Punya Kekuasaan, Ketua Geng Motor di Bandung Kuasai Bisnis Narkoba Lintas Negara, Tumpukan Sabu Kemasan Tulisan China Jadi Bukti

Suara Bandung | Suara.com

Kamis, 18 Agustus 2022 | 07:51 WIB
Punya Kekuasaan, Ketua Geng Motor di Bandung Kuasai Bisnis Narkoba Lintas Negara, Tumpukan Sabu Kemasan Tulisan China Jadi Bukti
Ilustrasi sabu-sabu. (suara.com)

SuaraBandung.id - Geng motor di Bandung ternyata bukan hanya terkenal garang dan suka membantai korbanya, mereka juga ternyata menjadi sindikat internasional penjualan narkoba di Kota Kembang ini.

Kabar terbaru dari markas Institusi Cokelat, seorang ketua geng motor yang dikenal kejam berinisial RR diciduk lantaran masuk jaringan bisnis sabu lintas negara.

Pria berusia 30 tahun ini ditangkap oleh Polresta Bandung  dengan barang bukti yang tidak sedikit.

RR yang saat ini tengah menjabat sebagai ketua geng motor di Bandung itu diamankan bersama barang bukti tiga kilogram sabu yang ia simpan di kediamannya.

Untuk mengelabui aparat, RR menyembunyikan shabu tersebut dalam kantong teh dengan label bertuliskan bahasa China.

"Jadi, barang haram jenis sabu ini dikemas dalam bungkus teh seolah ini adalah teh. Ini hanya kedok belaka," kata Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo di Mapolresta Bandung, Rabu (17/8/2022).

Ia memaparkan, dari informasi sementara yang ia dapatkan, pimpinan geng motor di Rancaekek itu mendapatkan barang haram tersebut dari Purwakarta.

Dari mana barang itu sebelum Purwarkarta, pihaknya masih menyelediki lebih lanjut.

Menurutnya, geng motor ini terindikasi dengan jaringan internasional.

Kusrworo menyebut, terdapat enam jaringan lain yang berhasil diungkap dengan waktu satu bulan satu minggu ini.

"Melihat dari jumlahnya tidak menutup kemungkinan ada jaringan internasional makanya terus kita lakukan pendalaman," jelasnya.

"DPO ada satu berinisial M, tapi bisa jadi berkembang ke yang lain-lain," katanya melanjutkan.

Atas perbuatan RR ini, dirinya dijerat dengan pasal 114 subsider 112 UU No 35 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.

Sebagai informasi, untuk satu gram sabu bisa membunuh tiga orang. Jika satu kilogram sabu tentu bisa membunuh 3000 orang. Artinya jika tiga kg sabu, maka 9 ribu orang bisa terbunuh. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Banyak Wanita yang Ogah Hamil Jadi Pemicu Resesi Seks di China

Banyak Wanita yang Ogah Hamil Jadi Pemicu Resesi Seks di China

| Kamis, 18 Agustus 2022 | 06:53 WIB

China Umumkan Sejumlah Pejabat Dipenjara dan Dipecat Lantaran Gagal Hadapi Penularan Covid-19

China Umumkan Sejumlah Pejabat Dipenjara dan Dipecat Lantaran Gagal Hadapi Penularan Covid-19

| Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:17 WIB

Banjir Bandang Terjang Pengzhou China, Dilaporkan Tujuh Orang Tewas

Banjir Bandang Terjang Pengzhou China, Dilaporkan Tujuh Orang Tewas

| Senin, 15 Agustus 2022 | 14:46 WIB

China Klaim Negara Paling Aman untuk Wanita, Media Barat Bongkar Fakta Mengerikan: Rekaman CCTV Tak Bisa Dibungkam

China Klaim Negara Paling Aman untuk Wanita, Media Barat Bongkar Fakta Mengerikan: Rekaman CCTV Tak Bisa Dibungkam

| Sabtu, 06 Agustus 2022 | 08:22 WIB

Terkini

Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!

Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:43 WIB

Diduga Sindir Ria Ricis soal Oplas Hidung, dr Anisa: Operasi Sinus Enggak Bikin Hidung Mancung!

Diduga Sindir Ria Ricis soal Oplas Hidung, dr Anisa: Operasi Sinus Enggak Bikin Hidung Mancung!

Entertainment | Kamis, 30 April 2026 | 20:40 WIB

Kembaran Honda Beat Pakai Rangka eSAF Tembus Eropa, Begini Penampakannya

Kembaran Honda Beat Pakai Rangka eSAF Tembus Eropa, Begini Penampakannya

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 20:35 WIB

Dari Open Dumping ke Sanitary Landfill, Benarkah Masalah Sampah di Pontianak Sudah Selesai?

Dari Open Dumping ke Sanitary Landfill, Benarkah Masalah Sampah di Pontianak Sudah Selesai?

Kalbar | Kamis, 30 April 2026 | 20:31 WIB

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 20:29 WIB

Imigrasi Sumut Percepat Pembentukan Kantor Imigrasi Labuhanbatu

Imigrasi Sumut Percepat Pembentukan Kantor Imigrasi Labuhanbatu

Sumut | Kamis, 30 April 2026 | 20:20 WIB

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:20 WIB

Dipolisikan, Penyebar Isu Erin Taulany Aniaya ART Terancam 3 Tahun Penjara

Dipolisikan, Penyebar Isu Erin Taulany Aniaya ART Terancam 3 Tahun Penjara

Entertainment | Kamis, 30 April 2026 | 20:20 WIB

Rumah Anisa Rahma Kebakaran, 3.500 Mushaf Ditemukan Tetap Utuh

Rumah Anisa Rahma Kebakaran, 3.500 Mushaf Ditemukan Tetap Utuh

Entertainment | Kamis, 30 April 2026 | 20:11 WIB

5 Contoh Teks Doa Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 yang Khidmat dan Penuh Makna

5 Contoh Teks Doa Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 yang Khidmat dan Penuh Makna

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 20:11 WIB