TERUNGKAP Adanya Dugaan Perintah 'Mematikan' Kapolres Malang, Pantesan Stadion Kanjuruhan Penuh Sesak

Suara Bandung

Rabu, 12 Oktober 2022 | 06:01 WIB
TERUNGKAP Adanya Dugaan Perintah 'Mematikan' Kapolres Malang, Pantesan Stadion Kanjuruhan Penuh Sesak
Korban luka serius Tragedi Kanjuruhan Malang meninggal dunia. Trungkap ada perintah mematikan dari Kapolres Malang. (Foto: Timesindonesia)

Sementara itu dari catatan pengelola, Stadion Kanjuruhan berkapasitas 38.054 orang. 

Di sisi utara dan selatan terdapat tribun berdiri. Kemudian ada tribun berdiri, VIP, dan VVIP

Kapasitas maksimal Stadion Kanjuruhan sekitar 38.054. Untuk bangku VVIP disediakan untuk  602 orang.

Kemudian untuk kursi di tribun VIP sebanyak 2.804 orang, Sementara ekonomi 19.720 orang.

Jika dikalkulasi, total ada 23.126 tempat duduk, tribun berdiri 14.928. Sehingga kapasita  stadion sebanyak 38.054 penonton.

Di area Stadion Kanjuruhan juga hanya memiliki 14 akses masuk dan pintu keluar untuk penonton di tribun ekonomi, ditambah dua pintu besar.

Pintu besar tersebut hanya untuk kendaraan yang berada di dekat tribun VIP dan VVIP.

Untuk pintu masuk dan keluar kelas ekonomi yang ada di 14 titik, memiliki lebar 2,8 meter.

Artinya setiap pintu hanya bisa dimasuki atau dilewati hanya oleh dua orang saja. 

Sementara itu, di kanjuruhan juga terdapat enam pintu besar, yang biasanya bukan untuk akses penonton, melainkan untuk kendaraan.

Stadion Kanjuruhan juga kabarnya dilengkapi 32 CCTV masih aktif.

Ketua Panitia Penyelenggara Arema FC, Abdul Haris (kiri) saat datang di gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Surabaya, Selasa untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka tragedi Kanjuruhan. (ANTARA/Willy Irawan)
Ketua Panitia Penyelenggara Arema FC, Abdul Haris (kiri) saat datang di gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Surabaya, Selasa untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka tragedi Kanjuruhan. (ANTARA/Willy Irawan) (sumber:)

Perintah cetak tiket

KAPASITAS Stadion Kanjuruhan saat pertandingan Arema vs Persebaya, sejatinya harus dikurangi dengan alasan masih dalam pantauan Satgas Covid-19.

Artinya, jangan over kapasitas, menyediakan tiker berdasarkan kapasitas maksimal saja dilarang.

Namun, pertanyaanya, mengapa saat tragedi mematikan tersebut Aremania bisa meluber ke pinggir lapangan.

Rupanya diduga ada perintah untuk mencetak tiket nonton melebihi kapasitas.

Hal itu diungkap  Ketua Panitia pelaksana(Panpel) pertandingan Arema FC vs Persebaya Abdul Haris yang sudah berstatus tersangka.

Haris mau tidak mau harus buka mulut soal tiket, pasalnya dia yang bertanggung jawab.

Dan di luar dugaan, Haris usai menjalani pemeriksaan selama 12 jam di Markas Polda Jatim pada Selasa (11/10/2022), mengatakan biang kerok soal tiket penonton. 

Dari mulut Haris terucap jika alasan utama memutuskan menjual tiket super derby Jatim tersebut melebihi kapasitas Stadion Kanjuruhan Malang adalah atas perintah anak buah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam pengakuan, Haris mengaku jika timnya mencetak tiket pertandingan sebanyak 42 ribu. 

Namun, keputusan itu bukan dari dirinya. Dia mengatakan awalnya panitia hanya akan mencetak 38 ribu.

"Setelah itu (keputusan mencetak 38 ribu), petugas kita dipanggil Pak Kapolres Malang (AKBP Ferli Hidayat)," katanya. 

"Ditanyakan jumlah tiket yang kami cetak," katanya usai dilakukan penyidikan di Polda Jatim, Rabu (12/10/2022).

Kemudian, selisih tiket yang dimiliki panitia pun langsung diserahkan kepada AKBP Ferli Hidayat.

"Informasi dari tim saya sih begitu," tambahnya.

Dan benar saja, di lapangan tiket yang telah terjual sebanyak 42.516 tiket. 

Sumber: SuaraJatim.id 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Aremania Diduga Dijemput Intel, LPSK Buru-Buru Pasang Badan, Pengakuan Ada Bukti Video Dihapus Polisi

Ada Aremania Diduga Dijemput Intel, LPSK Buru-Buru Pasang Badan, Pengakuan Ada Bukti Video Dihapus Polisi

Bandung | Senin, 10 Oktober 2022 | 15:26 WIB

Indonesia Tak Tersentuh Hukum Usai 131 Jiwa Terbunuh di Kandang Arema Kanjuruhan, FIFA Hanya Minta Ini ke Presiden Jokowi

Indonesia Tak Tersentuh Hukum Usai 131 Jiwa Terbunuh di Kandang Arema Kanjuruhan, FIFA Hanya Minta Ini ke Presiden Jokowi

Bandung | Minggu, 09 Oktober 2022 | 07:02 WIB

Bareng Mahfud MD, Aremania Yohanes Prasetyo Hadir di Mata Najwa, Tahan Nangis Ceritakan Kisah Pilu Tragedi Kanjuruhan

Bareng Mahfud MD, Aremania Yohanes Prasetyo Hadir di Mata Najwa, Tahan Nangis Ceritakan Kisah Pilu Tragedi Kanjuruhan

Bandung | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 15:16 WIB

Aparat Jadikan Kanjuruhan Neraka, Irma Hutabarat Ceritakan Kopasus Dilatih Jadi Mesin Pembunuh: Lihat Ajudan Pak Doni Bawa Tumbler

Aparat Jadikan Kanjuruhan Neraka, Irma Hutabarat Ceritakan Kopasus Dilatih Jadi Mesin Pembunuh: Lihat Ajudan Pak Doni Bawa Tumbler

Bandung | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 11:31 WIB

Ramai Diperbincangkan, Ini Hukuman yang Harus Diterima oleh Arema FC Imbas Tragedi Kanjuruhan

Ramai Diperbincangkan, Ini Hukuman yang Harus Diterima oleh Arema FC Imbas Tragedi Kanjuruhan

Bandung | Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:00 WIB

Terkini

Ulasan JBound Bogor: Wisata Edukasi untuk Anak Belajar Sambil Bermain

Ulasan JBound Bogor: Wisata Edukasi untuk Anak Belajar Sambil Bermain

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:35 WIB

Korupsi Sarung dan Mukena, Legislator Lombok Barat Dituntut 2 Tahun Penjara

Korupsi Sarung dan Mukena, Legislator Lombok Barat Dituntut 2 Tahun Penjara

Bali | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:34 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:34 WIB

Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur

Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur

Sport | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:32 WIB

Sering Duduk Terlalu Lama? Ini 3 Skrining Urologi Wajib Dilakukan Pria Sebelum Usia 40

Sering Duduk Terlalu Lama? Ini 3 Skrining Urologi Wajib Dilakukan Pria Sebelum Usia 40

Sulsel | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:26 WIB

Gembong Narkoba El Chapo Merengek Minta Pulang ke Meksiko, Mau Nonton Piala Dunia?

Gembong Narkoba El Chapo Merengek Minta Pulang ke Meksiko, Mau Nonton Piala Dunia?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:21 WIB

BBM Naik Tajam, Luthfi Siapkan Benteng Agar Harga Pangan Tak Ikut Meledak

BBM Naik Tajam, Luthfi Siapkan Benteng Agar Harga Pangan Tak Ikut Meledak

Jawa Tengah | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:20 WIB

Jakarta Bakal Gelap Gulita Selama 60 Menit pada Sabtu Malam, Ini Alasannya

Jakarta Bakal Gelap Gulita Selama 60 Menit pada Sabtu Malam, Ini Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:20 WIB

LG OLED evo AI 2026 Meluncur, TV Terbaru Lebih Personal dan Bisa Terlindung dari Incaran Hacker

LG OLED evo AI 2026 Meluncur, TV Terbaru Lebih Personal dan Bisa Terlindung dari Incaran Hacker

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:19 WIB

IHSG Melonjak ke Level 5.960 Jumat Pagi, Investor Serbu Saham-Saham Ini

IHSG Melonjak ke Level 5.960 Jumat Pagi, Investor Serbu Saham-Saham Ini

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:18 WIB