Sementara itu dari catatan pengelola, Stadion Kanjuruhan berkapasitas 38.054 orang.
Di sisi utara dan selatan terdapat tribun berdiri. Kemudian ada tribun berdiri, VIP, dan VVIP
Kapasitas maksimal Stadion Kanjuruhan sekitar 38.054. Untuk bangku VVIP disediakan untuk 602 orang.
Kemudian untuk kursi di tribun VIP sebanyak 2.804 orang, Sementara ekonomi 19.720 orang.
Jika dikalkulasi, total ada 23.126 tempat duduk, tribun berdiri 14.928. Sehingga kapasita stadion sebanyak 38.054 penonton.
Di area Stadion Kanjuruhan juga hanya memiliki 14 akses masuk dan pintu keluar untuk penonton di tribun ekonomi, ditambah dua pintu besar.
Pintu besar tersebut hanya untuk kendaraan yang berada di dekat tribun VIP dan VVIP.
Untuk pintu masuk dan keluar kelas ekonomi yang ada di 14 titik, memiliki lebar 2,8 meter.
Artinya setiap pintu hanya bisa dimasuki atau dilewati hanya oleh dua orang saja.
Sementara itu, di kanjuruhan juga terdapat enam pintu besar, yang biasanya bukan untuk akses penonton, melainkan untuk kendaraan.
Stadion Kanjuruhan juga kabarnya dilengkapi 32 CCTV masih aktif.

Perintah cetak tiket
KAPASITAS Stadion Kanjuruhan saat pertandingan Arema vs Persebaya, sejatinya harus dikurangi dengan alasan masih dalam pantauan Satgas Covid-19.
Artinya, jangan over kapasitas, menyediakan tiker berdasarkan kapasitas maksimal saja dilarang.
Namun, pertanyaanya, mengapa saat tragedi mematikan tersebut Aremania bisa meluber ke pinggir lapangan.
Rupanya diduga ada perintah untuk mencetak tiket nonton melebihi kapasitas.
Hal itu diungkap Ketua Panitia pelaksana(Panpel) pertandingan Arema FC vs Persebaya Abdul Haris yang sudah berstatus tersangka.
Haris mau tidak mau harus buka mulut soal tiket, pasalnya dia yang bertanggung jawab.
Dan di luar dugaan, Haris usai menjalani pemeriksaan selama 12 jam di Markas Polda Jatim pada Selasa (11/10/2022), mengatakan biang kerok soal tiket penonton.
Dari mulut Haris terucap jika alasan utama memutuskan menjual tiket super derby Jatim tersebut melebihi kapasitas Stadion Kanjuruhan Malang adalah atas perintah anak buah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam pengakuan, Haris mengaku jika timnya mencetak tiket pertandingan sebanyak 42 ribu.
Namun, keputusan itu bukan dari dirinya. Dia mengatakan awalnya panitia hanya akan mencetak 38 ribu.
"Setelah itu (keputusan mencetak 38 ribu), petugas kita dipanggil Pak Kapolres Malang (AKBP Ferli Hidayat)," katanya.
"Ditanyakan jumlah tiket yang kami cetak," katanya usai dilakukan penyidikan di Polda Jatim, Rabu (12/10/2022).
Kemudian, selisih tiket yang dimiliki panitia pun langsung diserahkan kepada AKBP Ferli Hidayat.
"Informasi dari tim saya sih begitu," tambahnya.
Dan benar saja, di lapangan tiket yang telah terjual sebanyak 42.516 tiket.
Sumber: SuaraJatim.id