoaks kesehatan di media sosial menjadi tantangan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi yang akurat.
Direktur Rumah Sakit Pelni, dr. Laili Fathiyah, MPH, FISQua, mengingatkan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga medis dan tidak menjadikan informasi di internet sebagai dasar utama untuk diagnosis maupun pengobatan.
Dalam Executive Talk kali ini, dr. Laili juga menjelaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan sebagai panduan awal dalam layanan kesehatan, namun tetap memerlukan verifikasi dari dokter.
Menurutnya, keputusan medis harus didasarkan pada pemeriksaan yang komprehensif dan pertimbangan klinis yang tepat.
Selain membahas literasi kesehatan, Rumah Sakit Pelni terus mengembangkan layanan unggulan di bidang kardio-renovaskular dan onkologi, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan pelayanan bagi pasien.
Selengkapnya, simak video di atas.