BKPM Dorong Investasi di Sektor Perfilman

Adhitya Himawan

Rabu, 20 Juli 2016 | 19:43 WIB
BKPM Dorong Investasi di Sektor Perfilman
Suasana gedung bioskop di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan mendorong investasi di sektor perfilman, khususnya untuk penambahan bioskop atau layar film sebelum mendorong kemajuan film Indonesia.

Kepala BKPM Franky Sibarani dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (20/7/2016), mengatakan pada tahap awal, pihaknya akan mendorong investor sektor perfilman untuk memperbanyak jumlah layar film yang ada.

Kemudian, selanjutnya adalah untuk investasi dalam produksi film itu sendiri dengan adanya memproduksi atau hanya "shooting" atau ambil lokasi saja di Indonesia.

"Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan film Indonesia harus mendapat porsi dari bioskop-bioskop di Indonesia. Dengan ketersediaan layar bioskop di Indonesia, maka akan lebih banyak film-film Indonesia diputar di bioskop dengan melibatkan investor dari luar untuk meningkatkan kualitas, untuk meningkatkan mutu dan bukan tidak memungkinkan agar film Indonesia dapat diekspor," tutur Franky dalam keterangan resmi pada media, Rabu (20/7/2016).

Indonesia, lanjut Franky, masih membutuhkan penambahan bioskop untuk menampilkan film-film yang terbaik.

"Saat ini, tidak lebih dari 1.100-an jumlah bioskop yang ada di Indonesia. Sementara potensi sektor film yang ada sangat berkembang baik dari sisi bioskop, distribusi, dapat hingga produksi film," ujarnya.

Menurut Franky, investasi di dalam penambahan layar bioskop dapat mendorong terciptanya jumlah produksi film.

Dia menilai dengan ketersediaan bioskop, maka pasokan flm-film Indonesia akan semakin meningkat.

"Dengan kebutuhan akan produksi film yang meningkat, maka talenta-talenta untuk memproduksi film juga akan semakin dibutuhkan. Hal ini diharapkan juga akan meningkatkan kualitas sektor perfilman Indonesia," imbuhnya.

Franky menambahkan, sektor perfilman dapat menjadi salah satu alternatif investasi yang prospektif. Pasalnya, sektor tesebut akan ikut tumbuh mengikuti pertumbuhan kelas menengah perkotaan serta meningkatnya skala kota-kota di Indonesia yang memiliki kepadatan meningkat.

Lebih lanjut, BKPM sendiri telah menerima minat investasi di sektor perfilman yang disampaikan dari Korea Selatan, Taiwan, Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat.

"Kami akan terus melakukan koordinasi dengan kementerian teknis maupun Badan Ekonomi Kreatif untuk mengawal minat investasi yang telah disampaikan kepada BKPM," imbuhnya.

Data Bekraf menyatakan rasio layar berbanding populasi penduduk di Indonesia masih sangat rendah, yakni 100.000:0,4.

Rasio tersebut berada di bawah Amerika Serikat yang rasionya 14, Inggris 6,8, Korea Selatan 4,3, dan China 1,8.

Sedangkan di beberapa negara tetangga, rasionya juga lebih besar, seperti Singapura 3,9, Malaysia 2,4, dan Thailand 1,2.

Dari jumlah layar bioskop tersebut, 87 persen layar berada di Pulau Jawa, di mana 35 persen dari jumlah tersebut berlokasi di Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BKPM Sebut 52 Perusahaan Telah Manfaatkan Layanan KLIK

BKPM Sebut 52 Perusahaan Telah Manfaatkan Layanan KLIK

Bisnis | Selasa, 19 Juli 2016 | 16:06 WIB

BKPM Bentuk Tim Khusus Layani Investasi Peserta Tax Amnesty

BKPM Bentuk Tim Khusus Layani Investasi Peserta Tax Amnesty

Bisnis | Senin, 18 Juli 2016 | 18:13 WIB

Dihadapan 300 Pengusaha, Kepala BKPM Janji Perkuat Layanan

Dihadapan 300 Pengusaha, Kepala BKPM Janji Perkuat Layanan

Bisnis | Senin, 18 Juli 2016 | 14:02 WIB

BKPM Segera Siapkan Skema Investasi Untuk Peserta Tax Amnesty

BKPM Segera Siapkan Skema Investasi Untuk Peserta Tax Amnesty

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 14:01 WIB

BKPM-BP Batam Sinergi Promosikan Batam Sebagai Tujuan Investasi

BKPM-BP Batam Sinergi Promosikan Batam Sebagai Tujuan Investasi

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 14:55 WIB

BPS Sangsi Impor Daging Kerbau Turunkan Harga Daging Sapi

BPS Sangsi Impor Daging Kerbau Turunkan Harga Daging Sapi

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 13:09 WIB

BKPM Pertemukan 7 Penguasaha Cina dengan Pengusaha Lokal

BKPM Pertemukan 7 Penguasaha Cina dengan Pengusaha Lokal

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 09:55 WIB

BKPM Optimistis Kapolri Tito Dukung Keamanan Investasi

BKPM Optimistis Kapolri Tito Dukung Keamanan Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Juli 2016 | 08:41 WIB

Ekspansi Produsen Sepatu Taiwan akan Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Ekspansi Produsen Sepatu Taiwan akan Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 14:51 WIB

BKPM: Produsen Makanan Ringan Asal Jepang Siap Ekspansi ke RI

BKPM: Produsen Makanan Ringan Asal Jepang Siap Ekspansi ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 10:31 WIB

Terkini

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:21 WIB

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:15 WIB

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:13 WIB

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 16:12 WIB

Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI

Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 16:05 WIB

Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap

Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:00 WIB

Kiky Saputri Ngenyek Rakyat Jelata dari Jet Pribadi Viral Lagi, Windah Basudara Serukan Rumbling

Kiky Saputri Ngenyek Rakyat Jelata dari Jet Pribadi Viral Lagi, Windah Basudara Serukan Rumbling

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 16:00 WIB

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Health | Minggu, 01 November 2026 | 15:57 WIB

Lautan Manusia Padati Monas, Dubes Palestina Terharu: Dukungan Rakyat Indonesia Sangat Luar Biasa!

Lautan Manusia Padati Monas, Dubes Palestina Terharu: Dukungan Rakyat Indonesia Sangat Luar Biasa!

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:55 WIB

Liabilitas PANI Susut Rp2 Triliun di Kuartal III-2026, Laba Bersih Naik 145 Persen

Liabilitas PANI Susut Rp2 Triliun di Kuartal III-2026, Laba Bersih Naik 145 Persen

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:45 WIB

×