Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Karhutla terjadi di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi Selatan, hingga Yogyakarta, dengan ribuan titik panas terdeteksi dan luas area terbakar mencapai ribuan hektare.
Kondisi ini terjadi di tengah puncak musim kemarau yang diprediksi BMKG berlangsung pada Juli hingga September 2026. Cuaca panas dan kering turut meningkatkan risiko kebakaran, sementara asap di sejumlah wilayah mulai mengganggu aktivitas masyarakat.
Namun, faktor alam bukan satu-satunya sorotan. Polisi menemukan dugaan pembakaran sengaja untuk membuka lahan perkebunan dan telah menetapkan 72 tersangka. Lebih dari 30 perusahaan juga sedang diproses terkait karhutla sepanjang 2026, dengan potensi kerugian negara dan pemulihan lingkungan mencapai sekitar Rp15 triliun.
Selengkapnya dalam video di atas.