Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BKPM-BP Batam Sinergi Promosikan Batam Sebagai Tujuan Investasi

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 15 Juli 2016 | 14:55 WIB
BKPM-BP Batam Sinergi Promosikan Batam Sebagai Tujuan Investasi
Suasana Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (31/3/2016). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani Kamis (14/7/2016) melakukan kunjungan kerja ke Batam untuk melihat kesiapan Batam sebagai destinasi investasi utama di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Kepala BKPM melihat beberapa fasilitas perusahaan ekonomi kreatif, sekaligus kawasan industri yang ada di Batam.

Franky Sibarani menyampaikan bahwa Batam merupakan kawasan ekonomi pertama yang dimiliki oleh Indonesia yang telah menjadi tujuan investasi baik bagi investor asing maupun domestik. ”Dari pertemuan yang dilakukan dengan BP Batam, ada kesamaan persepsi mengenai perlunya sinergi untuk mengembalikan Batam sebagai tujuan investasi utama,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Jum’at (15/7/2016).

Menurut Franky, pamor Batam sebagai daerah tujuan investasi dalam beberapa tahun terakhir berada dibawah daerah-daerah lainnya yang menjadi pilihan sebagai lokasi investasi. ”Padahal dari sisi kesiapan maupun fasilitas infrastruktur yang dimiliki di Batam sebenarnya tergolong prima. Oleh karena itu, BKPM akan bekerjasama dengan BP Batam untuk mempromosikan kembali Batam,” paparnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BKPM mengunjungi beberapa perusahaan di Batam. Di antaranya adalah studio film dan rumah produksi Infinite. Infinite merupakan studio film terbesar di Asia Tenggara dengan luas 7,6 Ha dan saat ini sedang dibangun perluasan studio seluas 3,2 Ha.Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan Batam Gusmardi Bustami juga mendampingi Kepala BKPM. 

Kunjungan dilakukan ke beberapa perusahaan di Batam. Di antaranya adalah studio film dan rumah produksi Infinite.  Infinite merupakan studio film terbesar di Asia Tenggara dengan luas 7,6 Ha dan saat ini sedang dibangun perluasan studio seluas 3,2 Ha. Studio milik perusahaan Indonesia ini telah digunakan untuk berbagai film terkenal dari luar negeri seperti Hitman,  Blackhat, Jocker Game dan telah mendapatkan enam penghargaan yang popular di Amerika Serikat yakni Emmy Awards.

”Studio  tersebut juga telah memproduksi film-film animasi seperti film-film Nickelodeon, Disney channel,  film animasi Upin dan Ipin, film animasi cerita rakyat Jepang, Brunei dan lain-lain,”  jelas Franky.

Franky menilai bahwa dari kegiatan usaha industri kreatif ini dapat dilihat bahwa Indonesia sebenarnya sudah siap untuk mengembangkan industri kreatif, terutama dari sisi talenta atau tenaga muda untuk industri kreatif. ”Rumah produksi animasi tersebut merupakan salahsatu aset ekonomi kreatif yang dimiliki oleh Indonesia yang harus didukung. Rumah produksi animasi ini dalam produksinya menggunakan talenta-talenta Indonesia yang berjumlah sekitar 300 talenta muda,” jelasnya.

Sementara Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan Batam Gusmardi Bustami mengemukakan bahwa kunjungan ini menunjukkan bahwa Batam siap untuk menjadi tujuan investasi di bidang ekonomi kreatif maupun sektor lainnya. "Kami siap bersinergi dengan BKPM untuk mempromosikan potensi investasi yang ada di Batam," jelasnya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Direktur Promosi Sektoral BKPM Ikmal Lukman, dan Direktur Perencanaan Infrastruktur BKPM Heldy S. Putera. Selain mengunjungi studio Infinite, kunjungan ke Batam tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat perkembangan operasional beberapa perusahaan di Batam. Di antaranya kunjungan ke lokasi usaha Citramas Group yakni Pelabuhan Ferry Nongsa Terminal Bahari yangmerupakan pelabuhan ferry swasta. Kemudian mengunjungi Nongsa Point Marina dan Turi Beach resort & hotel.

Kemudian kunjungan dilanjutkan ke kawasan industri Kabil Integrated Industrial Estate (KIIE). Di kawasan ini rombongan melihat pabrik produsen pipa pengeboran minyak ukuran besar dan kecil di mana produksinya diekspor ke berbagai negara. Kemudian juga melihat pabrik pembuatan rig baik untuk onshore maupun offshore.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPS Sangsi Impor Daging Kerbau Turunkan Harga Daging Sapi

BPS Sangsi Impor Daging Kerbau Turunkan Harga Daging Sapi

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 13:09 WIB

BKPM Pertemukan 7 Penguasaha Cina dengan Pengusaha Lokal

BKPM Pertemukan 7 Penguasaha Cina dengan Pengusaha Lokal

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 09:55 WIB

Ekspansi Produsen Sepatu Taiwan akan Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Ekspansi Produsen Sepatu Taiwan akan Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 14:51 WIB

BKPM: Produsen Makanan Ringan Asal Jepang Siap Ekspansi ke RI

BKPM: Produsen Makanan Ringan Asal Jepang Siap Ekspansi ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 10:31 WIB

Hari Pertama Pascalebaran, PTSP Pusat BKPM Terbitkan 248 Izin

Hari Pertama Pascalebaran, PTSP Pusat BKPM Terbitkan 248 Izin

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 06:35 WIB

BKPM: Produsen Alat Kapal Inggris Siap Investasi di Indonesia

BKPM: Produsen Alat Kapal Inggris Siap Investasi di Indonesia

Bisnis | Senin, 11 Juli 2016 | 14:35 WIB

BKPM: Investor Australia Mulai Rambah Sektor Restoran

BKPM: Investor Australia Mulai Rambah Sektor Restoran

Bisnis | Senin, 11 Juli 2016 | 12:40 WIB

BKPM Sebut Pengusaha Sepatu Korsel Segera Bangun Pabrik di Jepara

BKPM Sebut Pengusaha Sepatu Korsel Segera Bangun Pabrik di Jepara

Bisnis | Minggu, 10 Juli 2016 | 13:44 WIB

BKPM: Perusahaan AS Kepincut Investasi Energi Baru di Indonesia

BKPM: Perusahaan AS Kepincut Investasi Energi Baru di Indonesia

Bisnis | Selasa, 05 Juli 2016 | 11:03 WIB

Kepala BKPM: Diaspora New York Jadi Duta Investasi

Kepala BKPM: Diaspora New York Jadi Duta Investasi

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2016 | 15:18 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB