SuaraBandung.id - Buya Yahya menegaskan pada sebuah video kajian di Channel YouTube Al-Bahjah TV dalam judul ‘Depresi Karena Suka Memendam Kesedihan’ waspada dengan depresi. Terlebih menurutnya ada catatan dari survei sebuah klinik mendata jumlah yang terkena gangguan psikologis itu mencapai 10 juta bahkan lebih.
“Salah satunya kurang wawasan, karena sebetulnya depresi itu penyakit dan akhirnya dibiarkan begitu saja. Sementara itu penyakit harus waspada, kami bukan seorang psikiater maka disarankan harus ditangani ahlinya,” papar Buya Yahya.
Disampaikannya, jika dibiarkan bisa jadi akan timbul kegilaan dan muncul niat untuk bunuh diri dan bertahap itu masuk bab depresi. Apalagi seolah ingin tampil baik-baik saja dan menebar senyum.
“Problem bukan disimpan tapi untuk diselesaikan. Langkah pertama diredam dulu jangan diluapkan dengan reaksi fisik, terlebih saat hati kecewa, pikiran kacau atau apapun. Kalau dibiarkan akan depresi dan menjadi bom waktu,” tuturnya.
Selanjutnya, kata Buya Yahya, jika sudah diredam atau disimpan, dicari bagaimana yang semula benci menjadi cinta kasih. Tidak cukup dengan membuangnya tapi digantikan dengan kebaikan.
“Memaafkan orang melatih berbuat baik pada orang yang tidak baik, yang semula kecewa bisa hilang jangan menyimpannya tapi dihapus. Dan menghapus itu ilmu, cari solusinya sedangkan menggunakan obat itu langkah terakhir,” jelas Buya Yahya.
Buya Yahya juga berbagi cara bagaimana ketika kita kesal, ia menyarankan agar jangan bertemu dulu dan ingat segala kebaikan orang tersebut. “Kita ingat perlahan dan nanti akan reda dan keimanan itu penting. Dengan begitu ketika menghadapi kekesalan maka akan kembali kepada Allah. Setelah itu belajar memahami orang yang berbuat salah,” jelasnya.
Disamping itu, Buya Yahya pun menganjurkan agar berdiskusi dengan pakarnya. “Namun kuncinya dia harus sadar kalau sedang mengalami masalah. Karena biasanya dengan meluapkan masalahnya akan cepat lega. Tapi kalau tingkat depresi ternyata masih dirasakan, maka akan diberikan penanganan dengan bantuan resep obat. Intinya apa yang kita alami harus sadar untuk mencari solusi jangan dibiarkan berlarut karenan akan menjadi penyakit bagi diri kita sendiri,” ucap Buya Yahya.