Keluarga Mimin Hanya Makan dengan Garam, Dedi Mulyadi: Jadi Hari Ini Adalah Kematian Bagi Keluarga Ini

Suara Bandung

Kamis, 03 November 2022 | 21:33 WIB
Keluarga Mimin Hanya Makan dengan Garam, Dedi Mulyadi: Jadi Hari Ini Adalah Kematian Bagi Keluarga Ini
Foto Dedi Mulyadi saat menemukan salah satu keluarga yang hanya makan dengan garam setiap harinya. S (dokumen tim Dedi Mulyadi)

SuaraBandung.id - Dedi Mulyadi bicara soal kemiskinan yang  masih menjadi permasalahan dasar yang terus dibenahi oleh pemerintah. Namun ia punya pandangan berbeda terhadap persoalan kemiskinan 

Menurut Dedi Mulyadi yang juga anggota DPR RI ini mengatakan kemiskinan terus lahir karena masyarakat mengalami pergeseran budaya yang menjadikan mereka terjebak.

Hal itu ia beberkan saat dirinya menggrebeg keluarga Agus Deni dan Mimin yang tinggal di bedeng pada lahan Jasa Marga berdekatan dengan jalan tol. Tepatnya berlokasi di Kampung Sukamanah, Desa Cigelam, Kecamatan Babakancikao, Purwakarta, Kamis 3 November 2022. 

Sebelumnya Dedi Mulyadi bercerita jika mereka hanya makan dengan penyedap rasa atau garam karena setiap hari rata-rata penghasilan yang didapat berkisar di RP 30.000/hari. 

Kang Dedi kemudian mengecek kondisi dapur keluarga Agus Deni,  dan benar saja mereka tidak memiliki bahan pokok seperti beras dan lauk pauk. Bahkan gas untuk memasak dan air galon dalam kondisi habis.

Disampaikan suami dari Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika tersebut, kondisi rumah keluarga Agus Deni dan sang istri Mimin, cukup memprihatinkan. Mereka tinggal di sebuah bedeng beralaskan tanah, berdinding triplek dan kain sarung.

Di sisi lain Kang Dedi melihat tetangga Mimin masih mengumpulkan kayu bakar untuk memasak. Sedangkan Mimin selama ini ia tergantung pada gas melon untuk masak dan air galon untuk minum.

"Jadi hari ini adalah hari kematian bagi keluarga ini? Kompor mati, gas mati kosong, galon mati tidak mengalir, uang juga tinggal Rp 500," ujar Kang Dedi.

Tapi Dedi Mulyadi malah memiliki pandangan lain, diakuinya salah satu contoh mengapa kemiskinan masih menjamur di masyarakat Indonesia. Seperti keluarga Mimin yang ketergantungan terhadap kompor gas padahal sumber daya alam untuk kayu bakar masih sangat banyak. Begitu juga air minum yang harus beli berupa galon.

"Kayu bakar tidak dipakai, kemudian pakai gas beli Rp 25-35 ribu. Air pakai galon, beli lagi, duit lagi, beras harus beli lagi, ikan harus beli lagi, listrik beli lagi, sekolah harus jajan, sedangkan duit yang dicari gak setiap hari didapat kadang Rp 20 ribu kadang Rp 50 ribu atau kadang tidak ada. Karena semua tergantung sama uang,  orang bisa mati," kata  Dedi.

Ia pun mengkritik anak-anak Mimin yang setiap hari hanya menonton tv tanpa kegiatan. Hal tersebut menimbulkan hawa lapar pada anak, namun tak ada yang bisa dimakan.

Sementara orang kaya selalu hidup kenyang dan kerap menyisakan makanan karena tak mau makan. Sehingga banyak orang kaya yang sengaja mencari dokter agar anaknya mau makan.

"Nah kalau anak cari kayu bakar punya kegiatan tidak hanya nonton tv. Pulang bisa dapat jamur, bisa dapat nangka jatuh, pisang jatuh, mangga yang jatuh tergantung rezekinya dapat apa. Datang ke rumah masak pakai kayu gratis, selama berjalan ada yang nyuruh dapat uang untuk beli beras. Karena saya pernah ngalamin seperti itu sehingga hidupnya kreatif," katanya.

"Nasib yang seperti ibu ini banyak. Ini yang dimaksud kemiskinan kultural, kemiskinan karena perubahan budaya hidup," sambung Kang Dedi.

Diungkapkan Dedi, Jika saja keluarga tersebut tidak tergantung pada hal-hal tersebut seperti memanfaatkan kayu bakar, memasak air untuk minum, maka hidup akan lebih makmur karena tidak tergantung pada hal yang sifatnya harus dibeli.

Kendati begitu, Dedi Mulyadi pun memberikan sejumlah uang kepada Mimin sebagai bekal hidup. Ia meminta uang hasil jualan suaminya ditabung untuk tambahan modal usaha. Sementara untuk makan satu bulan ke depan bisa memanfaatkan uang yang baru saja diberi.

"Ini salah satu fenomena kehidupan. Kita tidak mungkin tahu kehidupan mereka kalau tidak masuk ke dapur mereka. Saya berulang kali ngomong gas bisa melahirkan kemiskinan yang parah kalau tidak segera diubah. Ini banyak kayu terbuang karena perubahan pola hidup. Saya setuju pakai kayu bakar karena anak-anaknya bisa keluar cari kayu bakar, efisiensi, dan menjemput rizki yang tak diduga," tutup Dedi Mulyadi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ternyata ini Alasan Kang Dedi Mulyadi Jarang di Rumah, Hingga Ambu Anne Layangkan Gugatan Cerai

Ternyata ini Alasan Kang Dedi Mulyadi Jarang di Rumah, Hingga Ambu Anne Layangkan Gugatan Cerai

Soreang | Kamis, 03 November 2022 | 21:07 WIB

Dedi Mulyadi Grebeg Satu Keluarga yang Biasa Makan Hanya dengan Penyedap Rasa atau Garam

Dedi Mulyadi Grebeg Satu Keluarga yang Biasa Makan Hanya dengan Penyedap Rasa atau Garam

Bandung | Kamis, 03 November 2022 | 21:03 WIB

Cukup Modal 500 Ribu, Dedi Mulyadi Ungkap Ambu Anne Terpilih Jadi Bupati Karna Dirinya!

Cukup Modal 500 Ribu, Dedi Mulyadi Ungkap Ambu Anne Terpilih Jadi Bupati Karna Dirinya!

Denpasar | Kamis, 03 November 2022 | 19:54 WIB

Ambu Anne Wajib Tahu! Ini Alasan Kang Dedi Mulyadi Tak Pernah Pulang, Makanya Digugat Cerai?

Ambu Anne Wajib Tahu! Ini Alasan Kang Dedi Mulyadi Tak Pernah Pulang, Makanya Digugat Cerai?

Denpasar | Kamis, 03 November 2022 | 19:28 WIB

Akui Dedi Mulyadi Jarang Bersama Keluarga, Anne Ratna Mustika Bikin DPRD Jambi Tertawa: Orang Bapaknya Aja Gak Pernah Ada di Rumah...

Akui Dedi Mulyadi Jarang Bersama Keluarga, Anne Ratna Mustika Bikin DPRD Jambi Tertawa: Orang Bapaknya Aja Gak Pernah Ada di Rumah...

Denpasar | Kamis, 03 November 2022 | 18:55 WIB

Terkini

Nasib Mobil 'Pimp My Ride' Berakhir Pilu, Kini Cuma Nangring di Rosokan

Nasib Mobil 'Pimp My Ride' Berakhir Pilu, Kini Cuma Nangring di Rosokan

Otomotif | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:42 WIB

Bocoran Samsung Galaxy A18 Beredar, HP Murah Pertama dengan One UI 9 dan Layar AMOLED

Bocoran Samsung Galaxy A18 Beredar, HP Murah Pertama dengan One UI 9 dan Layar AMOLED

Tekno | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:42 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan

Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:41 WIB

Mengapa Taman Kota Masih Dianggap Pelengkap? Komunitas Ini Ingin Ubah Cara Pandang Itu

Mengapa Taman Kota Masih Dianggap Pelengkap? Komunitas Ini Ingin Ubah Cara Pandang Itu

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:35 WIB

Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Bola | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:32 WIB

Keajaiban Berawal dari Rasa Percaya, Saksikan Garuda di Dadaku Mulai 11 Juni 2026

Keajaiban Berawal dari Rasa Percaya, Saksikan Garuda di Dadaku Mulai 11 Juni 2026

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:32 WIB

20 Tanaman Hias Tahan Panas dan Kering yang Tidak Mudah Layu Saat Kemarau

20 Tanaman Hias Tahan Panas dan Kering yang Tidak Mudah Layu Saat Kemarau

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:31 WIB

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:31 WIB

Jadwal Hari Pertama Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan Buka Turnamen dengan Aroma Nostalgia

Jadwal Hari Pertama Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan Buka Turnamen dengan Aroma Nostalgia

Bola | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:31 WIB

PMB 2026 Universitas Nusa Mandiri Gelombang 4 Dibuka!  Daftar Program S1 Hingga Doktoral (S3)

PMB 2026 Universitas Nusa Mandiri Gelombang 4 Dibuka! Daftar Program S1 Hingga Doktoral (S3)

Jakarta | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:30 WIB