Kisah Dhian Deliani, Berjuang Melawan Hipertensi Paru

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Jum'at, 05 Mei 2017 | 15:12 WIB
Kisah Dhian Deliani, Berjuang Melawan Hipertensi Paru
Dhian Deliani, penderita hipertensi paru. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Memperingati Hari Hipertensi Paru Sedunia yang jatuh setiap 5 Mei 2017, sebuah diskusi tentang pengenalan penyakit langka tersebut baru-baru saja di gelar di Jakarta.

Salah satu penderita penyakit hipertensi paru atau hipertensi pulmonal, Dhian Deliani, membagikan kisahnya di hadapan para pewarta.

Dalam kegiatan tersebut, penyelenggara acara membagikan sedotan kepada setiap wartawan dan meminta agar sedotan dimasukkan ke dalam mulut sembari menutup hidung. "Coba sekarang bernapas dengan mulut lewat sedotan tersebut, Saya setiap hari bernapas seperti itu," kata perempuan yang sempat berkarir sebagai pustakawan tersebut.

Sempit dan sesak adalah dua hal yang dirasa ketika mencoba tantangan tersebut. Maka tak heran, ketika memaparkan mengenai kisah hidupnya, sesekali Dhian terdiam dan mencoba mengatur nafas.

Dhian didiagnosis menderita hipertensi paru sejak 2006 saat berusia 30 tahun. Awalnya ia tidak sadar mengalami kelainan jantung dan memiliki lubang sebesar 2.8 cm di bilik jantungnya.

Dhian mengaku mulai mengalami sesak napas, mudah lelah, nyeri dada dan kerap merasa ingin pingsan saat melakukan kegiatan sehari-hari seperti mengejar jadwal kereta atau naik tangga. Perlu diketahui, salah satu penyebab penyakit hipertensi paru adalah kelainan pada jantung.

"Saya tidak curiga ini kenapa, mungkin semua orang juga merasa capek karena informasi tentang hipertensi paru belum pernah saya dengar sekalipun," ungkapnya.

Kini, Dhian bergabung dengan Yayasan Hipertensi Paru Indonesia atau YHPI. Melalui yayasan tersebut, ia dan kawan-kawan sesama pengidap hipertensi paru ikut mengadvokasi penyediaan obat hipertensi paru di Indonesia.

Dhian mengatakan bahwa dari 14 obat yang tersedia di dunia, hanya empat yang masuk dan satu obat yang baru ditanggung oleh BPJS.

"Obat agak pelik juga yang selama ini dipakai dan diresepkan pada kita bukan indikasi untuk hipertensi paru. Hal yang kita perjuangkan itu jangkauan atau akses untuk pasien-pasien lain lewat BPJS. Karena obat yang dicover BPJS, obat tahap awal, tapi kan penyakit ini progresif," jelasnya merinci.

Di balik keterbatasan obat dan aktifitas, Dhian dan rekannya ikut mengkampanyekan gaya hidup sehat bagi penderita hipertensi paru.

Delapan gaya hidup sehat tersebut yaitu hemat dalam berbagai hal seperti hemat asupan air, garam, lemak jenuh, tenaga, pikiran, banyak konsumsi buah dan sayur, ibadah teratur, selalu bersyukur, serta jangan lupa selalu tersenyum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yuk, Kenali Hipertensi Paru!

Yuk, Kenali Hipertensi Paru!

Health | Kamis, 04 Mei 2017 | 16:51 WIB

Awas, Pneumonia pada Bayi Lebih Mematikan!

Awas, Pneumonia pada Bayi Lebih Mematikan!

Health | Jum'at, 18 November 2016 | 11:33 WIB

Sesak Napas Tak Selalu Tanda Asma

Sesak Napas Tak Selalu Tanda Asma

Health | Jum'at, 20 November 2015 | 14:36 WIB

Hati-hati, Pneumokoniosis Bisa Memicu Kanker Paru

Hati-hati, Pneumokoniosis Bisa Memicu Kanker Paru

Health | Senin, 09 November 2015 | 17:11 WIB

Hati-hati, Polusi Udara Ganggu Pertumbuhan Paru Anak

Hati-hati, Polusi Udara Ganggu Pertumbuhan Paru Anak

Health | Selasa, 27 Oktober 2015 | 14:19 WIB

Terlalu Lama Nonton TV Bisa Bahayakan Kesehatan Paru

Terlalu Lama Nonton TV Bisa Bahayakan Kesehatan Paru

Health | Selasa, 01 September 2015 | 12:28 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB