SuaraBandung.id – Sejak kemunculan di depan public pasca-kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo selalu membawa buku catatan bersampul hitam.
Rupanya publik dibuat penasaran, sebenarnya apa yang ada di dalam buku hitam tersebut.
Termasuk publik menduga-duga jika catatan soal kematian Brigadir J tertulis di dalam buku hitam yang selalu dibawa Ferdy Sambo.
Saat ini Ferdy Sambo berstatus terdakwa dalam kasus kasus dugaan pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Sejak dimunculkan ke publik, Ferdy Sambo sering terlihat membawa buku catatan berwarna hitam setiap saat.
Awal mula buku catatan hitam terlihat saat Ferdy Sambo menjalani sidang kode etik.
Kemudian Ferdy Sambo kembali terlihat membawa buku tersebut ketika dilimpahkan ke jaksa.
Tentang apa yang di dalam buku hitam itu, pengacara Ferdy Sambo akhirnya membuka semua.
Awalnya, pengacara Sambo, Arman Hanis mengaku tidak mengetahui tentang isi catat di dalam buku hitam tersebut.
Dia berjanji akan menanyakan langsung pada Ferdy Sambo tentang buku catatn warna hitam tersebut.
"Isinya saya nggak tahu pastinya. Nanti ditanyakan langsung," kata Arman, Selasa (11/10/2022).
Tentang buku catatan tersebut akhirnya dibuka oleh Pengacara Ferdy Sambo lainnya, Rasamala Aritonang.
Tentang buku catatan hitam itu, Rasamala mengatakan, Ferdy Sambo siap memberikan informasi penting yang ada dalam buku tersebut.
Dia mengatakan jika yang ada di dalam buku hitam tersebut adalah berisi catatan pribadi Ferdy Sambo.
"Kalau ada kebutuhan bahwa beliau (Ferdy Sambo) harus menyampaikan informasi, catatan apapun yang dianggap penting untuk melakukan perbaikan tersebut,” katanya.
“Selagi beliau (Ferdy Sambo) bisa memberikannya (soal informasi) dan ada akses untuk itu, beliau bersedia melakukannya," kata Rasamala kepada wartawan, Kamis (20/10/2022).
Dijelaskan Rasamala, isi buku hitam itu adalah catatan pribadi Ferdy Sambo terkait kegiatan sejak menjadi Kasubdit 3 Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri hingga Kepala Divisi Propam Polri.
Ferdy Sambo dikatakannya dikenal rajin mencatat setiap aktivitas pribadi dan lembaga semenjak jadi anggota Polri.
"Saya beberapa kali ketemu beliau (Ferdy Sambo), buku hitam itu selalu dibawa,” katanya.
“Pak Sambo punya pengalaman (di kepolisian) cukup Panjang,” katanya lagi.
“Beliau (Ferdy Sambo) pernah menjadi Kasubdit 3 Dittipidum Bareskrim, Dirtipidum Bareskrim sampai Kadiv Propam," ucap Rasamala menjelaskan.
Meski begitu, secara pribadi dirinya mengaku tidak melihat secara spesifik isi buku hitam Ferdy Sambo.
Kata dia, dirinya tidak bisa membuat asumsi tentang apa yang menjadi isi dari catatan tersebut.
Hanya, Rasamala menilai, Ferdy Sambo selalu mencatat dalam buku tersebut teriap mendapat informasi-informasi penting.
"Saya pikir beliau (Ferdy Sambo) terlepas dari persoalan pidana yang dihadapi, beliau ada kecintaan terhadap institusinya di kepolisian,” katanya.
“Saya pikir itu disampaikan beberapa kali oleh beliau (Ferdy Sambo)," ujar Rasamala. (*)