Saat di Mabes Polri, Tito menempatkan Ferdy Sambo sebagai Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) IV Dittipidum Bareskrim Polri.
Beberapa bulan kemudian, Ferdy Sambo dimutasi ke posisi baru di Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri.
Luar biasanya Ferdy Sambo, hanya dalam waktu dua tahun langsung ditunjuk Tito sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri.
Sejak saat itu, Ferdy Sambo menjadi pimpinan ajudan dan staf yang tugasnya mengawal pergerakan Tito Karnavian sebagai Kapolri.
Hubungan kedinasan Ferdy Sambo dan Tito terhenti saat Presiden Jokowi memanggil Tito Karnavian dan mengangkatnya sebagai Menteri Dalam Negeri pada 21 Oktober 2019.
Jejak Ferdy Sambo ini selalu terlihat di mana pun Tito Karnavian berada. Dan akhirnya berpisah saat Tito masuk kabinet.
Diduga Jenderal Tito saat itu sudah mengamankan posisi strategis di kepolisian dengan menempatkan orang-orang kepercayaannya.
Terbukti, Tito Karnavian menyerahkan jabatan Kapolri kepada Idham Azis. Kemudian dalam mutasi beberapa hari berikutnya, ada nama Ferdy Sambo yang ditarik dari Dirtipidum Bareskrim Polri dan menjadi pangkat Brigjen.
Tak berselang lama, Ferdy Sambo mendapat promosi menjadi Kadiv Propam Polri dengan pangkat Irjen.
Baca Juga: MENGEJUTKAN! Bharada E Bongkar Langsung Soal LGBT di Kasus Brigadir J, Pengacara: B nya Inilah Sambo
Moncernya karier Ferdy Sambo ini harus berakhir tragis. Saat ini lulusan Akpol 1994 paling moncer harus berhadapan dengan pengadilan atas kasus pembunuhan berencana pada Brigadir J
Kapolri paling kaya
Nama Tito Karnavian selain disebut sebagai Kapolri yang paling muda, juga disebut-sebut sebagai Kapolri paling kaya dari semua Kapolri sebelumnya.
Dalam deretan kepala tertinggi di kepolisian, Tito Karnavian menjadi Kapolri ke-23 yang menjabat sejak 13 Juli 2016.
Kini Tito berada di Istana Negara menjadi satu di antara orang dekat Presiden Joko Widodo.
Tito diberi jatah tugas sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia sejak tanggal 23 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah pemerintahan Joko Widodo.