BKPM: Investasi Asing Penting Untuk Stimulus Sektor Perfilman

Adhitya Himawan

Kamis, 21 Juli 2016 | 19:24 WIB
BKPM: Investasi Asing Penting Untuk Stimulus Sektor Perfilman
Ilustrasi bioskop. (Shutterstocks)

Suara.com - Dibukanya keran bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia melalui regulasi yang dituangkan Peraturan Presiden Nomor 44 tahun 2016 dinilai akan berdampak positif bagi sektor perfilman tanah air. Masuknya investasi asing dalam sektor perfilman di nilai akan menjadi stimulus bagi pelaku industri di sektor perfilman untuk meningkatkan kualitas serta mengembangkan usahanya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyampaikan bahwa BKPM telah menerima beberapa minat investasi asing yang ingin menanamkan modalnya di sektor perfilman. ”Terutama di sektor eksibisi dalam hal ini bioskop. Tercatat yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia adalah Amerika Serikat, Korea Selatan, Uni Emirat Arab serta Taiwan,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Kamis (21/7/2016).

Menurut Franky, BKPM sebagai lembaga yang diberikan mandat untuk mengurusi perizinan di sektor perfilman akan terus melakukan komunikasi yang intensif untuk mengawal minat investasi yang telah disampaikan. ”Film sangat strategis, dari film kita dapat menggerakkan sektor lainnya seperti pendidikan, pariwisata, serta industri digital ekonomi,” lanjutnya.

Lebih lanjut Franky menjelaskan bahwa upaya pemerintah untuk mendorong investasi di sektor perfilman akan terus dilakukan dengan harapan mendukung capaian target investasi tahun ini sebesar Rp 594,8 triliun.

Sementara Direktur Pemberdayaan Usaha Pratito Soeharyo mengemukakan bahwa BKPM akan terus berupaya dan berkoordinasi dengan kementerian teknis terkait untuk mengembangkan investasi sektor perfilman Indonesia. ”Dengan dibukanya DNI diharapkan ini akan mengubah penetrasi film Indonesia yang sebelumnya lemah,” imbuh Tito dalam acara Dialog Investasi Prospek Investasi Sektor Perfilman RI yang diselenggarakan di BKPM , Kamis (21/7/2016).

Tito menilai bahwa perlu peningkatan koordinasi antara lembaga-lembaga yang mengurusi sektor perfilman sehingga dapat menciptakan suatu iklim investasi yang kondusif serta dapat menangkap fenomena perkembangan sektor perfilman yang ada di tanah air.

Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah, Badan Ekonomi Kreatif Endah Wahyu Sulistianti menilai bahwa modal asing dapat menjadi stimulus bagi sektor perfilman di Indonesia. Dia mencontohkan minat investasi investor asing yang masuk ke suatu lokasi. ”Itu dapat memangkas monopoli yang ada. Contohnya ada perusahaan Abu Dhabi ingin membuka bioskop di Ambon atau di Sukabumi ini akan membuat sektor perfilman lebih bergairah,” ungkapnya.

Endah mengemukakan bahwa dari jumlah populasi Indonesia yang ada, idealnya jumlah layar bioskop di Indonesia bisa mencapai 9.000-15.000 layar. ”Namun kenyataannya saat ini hanya 1.118 layar. Jadi bagi pengusaha perfilman, bioskop itu ibarat Toko. Jadi jualan tapi tokonya nggak ada, kalaupun ada tokonya, jualannya cuma 3 hari, sementara biaya produksi terus meningkat,” paparnya.

Endah menilai bahwa salah satu persoalan yang dihadapi oleh pengusaha perfilman adalah terkait dengan kesulitan modal usaha untuk film itu sendiri. ”Saat ini untuk film dengan berbiaya rendah dibutuhkan modal sekitar Rp 3 miliar. Bagaimana mereka dapat berkembang apabila bioskopnya tidak ada,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Endah juga menyampaikan usulan insentif sektor perfilman yang sedang digodok oleh Badan Ekonomi Kreatif. Insentif yang diberikan akan diberikan dengan memperhatikan status penanaman modal. ”Jadi yang diharapkan PMDN yang masuk serta co production kerjasama antara PMDN dan PMA. Kemudian perusahaan bioskop yang memberikan kuota 60% bagi film Indonesia sesuai dengan UU perfilman,” lanjutnya.

Namun demikian, Endah juga mengingatkan agar investasi di sektor bioskop dapat memperhatikan komposisi pemeringkatan kelas bioskop dan perbandingan kepadatan bioskop (ratio density) di sebuah kota utnuk mewajibkan pembukaan bioskop baru dikota kecil.

”Kami juga sedang mengkaji agar setiap bioskop harus memiliki alat pendukung berupa sistem pelaporan tiket bioskop terbaru (Integrated Box Office System). Ini mengadopsi sistem yang diterapkan di Korea Selatan,” sebutnya.

Ketua Asosasi Produser Film Indonesia (APROFI) Sheila Timothy menyampaikan bahwa yang dibutuhkan oleh industri perfilman adalah paket kebijakan ekonomi mulai hulu hingga hilir. ”Contohnya kita tidak pernah punya riset. Kita harus punya riset untuk mendukung pengembangan industri film,” katanya.

Sheila yang akrab dipanggil Lala ini menilai bahwa untuk peralatan mudah untuk dibeli, namun yang susah adalah untuk menciptakan sumber daya manusianya. ”Saya baru saja mengunjungi SMK di Kudus yang khusus mendidik animator, ini sangat positif. Mereka bahkan mendatangkan pengajar dari Disney untuk mengajar seminggu disana. Kami berharap ini dapat diduplikasi ke daerah-daerah lain di Indonesia,” imbuhnya.

Salah satu hal lain yang juga tidak kalah pentingnya menurut Lala adalah insentif serta peraturan yang mendukung pengembangan industri perfilman. ”Tahun 2016 cukup positif karena dari Ada Apa dengan Cinta sudah ditonton 3,9 juta penonton maupun My Stupid Boss yang sudah ditonton hampir 1 juta. Namun kami berharap keberlanjutan tapi tidak hanya satu tahun bagus namun tidak ada kejelasan tahun depan,”pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kepala BKPM Sosialisasi Paket Kebijakan ke-81 Investor Guangzhou

Kepala BKPM Sosialisasi Paket Kebijakan ke-81 Investor Guangzhou

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2016 | 14:03 WIB

BKPM Dorong Investasi di Sektor Perfilman

BKPM Dorong Investasi di Sektor Perfilman

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 19:43 WIB

BKPM Sebut 52 Perusahaan Telah Manfaatkan Layanan KLIK

BKPM Sebut 52 Perusahaan Telah Manfaatkan Layanan KLIK

Bisnis | Selasa, 19 Juli 2016 | 16:06 WIB

BKPM Bentuk Tim Khusus Layani Investasi Peserta Tax Amnesty

BKPM Bentuk Tim Khusus Layani Investasi Peserta Tax Amnesty

Bisnis | Senin, 18 Juli 2016 | 18:13 WIB

Dihadapan 300 Pengusaha, Kepala BKPM Janji Perkuat Layanan

Dihadapan 300 Pengusaha, Kepala BKPM Janji Perkuat Layanan

Bisnis | Senin, 18 Juli 2016 | 14:02 WIB

BKPM Segera Siapkan Skema Investasi Untuk Peserta Tax Amnesty

BKPM Segera Siapkan Skema Investasi Untuk Peserta Tax Amnesty

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 14:01 WIB

BKPM-BP Batam Sinergi Promosikan Batam Sebagai Tujuan Investasi

BKPM-BP Batam Sinergi Promosikan Batam Sebagai Tujuan Investasi

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 14:55 WIB

BPS Sangsi Impor Daging Kerbau Turunkan Harga Daging Sapi

BPS Sangsi Impor Daging Kerbau Turunkan Harga Daging Sapi

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 13:09 WIB

BKPM Pertemukan 7 Penguasaha Cina dengan Pengusaha Lokal

BKPM Pertemukan 7 Penguasaha Cina dengan Pengusaha Lokal

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 09:55 WIB

BKPM Optimistis Kapolri Tito Dukung Keamanan Investasi

BKPM Optimistis Kapolri Tito Dukung Keamanan Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Juli 2016 | 08:41 WIB

Terkini

Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati

Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:49 WIB

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:45 WIB

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:42 WIB

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:40 WIB

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 12:39 WIB

×